KEHIDUPAN rumah tangga tidak selalu berjalan dalam keadaan yang sama. Ada masa ketika kebutuhan terasa mudah dipenuhi, tetapi ada pula saat penghasilan berkurang dan berbagai keperluan harus dipikirkan lebih matang. Kondisi ekonomi yang naik turun merupakan bagian dari perjalanan banyak keluarga.
Dalam situasi seperti ini, persoalan keuangan sebaiknya tidak menjadi alasan bagi suami dan istri untuk saling menyalahkan. Justru ketika keadaan sedang sulit, kerja sama menjadi semakin penting. Suami dan istri perlu memahami peran masing-masing, terbuka mengenai kondisi keuangan, serta mencari jalan keluar bersama agar persoalan ekonomi tidak berkembang menjadi pertengkaran yang berkepanjangan.
Baca Juga: Jangan Bersedih Allah Bersama Kita
Saat Ekonomi Keluarga Sulit, Istri Perlu Saling Menguatkan
Hal tersebut disampaikan dalam materi yang disampaikan oleh Ustadzah Dr. Aan Rohanah, Lc, M.Ag. Salah satu perhatian yang ditekankan adalah bagaimana suami dan istri sebaiknya menghindari perilaku yang dapat memperburuk keadaan keluarga ketika menghadapi kesulitan nafkah.
Dari sisi suami, persoalan pertama yang perlu dihindari adalah sikap malas berusaha mencari nafkah. Ketika pekerjaan sulit ditemukan atau penghasilan menurun, suami diharapkan tetap memiliki kemauan untuk mencari berbagai peluang. Kreativitas dan keberanian mencoba pekerjaan atau usaha baru dapat menjadi salah satu ikhtiar menghadapi keadaan.
Suami juga perlu terbuka kepada istri mengenai kondisi keuangan keluarga. Menyembunyikan masalah ekonomi justru dapat membuat persoalan semakin rumit. Di sisi lain, bekerja keras demi keluarga juga perlu diimbangi dengan perhatian kepada pasangan dan anak. Kebutuhan keluarga bukan hanya soal materi, tetapi juga waktu, kasih sayang, dan kehadiran.
Begitu pula dengan istri. Ketika memiliki penghasilan sendiri, jangan sampai kondisi tersebut membuat hubungan dengan suami berubah menjadi ajang membandingkan atau menunjukkan kelebihan. Penghasilan yang lebih besar seharusnya dapat menjadi bagian dari kekuatan keluarga, bukan sumber kesombongan atau konflik.
Kemampuan mengatur keuangan juga tidak kalah penting. Sikap boros dapat membuat penghasilan cepat habis dan keluarga kesulitan menghadapi kebutuhan mendadak. Sebaliknya, terlalu berhemat hingga kebutuhan penting tidak terpenuhi juga bukan solusi. Yang dibutuhkan adalah kemampuan membedakan antara kebutuhan dan keinginan serta menyusun prioritas bersama.
Ketika suami sedang mengalami kesulitan ekonomi, istri pun dapat mengambil peran sesuai kemampuan. Membantu keluarga tidak selalu berarti harus mengambil alih tanggung jawab suami. Dukungan dapat diberikan melalui pengelolaan pengeluaran, mencari peluang tambahan, atau sekadar memberikan semangat ketika pasangan sedang menghadapi masa sulit.
Pada akhirnya, kondisi ekonomi keluarga bisa berubah sewaktu-waktu. Karena itu, suami dan istri perlu melihat rumah tangga sebagai sebuah tim. Ketika keadaan lapang, jangan lupa bersyukur. Ketika keadaan sempit, jangan saling menyudutkan.
Kesulitan ekonomi memang dapat menjadi ujian, tetapi cara suami dan istri menghadapinya akan sangat menentukan suasana di dalam rumah. Dengan komunikasi, keterbukaan, kerja sama, dan saling menghargai, keluarga dapat melewati masa sulit tanpa kehilangan kehangatan di antara anggotanya.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Allahu a’lam bishawab.
Sumber: Ustadzah DR. Aan Rohanah, Lc, M.Ag





