DONGURI Village (Dongurimura), sebuah desa wisata pertanian Jepang yang berada di Desa Mitsuse, Kota Saga, akan ditutup pada musim gugur 2027.
Dikutip dari berbagai sumber, Fukuoka Now, desa wisata Donguri ditutup lantaran jumlah pengunjung telah menurun secara signifikan dibandingkan dengan tahun-tahun awal pembukaan taman tersebut.
Di sisi lain, kondisi fasilitas yang menua juga berkontribusi pada keputusan untuk menutup desa wisata tersebut.
Taman wisata berbasis pengalaman tersebut telah mengumumkan keputusan ini kepada asosiasi warga setempat pada 10 Agustus 2026.
Terkait rencana apa yang akan dilakukan untuk lokasi tersebut setelah penutupan belum ditentukan dan akan dipertimbangkan kemudian.
Baca juga: Jangan Cepat Tergiur pada Harga Murah untuk Transportasi Wisata, Simak Penjelasannya Berikut
Donguri Village, Desa Wisata Pertanian Jepang Akan Ditutup pada Musim Gugur 2027
Desa Donguri menjadi objek wisata interaktif di kota Saga yang telah menyambut pengunjung selama hampir empat dekade.
Dibuka pada 1988 di dekat perbatasan prefektur Saga-Fukuoka, desa wisata Donguri memungkinkan pengunjung dapat berinteraksi dengan hewan dan berpartisipasi dalam kegiatan pertanian.
Menurut badan kesejahteraan sosial yang mengelola Desa Donguri, fasilitas ini menarik sekitar 500.000 pengunjung setiap tahunnya pada tahun-tahun awalnya.
Namun sejak April 2024, jumlah pengunjung semakin menurun, dan fasilitas tersebut sekarang hanya buka pada hari Sabtu, Minggu, dan hari libur nasional.
Desa Donguri pertama kali beroperasi pada 1988 di lahan seluas 870.000 meter persegi di daerah pegunungan Desa Mitsuse.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Fasilitas ini dibuka oleh sebuah perusahaan di Kota Tosu yang bergerak di bidang produksi, pengolahan, dan penjualan daging ayam.
Hanya dalam dua tahun sejak pembukaannya, jumlah pengunjung telah melampaui 1 juta dari dalam prefektur dan daerah lain.
Donguri telah lama menjadi tempat wisata pertanian yang digemari. Dan sejak 2005, tempat ini juga berfungsi sebagai fasilitas kesejahteraan, dengan penyandang disabilitas bekerja di toko roti dan restoran.
Kemudian, pada tahun 2011, lembaga ini dioperasikan oleh sebuah perusahaan kesejahteraan sosial di Kota Tosu. [Din]





