ADA kalanya hidup membawa kita pada hari-hari yang terasa begitu berat. Pikiran dipenuhi kekhawatiran, masalah datang silih berganti, sementara jalan keluar belum juga tampak. Di hadapan orang lain kita berusaha tersenyum seolah semuanya baik-baik saja, tetapi saat sendiri, hati menyimpan lelah dan tangis yang hanya Allah ketahui.
Dalam keadaan seperti itulah Al-Qur’an menghadirkan sebuah kalimat yang begitu menenangkan. Allah berfirman dalam Surah At-Taubah ayat 40, ketika Rasulullah SAW berkata kepada Abu Bakar Ash-Shiddiq saat bersembunyi di Gua Tsur, “Janganlah engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.” Kalimat sederhana ini bukan sekadar penghibur, melainkan sumber kekuatan bagi setiap hamba yang sedang menghadapi kesulitan.
Baca Juga: Manfaat Susu Kurma untuk Kesehatan Wanita
Jangan Bersedih Allah Bersama Kita
Peristiwa hijrah tersebut mengajarkan bahwa kebersamaan Allah tidak selalu berarti ujian langsung berakhir. Saat itu Rasulullah dan Abu Bakar masih dikejar kaum Quraisy. Bahaya masih mengintai di luar gua, namun ketenangan telah lebih dulu memenuhi hati mereka. Inilah makna sakinah, yaitu ketenteraman yang Allah turunkan kepada orang-orang yang bertawakal kepada-Nya.
Sering kali kita ingin mengetahui bagaimana masalah akan selesai. Kita sibuk mencari kepastian tentang masa depan hingga lupa bahwa Allah telah mengetahui seluruh jalan keluarnya. Mungkin hari ini rezeki terasa sempit, pekerjaan penuh tekanan, keluarga sedang diuji, atau doa yang dipanjatkan belum juga tampak jawabannya. Meski demikian, Allah tidak pernah meninggalkan hamba-Nya.
Dia mendengar doa yang bahkan belum sempat kita ucapkan dengan lisan. Dia mengetahui air mata yang jatuh diam-diam di sepertiga malam. Dia juga memahami lelah yang tidak sanggup kita ceritakan kepada siapa pun. Karena itu, seorang mukmin selalu memiliki tempat terbaik untuk bersandar, yaitu kepada Allah Yang Maha Pengasih.
Saat rasa takut datang, berhentilah sejenak dari hiruk pikuk kehidupan. Ambillah wudu, dirikan salat, atau cukup angkat tangan seraya berdoa dengan penuh keyakinan. Bisikkan pada hati, “Aku tidak sendiri. Allah bersamaku.” Kalimat itu mampu mengubah cara kita memandang ujian, dari sesuatu yang menakutkan menjadi kesempatan untuk semakin dekat kepada-Nya.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Tugas kita bukan mengendalikan semua hasil, melainkan melakukan ikhtiar terbaik dengan hati yang tenang. Selebihnya, serahkan kepada Allah yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana. Sebab ketika Allah membersamai seorang hamba, sesempit apa pun keadaan yang dihadapi, selalu ada harapan yang tumbuh dan jalan yang perlahan dibukakan oleh-Nya. [DW]




