AL-QUR’AN bukan hanya berisi tuntunan ibadah, tetapi juga menjadi pedoman lengkap dalam menjalani kehidupan. Di antara sekian banyak perintah yang Allah sampaikan, ada dua amalan yang berulang kali disebutkan secara beriringan. Pertama, menomorsatukan Allah dengan hanya menyembah-Nya. Kedua, berbuat baik kepada kedua orang tua.
Kedua amalan ini bukan sekadar anjuran, melainkan fondasi kehidupan seorang Muslim. Menariknya, setelah Allah memerintahkan manusia untuk mentauhidkan-Nya, perintah berikutnya adalah berbakti kepada ayah dan ibu. Hal ini menunjukkan betapa mulianya kedudukan orang tua dalam Islam.
Allah SWT berfirman:
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak.” (QS. Al-Isra’: 23)
Ayat tersebut memperlihatkan bahwa hubungan seorang hamba dengan Allah tidak dapat dipisahkan dari hubungannya dengan kedua orang tua.
Baca Juga: Al Abbas bin Abdul Muthalib Menjadi Penyedia Minuman bagi Jamaah Haji
Inilah Dua Amalan Paling Utama yang Disebutkan dalam Al-Qur’an
Menomorsatukan Allah dalam Segala Urusan
Amalan pertama yang harus menjadi prioritas adalah menjadikan Allah sebagai tujuan utama dalam hidup. Menomorsatukan Allah berarti mendahulukan perintah-Nya di atas keinginan pribadi, hawa nafsu, maupun kepentingan dunia.
Bentuknya dapat terlihat dalam kehidupan sehari-hari. Ketika azan berkumandang, seorang Muslim berusaha memenuhi panggilan shalat meskipun sedang sibuk bekerja. Saat memperoleh rezeki, ia menyadari bahwa semua berasal dari Allah sehingga tidak lupa bersyukur dan menunaikan zakat atau bersedekah. Ketika dihadapkan pada pilihan antara keuntungan dunia dan larangan agama, ia memilih menaati Allah meskipun harus mengorbankan kepentingannya sendiri.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Menomorsatukan Allah maksudnya juga adalah memurnikan keesaan Allah, mengakui bahwa Allah satu-satunya Tuhan yang disembah. Ketika meminta sesuatu apapun hanya kepada Allah, bukan kepada manusia seperti dukun dan orang pintar.
Berbuat Baik kepada Orang Tua
Setelah memerintahkan manusia untuk bertauhid, Allah langsung memerintahkan agar berbuat baik kepada kedua orang tua. Ini menunjukkan bahwa bakti kepada ayah dan ibu merupakan amalan yang sangat besar nilainya.
Orang tua telah berkorban sejak anak belum lahir. Seorang ibu mengandung selama berbulan-bulan dengan berbagai kesulitan, kemudian melahirkan dan merawat anak tanpa mengenal lelah. Ayah bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan memastikan anak-anaknya tumbuh dengan baik.
Karena itu, Islam mengajarkan agar seorang anak menghormati, membantu, berbicara dengan lembut, dan tidak menyakiti hati kedua orang tuanya. Bahkan ketika orang tua telah lanjut usia dan membutuhkan perhatian lebih, anak tetap diperintahkan untuk bersabar serta memperlakukan mereka dengan penuh kasih sayang.
Berbakti kepada orang tua bukan hanya ketika mereka sehat atau mampu memberi sesuatu. Justru ketika mereka lemah dan membutuhkan bantuan, saat itulah kesempatan besar bagi seorang anak untuk meraih pahala yang berlimpah.
Jika kedua orang tua telah meninggal dunia, kewajiban berbakti tidak berhenti. Seorang anak masih dapat mendoakan mereka, menyambung silaturahmi dengan kerabat dan sahabat mereka, serta bersedekah atas nama mereka sebagai bentuk bakti yang terus mengalir. [DW]
Sumber: Instagram Ustadzah Syifa Nurfadhillah





