ORANG tua, sering terjebak, untuk membahas tentang Allah dengan konsep berfikir yang berlebihan kepada anak-anak, ketika mengenalkan sesuatu yang tampak sebagai konsep abstrak buat mereka.
Padahal, faktanya, separuh tugas kita sudah selesai. Karena Allah telah menciptakan kita semua dalam keadaan fitrah (makrifatullah). Secara alami, kita semua, cenderung pada kebenaran saat kita dilahirkan.
كُلُّ مَوْلُوْدٍ يُوْلَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ، فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ، كَمَثَلِ الْبَهِيْمَةِ تَنْتِجُ الْبَهِيْمَةَ، هَلْ تَرَى فِيْهَا مِنْ جَدْعَاءَ؟
“Setiap anak dilahirkan di atas fitrah. Kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi. Sebagaimana permisalan hewan yang dilahirkan oleh hewan, apakah kalian melihat pada anaknya ada yang terpotong telinganya?
Baca Juga: Kisah Keteguhan Iman Zunairah yang Bertahan di Tengah Siksaan
Bagaimana Cara Mengenalkan Allah pada Balita?
Berikut ini cara mengenalkan Allah pada balita yang bisa dilakukan di rumah:
1. Berdiskusi Dengan Anak-Anak Tentang Adanya Allah
Jadi bagaimana kita memperkenalkan Allah kepada anak-anak ketika kita tidak dapat melihat-Nya atau membayangkan-Nya dengan cara apa pun?
Salah satu cara untuk membantu mereka adalah dengan mengajak mengamati ciptaan Allah. Tunjukkan kepada mereka bahwa kehadiran ciptaan Allah, hanya mungkin karena ada Penciptanya, yaitu Allah. Bimbing mereka untuk mengamati hal-hal di sekitar mereka dan libatkan mereka dalam diskusi sederhana.
2. Anak-anak lahir dengan kecenderungan menerima kebenaran (fitrah)
Sekarang tugas yang tersisa bagi kita sebagai orang tua adalah menumbuh kembangkan kecenderungan alami anak-anak ini untuk menerima kebenaran. Ini dilakukan dengan mengasuh dan mendidik mereka tentang apa yang benar dan apa yang salah menurut Al Qur’an dan apa yang diajarkan oleh Nabi kita (Sallallahu Alaihi Wassalam).
Mintalah mereka untuk merenungkan ciptaan Allah seperti matahari, langit, bulan, gunung, pohon, laut, dan lain-lain. Arahkan mereka juga memperhatikan ciptaan Allah yang ada pada diri mereka sendiri, yaitu tangan, kaki, jari dan seterusnya, serta ajak mereka untuk melihat ciptaan Allah, berupa hewan-hewan.
Sampaikan kepada mereka bagaimana proses semuanya terjadi sebagai ciptaan Allah dan bahwa segala sesuatu diciptakan oleh Allah. Kita juga dapat menanyakan pertanyaan seperti “Siapa yang menciptakan matahari dan langit?” Biasakan mereka untuk termotivasi merenungkan ciptaan-ciptaan Allah melalui pertanyaan-pertanyaan kita.
Misalnya, “Apakah menurutmu, mobil ini bisa keluar dan terjadi begitu saja? Atau seseorang telah membuatnya? Demikian juga, pohon dan hewan tidak terjadi sendiri dari ketiadaan. Mereka semua diciptakan oleh Allah. “
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Sumber: Ustadzah Dra. Indra Asih





