• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Jumat, 2 Januari, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Unggulan

Prioritaskan Saran Ibu atau Istri

20/10/2021
in Unggulan, Ustazah
prioritaskan

Foto: Pexels

85
SHARES
651
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com – Assalamu’alaikum Ustazah, saya seorang suami yang belum lama menikah. Ketika di hadapkan pada pilihan untuk mengikuti saran ibu atau istri atas suatu hal, mana yang harus saya prioritaskan? (Tiyo, Boyolali)

Jawaban:

Wa’alaikum salam. Semoga Allah memberkahi pernikahan Anda dan mengumpulkan Anda berdua dalam kebaikan.

Suatu kali Wabishah bin Ma’bad ra mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, kemudian beliau bersabda:

”Apakah engkau datang untuk bertanya tentang kebaikan dan keburukan?” Aku menjawab, ”Ya.”

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ”Istafti qalbak. Mintalah fatwa kepada hatimu. Kebaikan adalah apa saja yang jiwa merasa tenang dengannya dan hati merasa tentram kepadanya, dan keburukan adalah sesuatu yang menggelisahkan hatimu dan membuatmu ragu.” (HR. Imam Ahmad)

Hadits ini memberi isyarat bahwa hati manusia akan memberikan pertimbangan kepada kebaikan. Sebagian orang mengatakan ‘kata hati’ ini dengan ‘akal sehat’.

Baca juga: Mendiamkan Pasangan Bukan Solusi

Memprioritaskan dengan akal sehat

Orang yang berakal sehat akan melihat sesuatu secara objektif. Ia akan mengesampingkan perasaan-perasaan ‘tidak enak’. Ia akan mempertimbangkan segala sesuatu secara rasional.

Apakah pendapatnya bisa diterima oleh akal atau tidak. Ilmu pengetahuan menyebutnya sebagai ‘common sense’, sebuah kebaikan yang diakui oleh banyak orang apa pun latar belakang agama, suku, dan status sosialnya.

Jika saran dari ibu dan istri Anda hal yang bukan prinsip. Misalnya, urusan keseharian yang sifatnya teknis sebaiknya didiskusikan bersama secara proporsional. Andalah yang lebih paham situasi dan kondisinya.

Jika harus memilih prioritas yang mana antara ibu dan istri, maka pandanglah keduanya adalah orang-orang yang Anda sayangi.

Anda punya kewajiban ‘birrul walidain’ kepada ibu. Sementara kepada istri, Anda punya kewajiban memimpinnya, memberinya nafkah, dan menggaulinya dengan baik (wa’asyiruhunna bil ma’ruf).

Ketika Anda mengikuti saran salah satunya lebih prioritas, insya Allah Anda sudah berusaha untuk tidak menyinggung perasaan mereka.

Hari ini Anda memprioritaskan saran ibu karena berbagai pertimbangan, di lain hari bisa jadi Anda memprioritaskan saran istri karena berbagai pertimbangan pula.

Kenyataan hari ini bisa jadi berbeda dengan kenyataan di hari esok. Memprioritaskan saran salah satu di antara orang-orang yang Anda sayangi bukan berarti mengabaikan atau merendahkan yang lainnya.

Oleh karena itu, seorang laki-laki penting memiliki pengetahuan agama. Minimal pengetahuan tentang pokok-pokok ajaran Islam, fikih keluarga, dan hidup bermasyarakat.

Prinsip dalam memprioritaskan

Apakah suatu hal itu prinsip? Yang dimaksud hal prinsip adalah sesuatu yang sudah jelas dalam tuntunan agama, antara lain tentang keimanan, akhlak, dan ibadah.

Jika hal itu prinsip, Islam mengajarkan agar kita menjadikan kebenaran sebagai parameter dalam menilai sesuatu. Ada pun siapa yang mengatakan, tidak menjadi ukuran atas suatu kebenaran, kecuali ucapan itu keluar dari lisan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

Sebagaimana perkataan Imam Malik: ”Setiap ucapan boleh diterima dan ditolak, kecuali ucapan Nabi.”

Sababat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, Ubay bin Ka’ab ra mengatakan: ”Terimalah kebenaran yang datang padamu walaupun berasal dari orang yang kau benci, dan tolaklah kebatilan yang sampai padamu walaupun berasal dari orang dekat yang kau cintai.”

Ibu dan istri adalah orang-orang terdekat dan dicintai. Dalam pandangan Islam, kedudukan ibu sangat mulia. Ridhanya adalah ridha Allah. Murkanya adalah murka Allah. Demikian juga istri wajib dimuliakan dan disayangi.

Selama keduanya memberikan saran atau pendapat yang tidak menyimpang dari kebenaran, maka sudah sepatutnya saran mereka diterima. Namun jika mereka memberikan saran yang tidak benar, maka Anda tidak perlu ikuti.

“Laa tha’ata limakhluqin fi ma’shiyatil khaliq.“ Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam ma’shiyat kepada Allah. (HR. Bukhari dan Muslim)

Sebaliknya Andalah yang harus memberi nasihat kepada mereka.

Pertanyaan berikutnya, jika pendapat keduanya sama-sama benar, yang mana yang diprioritaskan? Baru di sinilah Anda melihat pada pertimbangan maslahatnya, manakah saran yang maslahatnya lebih besar.

Maslahat yang dimaksud adalah kebaikan atau manfaatnya. Jika saran dari ibu lebih banyak kebaikannya, maka ini yang diprioritaskan. Demikian sebaliknya, jika pendapat istri yang lebih banyak kebaikannya maka ini yang diprioritaskan.

Catatan Ustazah Wirianingsih di akun Instagramnya @wiwirianingsih pada Senin, 17 Oktober 2021.

[Wnd]

Tags: ustazahwirianingsih
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Resep Ikan Bawal dengan Bumbu Kuning Berkuah Segar

Next Post

Anaknya Sopan-Sopan

Next Post
anaknya sopan-sopan

Anaknya Sopan-Sopan

kita tipe

Kita Tipe yang Mana?

sanksi pidana

Sanksi Pidana untuk Orangtua yang Memaksa Anak di Bawah Umur Menikah

  • Batik Danar Hadi Tampilkan Fashion Show Bertema Kembang Parang

    Batik Danar Hadi Tampilkan Fashion Show Bertema Kembang Parang

    173 shares
    Share 69 Tweet 43
  • 3 Rantai Dosa yang Tanpa Sadar Kita Lakukan

    131 shares
    Share 52 Tweet 33
  • Resep Pastel Tutup, Ide Sajian Pagi Mengenyangkan

    152 shares
    Share 61 Tweet 38
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    7780 shares
    Share 3112 Tweet 1945
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    509 shares
    Share 204 Tweet 127
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3330 shares
    Share 1332 Tweet 833
  • Bolehkah Puasa Daud dan Puasa Ayamul Bidh Digabung

    622 shares
    Share 249 Tweet 156
  • 4 Macam Mad Lazim, Berikut Ini Pengertian dan Contohnya

    5221 shares
    Share 2088 Tweet 1305
  • Bermain Dadu dalam Hadis Nabi, Fiqih Salaf, dan Madzhab

    257 shares
    Share 103 Tweet 64
  • Penjelasan Ustaz Adi Hidayat tentang Hukum Shalat Sendiri di Rumah bagi Laki-Laki

    1844 shares
    Share 738 Tweet 461
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga