• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Jumat, 11 September, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home umroh

Sejarah Sa’i, Perjuangan Siti Hajar yang Diabadikan Dalam Rukun Haji

24/06/2023
in umroh
Sejarah Sa'i, Perjuangan Siti Hajar yang Diabadikan Dalam Rukun Haji

Foto : https://www.canva.com/design/DAFmKK0Nvv0/2Fmlf-q5Q1YNQuYQtIgk4g/edit#

123
SHARES
944
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

SEJARAH sa’i atau kisah perjuangan Siti Hajar dalam berlari – lari sebanyak tujuh kali dari Bukit Shafa ke Bukit Marwah telah diabadikan sebagai salah satu rukun umroh dan haji.

Perintah sa’i bagi umat Islam telah ditegaskan dalam Al-Quran yang berbunyi,

“Sesungguhnya, Shafa dan Marwah adalah sebagian dari syiar Allah. Maka barang siapa yang beribadah haji ke baitullah atau umroh, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa’I antara keduanya. Dan barang siapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui,” (QS Al-Baqarah ayat 158)

Seluruh jemaah haji yang melaksanakan sa’i hendaknya melakukan rukun haji tersebut dengan hikmat dan rasa penuh hayat.

Dalam menghayati sa’i, akan lebih afdhal apabila kita mengetahui asal muasal perjuangan Siti Hajar mengarungi Bukit Shafa dan Marwah.

Baca juga: Qurban Menjadi Pelipur Lara bagi yang Belum Bisa Berhaji

Sejarah Sa’i, Perjuangan Siti Hajar yang Diabadikan Dalam Rukun Haji

Asal Muasal Sa’i

Ibadah sa’i berasal dari pengalaman Siti Hajar yang berusaha mencari air untuk Ismail yang tengah kehausan. Saat itu, Nabi Ibrahim diperintahkan Allah untuk meninggalkan istrinya Siti Hajar dan Ismail yang saat itu masih bayi di sebuah gurun tandus.

Siti Hajar yang merasa sedih saat ditinggalkan bertanya kepada Nabi Ibrahim, “Hendak ke manakah engkau Ibrahim?”. “Sampai hatikah engkau meninggalkan kami berdua di tempat yang sunyi dan tandus ini?” tambah Siti Hajar.

Ia berkata demikian berulang kali, tetapi Nabi Ibrahim sama sekali tidak menoleh kepadanya.

Siti Hajar bertanya lagi, “Adakah ini memang perintah dari Allah?”. Barulah Nabi Ibrahim menjawab, “ya”. Kemudian Siti Hajar mengatakan, “Kalau demikian, pastilah Allah tidak akan menyia-nyiakan nasib kita.”

Jawaban Nabi Ibrahim membuat Siti Hajar lebih tenang. Kemudian setelah berjalan cukup jauh dan tidak terlihat oleh istri dan anaknya, Nabi Ibrahim menghadap kiblat dan berdoa,

“Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati. Ya Tuhan kami, (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat. Maka, jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezekilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.” (QS Ibrahim ayat 37)

Nabi Ibrahim memberi bekal makanan dan minuman untuk istri dan anaknya, namun pada akhirnya mereka berdua kehabisan persediaan.

Karena tidak tahan melihat keadaan anaknya, Siti Hajar akhirnya berusaha mencari air dan tampak olehnya bukit terdekat yang bisa ia datangi yaitu Bukit Shafa. Ia kemudian pergi ke puncak bukit Shafa namun tidak menemukan apapun.

Ia pun turun dari bukit Shafa kemudian berlari-lari kecil ke arah Bukit Marwah. Di puncak Bukit Marwah ia tetap tidak menemukan apapun sehingga ia kembali berlari menuju Bukit Shafa.

Setelah bolak-balik sebanyak tujuh kali, saat berada di Marwah ia mendengar suara yang mengejutkan. Saat tiba di arah suara Siti Hajar terkejut karena menemukan air yang memancar dari dalam tanah dengan derasnya di bawah telapak kaki Ismail.

Kini air tersebut dikenal dengan sebutan Air Zamzam dan tidak pernah kering sampai saat ini.

Kegiatan berlari-lari kecil dari Bukit Shafa ke Marwah sebanyak tujuh kali yang dilakukan Siti Hajar itulah yang menjadi dasar ibadah sa’i.

Munculnya air Zamzam membuat daerah di sekitar tempat tersebut menjadi subur. Kabilah Arab yang lewat memutuskan untuk tinggal di daerah itu dan akhirnya Mekah menjadi daerah berkembang yang dikunjungi seluruh umat Muslim untuk melakukan umroh dan haji. [MRR]

Sumber: umma.id

Tags: asal muasal ibadah sa'irukun hajisiti hajar
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Wisuda Angkatan VI, Rumah Tahfiz Qur’anuna Indonesia Cetak 170 Penghafal Al-Qur’an 30 Juz

Next Post

Ujian Kepemilikan Itu Berat

Next Post
Menyambung Kasih yang Tak Sampai (4)

Ujian Kepemilikan Itu Berat

Menjelang Puncak Haji, Fasilitas di Arafah dan Mina Siap 90 Persen

Menjelang Puncak Haji, Fasilitas di Arafah dan Mina Siap 90 Persen

Doa Setelah Shalat agar Khusyuk dalam Shalat

Meraih Hidup Tenang dengan Shalat dan Sabar

  • Cara Sederhana Mengurangi Pahit Buah dan Daun Mengkudu

    Cara Sederhana Mengurangi Pahit Buah dan Daun Mengkudu

    269 shares
    Share 108 Tweet 67
  • 5 Cara Hilangkan Noda Kunyit di Pakaian

    344 shares
    Share 138 Tweet 86
  • Aturan Baru Mendaki Gunung Merbabu bagi Pendaki

    99 shares
    Share 40 Tweet 25
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9292 shares
    Share 3717 Tweet 2323
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4212 shares
    Share 1685 Tweet 1053
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    813 shares
    Share 325 Tweet 203
  • Sekolah Pemikiran Islam (SPI) Jakarta: Membongkar Kebobrokan Feminisme dan Konsep Gender

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4792 shares
    Share 1917 Tweet 1198
  • Bahasa Inggris Lewat Aktivitas Sehari-hari, Siswa Lower Secondary JISc Praktikkan Present Simple Tense

    78 shares
    Share 31 Tweet 20
  • Inilah Kenapa Nepal Tidak Suka dengan Islam

    112 shares
    Share 45 Tweet 28
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga