• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Senin, 22 Juni, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Tumbuh Kembang

Perkembangan Emosi Anak Usia 3 Tahun

21/01/2025
in Tumbuh Kembang, Unggulan
Perkembangan Emosi Anak Usia 3 Tahun

Perkembangan Emosi (Foto: Pixabay)

411
SHARES
3.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ANAK di usia tiga tahun sudah banyak melakukan aktivitasnya sendiri. Ia mampu melakukan beberapa pekerjaan tanpa bantuan orang lain. Namun, pada tahap perkembangan kontrol emosi di usia ini, ada beberapa kegiatan yang tidak bisa ia lakukan sendiri dan memicu kekecewaan hingga tantrum.

Ini berkaitan dengan adanya gap antara  rasa percaya diri anak untuk melakukan kegiatan sendiri dan kemampuan motorik yang belum cukup mampan. Sebagai contoh, si kecil sudah bisa memakai baju sendiri namun ketika hendak memasukkan kancing mereka kesusahan dan akhirnya marah atau kesal.

Baca Juga: Perkembangan Anak Usia Satu Sampai Dua Tahun

Perkembangan Emosi Anak Usia 3 Tahun

Menurut psikolog Pritta Tyas M, kondisi anak di usia ini berkaitan dengan Teori Pembelajaran Vygotsy. Dalam teori ini, zona pembelajaran anak dibagi menjadi tiga zona. Yang pertama atau zona paling dalam adalah zona berwarna hijau, ini adalah comfort zone anak. Di zona ini anak sudah mahir dalam melakukan aktivitas tertentu.

Selanjutnya zona pink adalah zona pembelajaran. Di zona ini anak bisa melakukan sesuatu dengan bantuan orang lain. Dan terakhir ada zona berwarna biru, adalah zona dimana anak tidak bisa melakukan suatu aktivitas meskipun dengan bantuan orang lain. Pada zona biru ini anak cenderung akan lebih kesal karena tidak mampu melakukan kegiatan yang diinginkannya.

Maka, berdasarkan zona pembelajaran ini  orang tua bisa menjauhkan anak dari benda-benda yang memicu aktivitas pada zona biru (prepare environment). Ini untuk menghindari terjadinya tantrum saat anak tidak bisa melakukan aktivitas tersebut.

Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Untuk bisa masuk pada aktivitas zona biru, orang tua bisa memberikan kepada anak kegiatan-kegiatan yang bertahap, dimulai dari zona pink. Semisal, mengajarkan anak memasukkan kancing besar terlebih dahulu, setelah itu baru memasukkan kancing yang lebih kecil.

Pada usai ini, anak juga masih kesulitan untuk mengungkapkan keinginan dengan jelas. Mereka belum bisa mengontrol emosi saat mengekspresikan keinginan. Namun, dengan kondisi seperti ini bukan berarti mereka tidak bisa mengerti. Orang tua bisa membantunya secara verbal dengan mengatakan cara yang baik dan benar.

Selain itu, mereka juga mulai banyak tanya. Ini adalah tahapan perkembangan yang wajar. Dan terkadang, pertanyaan yang dilontarkan anak mengarah pada adu argumen. Orang tua harus banyak sabar, karena mereka sedang dalam fase perkembangan emosi.

Itulah, beberapa kondisi perkembangan emosi yang sering terjadi pada anak usia tiga tahun. [Ln/Sdz]

Sumber: Parentalk ID

Tags: Perkembangan Emosi Anak Usia 3 Tahun
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Mengelola Stress dan Kesepian di Usia Senja bersama Sekolah Lansia Salimah Bogor

Next Post

Rumah Kita bukan di Sini

Next Post
Beratnya Jalan Mendaki

Rumah Kita bukan di Sini

Tim Terapis Prima Jaya Bekasi Gelar Baksos Terapi Kesehatan

Tim Terapis Prima Jaya Bekasi Gelar Baksos Terapi Kesehatan

Mengundang 1500 Anak Yatim, Dr Ayu Widyaningrum Gelar Acara Syukuran Kelahiran Putranya

Mengundang 1500 Anak Yatim, Dr Ayu Widyaningrum Gelar Acara Syukuran Kelahiran Putranya

  • Spirit Doll Boneka Arwah dan Hukumnya dalam Islam

    Spirit Doll Boneka Arwah dan Hukumnya dalam Islam

    358 shares
    Share 143 Tweet 90
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8697 shares
    Share 3479 Tweet 2174
  • Pengguna Tranjateng bisa Masuk Wisata Dusun Semilir Kabupaten Semarang Secara Gratis

    124 shares
    Share 50 Tweet 31
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    979 shares
    Share 392 Tweet 245
  • Kedudukan Hewan ketika Mati, Masuk Surga atau Neraka?

    259 shares
    Share 104 Tweet 65
  • Bahaya Game Sakura Simulator School untuk Anak-Anak

    243 shares
    Share 97 Tweet 61
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4445 shares
    Share 1778 Tweet 1111
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11480 shares
    Share 4592 Tweet 2870
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3914 shares
    Share 1566 Tweet 979
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2323 shares
    Share 929 Tweet 581
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga