• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Senin, 1 Juni, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Tumbuh Kembang

5 Posisi Menggendong Bayi agar Terhindar dari Hyp Dysplasia

12/11/2021
in Tumbuh Kembang
5 Posisi Menggendong Bayi agar Terhindar dari Hyp Dysplasia

Foto: Unsplash

84
SHARES
648
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com – Bayi tidak melulu digendong dalam posisi tiduran. Bayi juga bisa nyaman digendong dengan kaki terbuka atau mengangkang sesuai dengan pertumbuhan usianya. Inilah 5 posisi menggendong bayi agar terhindar dari Hyp Dysplasia yang perlu Bunda ketahui.

Salah posisi saat menggendong bayi dapat membuat pertumbuhan tubuh bayi terhambat. Mengapa? Karena tulang bayi dan balita masih rapuh dan mudah terbentuk sesuai dengan kebiasaan menggendongnya. Untuk menghindari hal tersebut, Bunda perlu belajar posisi menggendong bayi yang benar sesuai dengan saran medis, bahkan sejak ia lahir.

Baca Juga: Uwais Al-Qarni, Pemuda yang Rela Menggendong Ibunya untuk Pergi Haji

5 Posisi Menggendong Bayi agar Terhindar dari Hyp Dysplasia

Sebagai tindakan pencegahan hyp dysplasia atau displasia pinggul bagi anak yang tidak mengalaminya saat dilahirkan, orang tua perlu memerhatikan posisi menggendong yang benar.

Selain membuat bayi lebih aman dan nyaman, orang yang menggendongnya juga jadi tidak kepayahan. Berikut posisi menggendong bayi yang aman agar terhindar dari displasia pinggul, dikutip dari the Asian Parent.

1. Posisi M
Posisi gendongan ini biasanya untuk bayi usia 0-4 bulan. Kaki bayi dalam keadaan setengah jongkok dengan lutut sedikit naik ke atas dengan posisi leher tegak yang ditopang oleh gendongan bayi.

Karena leher bayi belum mampu tegak sendiri, maka Ayah Bunda harus memastikan bahwa penyangganya akan menjaga lehernya dengan aman.

2. Posisi gendongan duduk
Ini adalah posisi menggendong bayi yang paling populer, yaitu dengan mendudukkan bayi di depan tubuh. Posisi ini membuat bayi dan orangtua juga rileks.

Untuk anak usia 0-4 tahun, posisi kaki dan leher harus diperhatikan. Kaki yang tertekuk secara keliru akan rentan menimbulkan pergeseran tulang pinggul bayi dan pastinya juga tidak akan nyaman untuk si kecil.

3. Menghadap depan
Ketika bayi sudah bisa mengangkat kepalanya sendiri dengan leher tegak, maka ia siap untuk digendong menghadap depan. Matanya yang penasaran tentang banyak hal akan jadi leluasa memandang ke depan.

4. Posisi pinggang kiri
Posisi ini mirip dengan yang biasa dipraktekkan pada gendongan kain. Yaitu bayi berada di pinggang sebelah kanan atau kiri.

Dalam posisi seperti ini, kepala bayi sudah harus bisa tegak sempurna. Ia juga akan nyaman karena bisa melihat ke depan, ke belakang, dan melihat wajah penggendongnya.

Saking nyamannya, banyak bayi yang akhirnya tertidur di dalam posisi seperti ini.

5. Gendong belakang
Posisi gendong ini sangat nyaman karena membuat orang tua merasa lebih ringan saat membawa bayi. Anak yang sudah siap digendong dengan cara seperti ini berarti sudah memiliki tulang punggung dan otot kaki yang cukup kuat. Yang jelas, jika anak sudah dalam posisi ini, artinya orang tua sudah boleh bebas khawatir dari displasia pinggul.

Bagaimana? Kini Bunda telah mengetahui 5 cara menggendong bayi agar tidak mengalami Hyp Dysplasia. Selamat mencoba![ind/asianparent]

Tags: 5 Posisi Menggendong Bayi agar Terhindar dari Hyp Dysplasia
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Bersinergi dalam Dakwah Literasi Digital, ChanelMuslim Lakukan MoU dengan MT Telkomsel

Next Post

Islam dan Rusia

Next Post

Islam dan Rusia

UNESCO Tetapkan Kota Tua Medina Azahara Cordoba Sebagai Situs Warisan Dunia

Euforia Piala Dunia 2018, Sharp Gelar Aquos Big Goal Campaign

  • Resep Telur Dadar Tahu Enak ala Chef Renatta

    Resep Telur Dadar Tahu Enak ala Chef Renatta

    252 shares
    Share 101 Tweet 63
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8552 shares
    Share 3421 Tweet 2138
  • Doa Ketika Selesai Sa’i

    157 shares
    Share 63 Tweet 39
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    904 shares
    Share 362 Tweet 226
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11389 shares
    Share 4556 Tweet 2847
  • Resep Siomay Gluten Free ala Chef Devina Hermawan

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Tumis Jantung Pisang Ala Chef Rudy Choirudin, Lauk Tradisional yang Kaya Rasa

    100 shares
    Share 40 Tweet 25
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3848 shares
    Share 1539 Tweet 962
  • 5 Objek Wisata Dekat Stasiun Cikarang yang Cocok untuk Liburan Singkat

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Mengenal Tiga Warna Favorit Nabi Muhammad

    265 shares
    Share 106 Tweet 66
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga