• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 22 Maret, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Tips

Tahap Melewati Krisis dan Duka Cita

23/02/2026
in Tips, Unggulan
Mengenal Tahap Depresi saat Berduka

Tahap Melewati Krisis dan Duka Cita (foto: pixabay)

92
SHARES
706
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

MELEWATI krisis dan duka cita bagi seseorang mungkin tahapan tersulit dalam hidup. Konselor Keluarga Cahyadi Takariawan menjelaskan bagaimana melewati fase tersebut tanpa menimbulkan kesedihan dan trauma.

Setiap manusia ataupun komunitas, selalu berpeluang mengalami kerentanan atau menghadapi krisis dalam kehidupannya. Andai boleh memilih, tentu kita tidak mau mengalami krisis atau kerentanan.

Pada umumnya manusia menghendaki kehidupan yang linear, yaitu selalu lebih baik dari waktu ke waktu. Hari ini lebih baik kondisinya daripada hari kemaren, dan besok kondisinya lebih baik daripada hari ini, begitu seterusnya.

Namun, seringkali krisis hadir bukan sebagai pilihan. Krisis hadir sebagai realitas keadaan, atau sebagai “paksaan“ yang mau atau tidak mau, suka atau tidak suka, rela atau tidak rela, harus terjadi dalam kehidupan manusia.

Seperti yang tengah dihadapi banyak manusia di dunia akhir-akhir ini, dengan mewabahnya pandemi corona —yang entah akan berlangsung hingga berapa lama.

Tak ada satupun manusia sehat jasmani rohani, yang memilih hidup dengan pandemi wabah.

Respon manusia ketika melewati situasi kedukaan atau krisis sangat beragam. Setiap orang bisa berbeda, baik dalam pola, situasi maupun durasi waktu yang diperlukan sampai bisa keluar dari situasi krisis tersebut.

Baca Juga: Krisis Nilai dan Moral dalam Pendidikan Keluarga

Tahap Melewati Krisis dan Duka Cita

Meski demikian, ada pola umum yang biasa terjadi pada kebanyakan manusia, yang oleh Kubler-Ross (1969) dikemas dalam teori “The Five Stages of Grief”.

Setelah mengalami suatu krisis atau kedukaan, respon umumnya manusia dimulai dengan penyangkalan (denial), marah (anger), tawar-menawar (bargaining), depresi (depression) dan penerimaan (acceptance).

Sebagai contoh, saya ambil kejadian yang mudah untuk dipahami, seorang perempuan kehilangan suami yang sangat dicintai, karena sang suami meninggal dunia lantaran Covid-19.

Perempuan itu mengalami kehilangan, atau kedukaan, atau situasi krisis. Sangat berat kehilangan orang yang begitu dicintai.

Respon umumnya, ia akan melewati lima tahap kedukaan. Tugas konselor adalah mendampingi, agar lima proses itu bisa dilalui dengan cepat.

Tulisan mengenai tahapan melewati krisis dan duka cita ini akan bersambung ke bagian selanjutnya.[ind]

 

Tags: Tahap Melewati Krisis dan Duka Cita
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Strategi Penting Agar Puasa Tetap Sehat dan Tubuh Tetap Prima

Next Post

Beberapa Inspirasi Dresscode Bukber 2026 dengan Berbagai Konsep

Next Post
Beberapa Inspirasi Dresscode Bukber 2026 dengan Berbagai Konsep

Beberapa Inspirasi Dresscode Bukber 2026 dengan Berbagai Konsep

Salimah Tulungagung Edukasi Lansia untuk Mewaspadai Risiko Puasa bagi Penderita Diabetes Melitus

Salimah Tulungagung Edukasi Lansia untuk Mewaspadai Risiko Puasa bagi Penderita Diabetes Melitus

Hukum Dua Kali Witir dalam Satu Malam

Hukum Dua Kali Witir dalam Satu Malam

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8091 shares
    Share 3236 Tweet 2023
  • Surat Al-Mutaffifin Ayat 7-9, Apa itu Sijjin?

    137 shares
    Share 55 Tweet 34
  • Komunitas Indonesia di Ehime Jepang Gelar Shalat Idulfitri Terbesar

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3590 shares
    Share 1436 Tweet 898
  • Ambil Langkah Berbeda, UBN Pilih Khutbah Idulfitri di Wilayah Bencana Aceh Tamiang

    66 shares
    Share 26 Tweet 17
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    1973 shares
    Share 789 Tweet 493
  • Orang yang Wafat Mengetahui Kondisi Keluarga yang Masih Hidup (Bag. 2)

    173 shares
    Share 69 Tweet 43
  • Beda Silaturahmi dengan Ziarah dan Keutamaan Mengunjungi Orang Saleh

    197 shares
    Share 79 Tweet 49
  • 6 Cara Mudah Atasi Kaki Pecah-Pecah

    90 shares
    Share 36 Tweet 23
  • Lily Jay, Aktris dan Penyanyi Internasional dari Australia, Temukan Islam Lewat ChatGPT

    104 shares
    Share 42 Tweet 26
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga