• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Selasa, 25 Agustus, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Tips

Cara Menghindari Musibah atau Ketiban Sial

17/12/2025
in Tips
Cara Menghindari Musibah atau Ketiban Sial

(foto: pixabay)

110
SHARES
849
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

BAGAIMANA cara menghindari musibah atau ketiban sial? Kenapa saya merasa terus menerus mendapat musibah atau ketiban sial?

Motivator dari Rumah Pintar Aisha, Randy Ariyanto W., menjelaskan bahwa ada orang yang merasa terus menerus mendapatkan musibah, seolah-olah musibah datang silih berganti.

Belum selesai dengan satu musibah datang lagi musibah yang lain. Begitu seterusnya, seolah-olah musibah terus berdatangan tanpa jeda.

baca juga: Buang Sial dalam Islam

Ada dua hal kenapa kita terus menerus tertimpa musibah.

Pertama, karena kita banyak dosa

Dosa-dosa kitalah yang sebenarnya mengundang musibah itu datang. Sobat, musibah yang menimpa kita itu berasal dari perbuatan diri kita sendiri.

Mari kita muhasabah diri, lihat diri sendiri seberapa banyak dosa yang kita lakukan. Dosa-dosa itulah yang menyebabkan kita terjebak dalam kumbangan masalah.

Mungkin kita terlalu meremehkan dosa. Dosa-dosa itulah yang mengundang musibah datang.

“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan- kesalahanmu).” (Asy Syura: 30).

Jadi sobat, minta ampunlah kepada Allah. Kita itu banyak dosa. Kita lupa minta ampun kepada Allah. Kita begitu meremehkan dosa-dosa dan menganggapnya kecil.

Allah sayang kepadamu. Engkau diingatkan terus dengan musibah demi musibah yang menimpamu. Itu bukti Allah sayang kepadamu.

Allah ingin kamu sadar akan dosa yang selama ini engkau terus lakukan dan engkau anggap remeh. Allah ingin engkau kembali kepada-Nya. Maka mintalah ampun kepada-Nya.

Saat engkau minta ampun kepada-Nya maka Allah akan menghapus dosa-dosamu.

“Tidak ada satupun musibah (cobaan) yang menimpa seorang Muslim, melainkan dosanya dihapus Allah Ta’ala karenanya, sekalipun musibah itu hanya karena tertusuk duri.” (HR Muslim).

Jadi agar hidup kita sedikit masalah atau jika ada masalah, Allah segera beri solusi sehingga tidak berkepanjangan maka jangan banyak berbuat dosa.

Kedua, kenapa kita seringkali sial, sering mendapatkan masalah karena kita sering berprasangka buruk.

Jika kita sering berpikir hidup ini susah, hidup ini sulit, hidup itu perjuangan, cari kerja enggak gampang, pengangguran di mana-mana, enggak bisa makan kalau enggak utang maka hidup kita akan sama persis dengan apa yang sering kita pikirkan atau sering kita katakan.

Jika kita berpikir hidup ini susah maka pikiran kita akan memerintahkan semua organ tubuh kita untuk membuktikan bahwa betul hidup ini susah.

Kita juga akan memancarkan vibrasi negatif sehingga banyak kejadian yang mendukung apa yang kita pikirkan bahwa benar hidup ini susah.

Kita juga akan berjarak dengan berbagai peluang rezeki padahal peluang itu sebenarnya ada di sekitar kita. Pikiran kitalah yang membuat peluang-peluang itu tidak bisa kita ambil.

Cara Menghindari Musibah atau Ketiban Sial

Sobat, jika pikiranmu ruwet maka hidupnya juga ruwet. Jika kamu berpikir hidup ini susah maka kamu juga akan mengalami berbagai situasi yang membenarkan bahwa hidup itu memang susah.

Terus bagaimana caranya pertama biasakan berkata positif terhadap diri sendiri misalnya hidup ini mudah, rezekiku melimpah, badanku sehat dan kuat, aku bahagia, aku adalah hamba yang bersyukur, dan sebagainya.

Kemudian, isi hidup ini dengan mode semangat dan bahagia.

Jika sebelumnya kita identik dengan orang yang suka sedih, mengeluh, tidak happy, merasa banyak masalah, tidak berdaya, tidak berguna, lemah maka ganti modenya dengan menghadirkan perasaan semangat, bahagia dan optimis.

Tiap hari isi harimu dengan semangat dan bahagia. Karena bahagia itu mendatangkan kesuksesan. Kunci sukses itu ada pada kata semangat, percaya diri dan bahagia.

Jadi bahagia dulu baru sukses akan datang sendiri jangan di balik sukses dulu baru bahagia kalau enggak sukses-sukses kapan bahagianya.

Jadi bahagia itu keputusan bukan datang dari luar tapi datang dari dalam diri kita sendiri. Saya putuskan untuk bahagia caranya mudah sekali yakni dengan bersyukur.

Bahagia itu bisa berasal dari luar misalnya dapat hadiah, naik jabatan, dan lain-lain, dan bisa juga berasal dari dalam diri sendiri misalnya bersyukur.

Banyak sekali kondisi luar yang mencuri kebahagiaan kita misalnya konflik dengan tetangga, konflik dengan atasan, masalah keuangan, masalah keluarga, masalah dengan mertua, dan lain-lain.

Kadang karena saling sawang sinawang kita menjadi tidak bahagia. Ada tetangga membeli mobil baru kita jadi tidak bahagia.

Ingatlah bahwa bahagia itu menarik kebahagiaan lainnya. Jika kamu bersyukur maka nikmatmu akan ditambah.

Kalau tidak bahagia untuk sukses dan kaya itu butuh effort yang luar biasa. Keajaiban itu hanya hadir bagi mereka yang bersyukur dan bahagia.

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu.” (QS. Ibrahim: 7).[ind]

Tags: Cara Menghindari Musibah atau Ketiban Sial
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

8 Keutamaan Shalat Subuh Berjamaah

Next Post

Air Mata Raffi Ahmad Meluap Kala Mengunjungi Korban Banjir di Sumatra

Next Post
Air Mata Raffi Ahmad Meluap Kala Mengunjungi Korban Banjir di Sumatra

Air Mata Raffi Ahmad Meluap Kala Mengunjungi Korban Banjir di Sumatra

Ketika Doa Dikabulkan atau Tidak Dikabulkan

Ketika Doa Dikabulkan atau Tidak Dikabulkan

Hukum Berbekam, Cabut Gigi dan Donor Darah Saat Berpuasa

Tips agar Anak Tidak Takut ke Klinik Gigi

  • Nama potongan rambut pria agar tidak qaza

    5 Nama Potongan Rambut Pria agar Tidak Qaza`

    1949 shares
    Share 780 Tweet 487
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    724 shares
    Share 290 Tweet 181
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9178 shares
    Share 3671 Tweet 2295
  • Cetak Rekor, Wahdah Islamiyah Jadi Ormas Pertama yang Gelar Sertifikasi Dai Massal Bersama MUI Pusat

    72 shares
    Share 29 Tweet 18
  • Kisah Hasan bin Tsabit Dibayar Mahal untuk Menjelekkan Rasulullah, Tapi ini yang Terjadi

    632 shares
    Share 253 Tweet 158
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1234 shares
    Share 494 Tweet 309
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11712 shares
    Share 4685 Tweet 2928
  • Makam Rasulullah Terletak Sebelah Timur Masjid Nabawi

    395 shares
    Share 158 Tweet 99
  • 3 Kreasi Olahan Sagu Tinggi Protein untuk Segala Usia

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Mengenal Tiga Warna Favorit Nabi Muhammad

    379 shares
    Share 152 Tweet 95
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga