• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 16 September, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Teras

Keluarga Koalisi

02/08/2018
in Teras
76
SHARES
588
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com- Mempunyai anak merupakan cita-cita setiap pasangan suami isteri. Tapi, apa jadinya jika sudah lebih dari lima belas tahun, cita-cita itu tak juga terwujud. Perlukah keluarga berkoalisi?
Bu Endang seperti tak lagi punya pilihan. Entah sudah berapa pengobatan ia dan suami lakukan demi bisa punya anak, tapi hasilnya tetap saja nihil. 
Hingga suatu hari, Bu Endang menawarkan sebuah solusi ke suami. “Mas mau poligami?” ucapnya begitu serius.
Sontak saja, suami Bu Endang menjadi canggung. Ia bingung mesti bilang apa. Mau setuju, masih belum percaya. Mau nolak, tapi kok tawarannya lumayan menarik.
“Kamu benar-benar serius, Dek?” tanya balik suami Bu Endang. 
Dengan ekspresi penuh kemantapan, Bu Endang pun mengangguk setuju. “Demi masa depan kita bersama, Mas. Supaya Mas bisa punya keturunan. Insya Allah, aku ikhlas!” tegas Bu Endang yang membuat hati suaminya begitu trenyuh. 
“Tapi, ada syaratnya, Mas…,” tambah Bu Endang kemudian.
Suaminya pun kian menyimak. “Aku hanya ingin posisiku sebagai isteri tetap punya pengaruh yang kuat di keluarga kita. Bukan si dia,” ucap Bu Endang agak berat. 
“Aku paham, Dek. Insya Allah ini jadi syarat yang akan aku pegang,” jawab suami Bu Endang kemudian.
Proses panjang pun bergulir. Hari berganti pekan, dan pekan melompat ke bulan. Calon isteri kedua suami Bu Endang sudah ketemu. Teman suami Bu Endang yang mengenalkan.
Setelah proses kenalan yang dilakukan suami Bu Endang, sang calon isteri pun siap untuk dilamar. Siap untuk menjadi isteri kedua. 
Menjelang proses itu, Bu Endang mengingatkan suaminya tentang syarat yang telah mereka sepakati. “Oh iya, hampir aku lupa, Dek,” ucap suami Bu Endang. 
Melalui perantaraan teman suami Bu Endang, hal tersebut dibahas oleh kedua belah pihak, suami Bu Endang dan calon isteri keduanya. 
Di luar dugaan, pembahasan itu ternyata tak semudah yang dibayangkan. Sang calon isteri keberatan dengan syarat itu. Ia berdalih, semua harus tergantung suami. Kalau suami lebih sayang ke isteri yang kedua, yang pertama tak boleh keberatan. Apalagi menggugat.
Yang diinginkan Bu Endang, ia kan sudah lama melalui hidup bersama suaminya. Pahit getir dirasakan bersama. Dari suami yang ekonomi lemah, hingga sekarang sudah lumayan; semua tak luput dari peran Bu Endang. Ya, wajar kan Bu Endang punya wewenang yang lebih, sahamnya lebih besar.
Namun, bagi calon isteri kedua suami Bu Endang, hal itu dirasa tidak tepat. Lagi-lagi, ia menyerahkan soal perhatian dan sayang kepada sang suami, bukan dengan kesepakatan seperti itu.
Dalam secarik kertas, calon suami Bu Endang menulis, “Sebaiknya kita berlomba secara adil. Jangan dengan patokan kesepakatan seperti itu. Serahkan saja ke sang suami: ia lebih sayang siapa, lebih cinta siapa, dan nantinya lebih banyak bersama siapa.” 
Bu Endang pun kian gelisah. Tapi, ia bingung harus berbuat apa. Tawarannya ke suami untuk poligami bukan untuk semata-mata kebahagiaan suaminya. Melainkan, buat bersama, sebagai sebuah keluarga besar. Bukan dengan cara berlomba seperti itu. 
Bu Endang pun terbawa kenangan lama ketika suaminya bukan siapa-siapa. Bu Endanglah yang membantu suaminya, dengan modal uang hingga pengetahuan tentang bisnis. Dan sekarang, suaminya dinilai sudah sangat layak untuk bisa berpoligami. 
Tapi, apakah layak sebuah kebahagiaan dinikmati oleh satu pihak sementara pihak lain yang sebelumnya berperan besar dengan kebahagiaan itu terlupakan begitu saja. 
“Gimana dong, Dek kelanjutannya?” tanya sang suami ke Bu Endang.
Bu Endang menatap gestur suaminya yang mulai agak beda. Beberapa pertemuan dan interaksi dengan sang calon isteri seperti membuatnya hanyut dengan hasrat. Tapi, ia yakin, suaminya bukan tipe mata keranjang. Bukan pula suami yang seperti kacang lupa kulitnya.
Beberapa hari pun berlalu. Belum ada lamaran. Tak ada juga pembatalan. Semuanya seperti mengambang. 
Namun begitu, Bu Endang dan suaminya masih bisa berkomunikasi dengan lancar. “Ah, ternyata gak gampang membuat koalisi keluarga baru. Susah!” ucap suami Bu Endang yang diiringi anggukan sang isteri. (muhammad nuh)

 

k

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Ekonomi Indonesia Sedang Krisis, Ini Ciri-Cirinya!

Next Post

31 Juli – 5 Agustus, Yuk ke Bekasi Islamic Fair 2018

Next Post

31 Juli - 5 Agustus, Yuk ke Bekasi Islamic Fair 2018

Pasca Evaluasi Kerja Haji, Ini Tiga Imbauan Penting untuk Jamaah

Ponakan Hafidz Alquran, Ini Cerita Syahrini dan Aisyahrani

  • Beberapa Penyebab Rambut Tipis Mudah Lepek

    Beberapa Penyebab Rambut Tipis Mudah Lepek

    151 shares
    Share 60 Tweet 38
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9332 shares
    Share 3733 Tweet 2333
  • 5 Wisata Edukasi Dekat Stasiun BNI City yang Seru untuk Dikunjungi

    71 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Simbang Kulon Night Carnival 2026 Viral, Adegan Bernuansa Satanic dan Kabar Peserta Meninggal

    132 shares
    Share 53 Tweet 33
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    841 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11763 shares
    Share 4705 Tweet 2941
  • Mengenal Tiga Warna Favorit Nabi Muhammad

    413 shares
    Share 165 Tweet 103
  • Kemenhaj Perkuat Pengawasan dan Perlindungan Jemaah Umroh yang Alami Penundaan

    70 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Rekomendasi Ide Masak Tofu Simpel Kurang dari 30 Menit

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Berikut Tips Memilih Outfit yang Aman untuk Bersepeda

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga