ChanelMuslim.com media onlie keluarga, media islam

Rabu, 28 Oktober 2020 | 12 Rabiul Awwal 1442 H
Login
Register

 


 
 
 
 
SYARIAH

Taubat dari Harta Curian

30 September 2020 13:30:01
Taubat dari Harta Curian
Taubat dari Harta Curian (foto: pexels)

oleh: Ustaz Farid Nu'man Hasan

ChanelMuslim.com - Ustaz, mau nanya cara taubat dari harta curian misal si A mengambil uang sebesar Rp5.000 dari si B, lalu si A bertaubat dan ingin mengembalikan uang hasil curiannya kepada si B, setelah si A menemui si B, si B malah mengikhlaskan uang yang dicuri oleh si A, apakah si A tetap harus memaksa mengembalikan kepada si B ? Solusi terbaiknya bagaimana Ustaz?

Jawaban:

Bismillahirrahmanirrahim..

Cara bertobat itu ada dua jenis; 1. Dari dosa kepada Allah, 2. Dosa kepada manusia.

Imam an Nawawi Rahimahullah mengatakan:

قال العلماء: التوبة واجبة من كل ذنب, فإن كانت المعصية بين العبد وبين الله تعالى لا تتعلق بحق آدمي, فلها ثلاثة شروط:

أحدها: أن يقلع عن المعصية.

والثاني: أن يندم على فعلها.

والثالث: أن يعزم أن لا يعود إليها أبداً. فإن فقد أحد الثلاثة لم تصح توبته.

وإن كانت المعصية تتعلق بآدمي فشروطها أربعة: هذه الثلاثة, وأن يبرأ من حق صاحبها, فإن كانت مالاً أو نحوه رده إليه, وإن كانت حد قذف ونحوه مكنه منه أو طلب عفوه, وإن كانت غيبة استحله منها. ويجب أن يتوب من جميع الذنوب, فإن تاب من بعضها صحت توبته عند أهل الحق من ذلك الذنب, وبقي عليه الباقي

Para ulama mengatakan: taubat itu wajib pada setiap dosa. Jika maksiatnya adalah antara manusia dengan Allah Ta’ala, tidak kaitan dengan manusia lain, maka ada syarat taubat:

Pertama. Dia meninggalkan maksiatnya itu.

Kedua. Menyesali perbuatannya

Ketiga. Dia bertekad tidak mengulangi lagi selamanya. Jika satu saja luput dari tiga syarat ini maka tidak sah taubatnya.

Jika maksiatnya terkait kesalahan kepada sesama manusia, maka syaratnya empat; yaitu tiga yang di atas, dan membersihkan kesalahannya itu kepada saudaranya. Jika terkait harta atau semisalnya maka kembalikan kepadanya harta tersebut, kalau kesalahannya berupa “menuduh” maka minta maaf kepadanya, jika dosanya berupa ghibah maka minta dihalalkan kepadanya, dan wajib bertaubat dari semua dosa, jika dia bertaubat dari sebagian dosa maka taubatnya tetap sah menurut ahlul haq, dan dia tinggal menyempurnakan taubat yang sisanya.

(Riyadhushshalihin, Hal. 33-34)

Dalam penjelasan Imam an Nawawi Rahimahullah di atas, maka apa yang Anda lakukan dengan minta maaf dan mengembalikannya sudah tepat dan benar.

Ada pun jika si pemilik uang itu mengikhlaskan, maka berarti itu sudah selesai dan tidak ada lagi kewajiban apa pun atas Anda kepada orang itu, dan itu menjadi amal shalih bagi orang tersebut.

Demikian. Wallahu a'lam.[ind]

 
Info Video CMM :
 
Bagaimana menurut anda mengenai isi artikel ini?
 
FOKUS
 
 
 
TOPIK :
taubat dari harta curian
 
BERITA LAINNYA
 
 
 
SYARIAH
30 April 2020 23:27:15

Kehalalan Bergaul dengan Istri di Malam Ramadan

 
SYARIAH
16 June 2020 20:00:57

Hukum Jual Beli Kredit

 
SYARIAH
29 April 2019 21:07:35

Usia Ideal si Kecil untuk Ikut Berpuasa

 
SYARIAH
11 June 2020 23:13:28

Doa agar Terhindar dari Gangguan Jin

Saksikan tren modest wear terkini dari 164 designer modest fashion Indonesia dalam ajang Modest Fashion Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2020 yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia, Indonesian Fashion Chamber, dan Indonesia Halal Lifestyle Cent
 

 
 
TERBARU
 
cmm market
 
 
TERPOPULER
 
 
 
 


media online keluarga
media online keluarga

ChanelMuslim.com

Media Inspirasi Keluarga Muslim Indonesia dengan berbagai rubrik terbaik untuk keluarga muslim Indonesia kini tersedia di

media online keluarga

Nikmati kemudahan mendapatkan berbagai berita dan artikel islami disini.

media online keluarga
JANGKAU LEBIH LUAS KONSUMEN ANDA,
beriklan di ChanelMuslim.com
Hotline : 0811.1362.284