RISALAH Shalat Ghaib. Akhir-akhir ini publik Indonesia ramai melakukan shalat ghaib atas kepergian Emmeril Kahn Mumtadz, anak Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.
Bagaimana pelaksanaan shalat ghaib pada masa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam? Berikut penjelasan Ustaz Farid Nu’man Hasan mengenai hal ini.
Imam Bukhari meriwayatkan sebagai berikut:
ุนููู ุฃูุจูู ููุฑูููุฑูุฉู ุฑูุถููู ุงูููููู ุนููููู ุฃูููู ุฑูุณูููู ุงูููููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู ู ููุนูู ุงููููุฌูุงุดูููู ููู ุงููููููู ู ุงูููุฐูู ู ูุงุชู ููููู ููุฎูุฑูุฌู ุจูููู ู ุฅูููู ุงููู ูุตููููู ููุตูููู ุจูููู ู ููููุจููุฑู ุนููููููู ุฃูุฑูุจูุนู ุชูููุจููุฑูุงุชู
Dari Abu Hurairah r.a, bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mengumumkan atas wafatnya Najasyi di hari kematiannya, dan Beliau keluar menuju lapangan bersama mereka (para sahabat) lalu membuat barisan dan bertakbir empat kali.
(HR. Bukhari No. 1333)
Hadits ini menjadi dasar sebagian ulama atas disyariatkannya shalat ghaib.
Baca Juga:ย Shalat Ghaib untuk Eril
Risalah Shalat Ghaib
Hadits ini juga menunjukkan kehadiran mayat dalam shalat jenazah bukanlah syarat sahnya shalat jenazah, inilah yang kemudian disebut dengan shalat ghaib, karena mayatnya tidak di tempat.
Demikianlah yang disepakati Syafiโiyyah dan Hanabilah (Hambaliyah).
Dalam al Mausuโah tertulis:
ููููุงูููู ุงูุดููุงููุนููููุฉู ุงููุญูููุงุจูููุฉู ุนูููู ุนูุฏูู ู ุงุดูุชูุฑูุงุทู ุญูุถููุฑูููุ ููุชูุฌููููุฒู ุงูุตูููุงูุฉู ุนูููู ุงููุบูุงุฆูุจู
Syafiโiyyah dan Hanabilah sepakat tidak disyaratkannya kehadiran mayat dalam shalat jenazah, sehingga pelaksanaan shalat secara ghaib (ketidak hadiran mayat). (Al Mausuโah al Fiqhiyyah al Kuwaitiyah, 16/20)
Hanafiyah dan Malikiyah berpendapat, shalat ghaib khusus buat Najasyi saja, tidak bagi yang lainnya.
Hal itu dijawab sebagai berikut:
ูุฐูุจุช ุงูุดุงูุนูุฉ ูุงูุญูุงุจูุฉ ุฅูู ู ุดุฑูุนูุฉ ุงูุตูุงุฉ ุนูู ุงูู ูุช ุงูุบุงุฆุจ ูุชู ุณููุง ุจุตูุงุฉ ุงูุฑุณูู – ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู – ูุตุญุงุจุชู ุนูู ุงููุฌุงุดู ุนูุฏ ู ูุชู ููุง ูุฑูู ุฎุตูุตูุชูุง ุจู ูุนุฏู ุงููุต ุนูู ุฐููุ ููุงููุง : ุงูุฃุตู ูู ุงูุฃุญูุงู ุงูุนู ูู ูุนุฏู ุงูุฎุตูุตูุฉ.
Kalangan Syafiโiyah dan Hanabilah berpendapat disyariatkannya shalat ghaib, berdasarkan riwayat shalatnya Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersama sahabatnya untuk Najasyi ketika hari wafatnya.
Mereka tidak menilai bahwa ini khusus bagi dia saja, sebab tidak ada dalil yang menunjukkan kekhususan itu. Mereka mengatakan: asal dari hukum adalah berlaku keumumannya, dan tidak secara khusus.
(Syaikh Abdullah Su’ud al Funaisan, Al Khulashah fi Ahkamisy Syahid, 2/223)
Mayatnya pun berlaku bagi pria, laki, anak-anak, tua dan muda:
ูุฅู ุงูุตูุงุฉ ุนูู ุงูุบุงุฆุจ (ุฃู: ุงูู ุณูู ุงูุฐู ู ุงุช ูู ุจูุฏ ุขุฎุฑ) ุฌุงุฆุฒุฉุ ููุฏ ุฑูู ุงูุดูุฎุงู ุตูุงุฉ ุงููุจู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู ูุงูุตุญุงุจุฉ ู ุนู ุนูู ุงููุฌุงุดู ูู ุง ู ุงุช ูู ุงูุญุจุดุฉ.ูุชุตูู ุตูุงุฉ ุงูุบุงุฆุจ ุนูู ูู ู ูู ุชูุตูู ุนููู ุตูุงุฉ ุงูุฌูุงุฒุฉุ ููู: ูู ู ุณูู ู ุงุช: ุฐูุฑุงู ูุงู ุฃู ุฃูุซูุ ุตุบูุฑุงู ูุงู ุฃู ูุจูุฑุงูุ ุจุงุชูุงู ุงููููุงุก.
Sesungguhnya Shalat Ghaib (yaitu shalat kepada muslim yang wafat di negeri lain) adalah boleh.
Telah diriwayatkan oleh Syaikhan (Bukhari dan Muslim) tentang shalatnya Nabi Shallallahu alaihi wa sallam dan para sahabat bersamanya terhadap mayat Najasyi yang wafat di Habasyah.
Dilakukannya shalat ghaib adalah untuk setiap orang yang dishalatkan jenazahnya, dia adalah setiap muslim yang wafat, baik laki-laki atau wanita, anak-anak atau orang tua, menurut kesepakatan para fuqaha.
(Al Khulashah fi Ahkamisy Syahid, 2/141)
Demikian. Wallahu aโlam. Sahabat Muslim, semoga dengan penjelasan mengenai risalah shalat ghaib ini, pengetahuan kamu semakin bertambah.[ind]





