• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 12 Maret, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Syariah

Promo E-Money, Apakah Termasuk Riba?

10/07/2023
in Syariah, Unggulan
Promo E-Money, Apakah Termasuk Riba?

Foto: Unsplash

97
SHARES
746
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

PROMO E-Money, Apakah Termasuk Riba?

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ustadz, Saya mau bertanya, saya pernah mendengar, kalau kita belanja pakai e-money terus dapat cashback atau diskon atau free ongkir itu dikategorikan sebagai riba. Apakah itu benar? Mohon penjelasan Ustadz

Jawaban oleh Ustaz DR. Oni Sahroni, MA:

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Pertama-pertama perlu ditegaskan bahwa penjelasan di bawah ini konteksnya terkait e-money dari sisi fikih semata. Jika penerbit e-money memberikan promo marketing (al-hawafiz at-tasyji’iyah), maka ketentuan hukumnya bisa dibedakan berdasarkan skema dan pihak mana yang memberikan promo.

Baca Juga: Promo Menarik GoWet, Cocok untuk Rekreasi Bareng Keluarga!

Jadi, secara konsep fikih, promo yang dibolehkan (bukan bagian dari riba) adalah dalam kondisi berikut.

(1) Pengguna e-money (sebagai kreditur dalam sebagian kondisi) tidak memberikan syarat kepada penerbit. Misalkan bahwa ia akan top up tanpa mensyaratkan penerbit memberikan hadiah promo.

Sebaliknya, promo yang tidak dibolehkan dan bagian dari riba saat pengguna e-money memberikan syarat kepada penerbit bahwa ia akan top up dengan syarat penerbit memberikan hadiah promo.

Misalnya dalam ilustrasi ungkapan; pengguna e-money menyampaikan kepada penerbit bahwa ia hanya akan top up dana jika mendapatkan benefit seperti promo hadiah, cashback, atau free ongkir. Jika tidak diberikan promo tersebut, maka ia tidak akan top up.

Sebagai pengguna e-money, memang tidak mudah mengetahui apakah transaksi e-money dengan promo itu dilakukan bersyarat atau tidak, karena itu baru diketahui dengan memastikan isi klausul perjanjian dan sistem yang berlaku dalam platform e-money.

(2) Penerbit e-money memberikan promo hadiah kepada pengguna bukan karena kredit yang diterimanya, tetapi karena transaksi pembelian pengguna dengan merchant. Salah satu indikatornya adalah promo tersebut hanya diberikan saat pengguna melakukan transaksi pembelian.

Sebaliknya, promo yang tidak dibolehkan dan bagian dari riba saat penerbit e-money memberikan promo hadiah kepada pengguna karena pinjaman yang diterimanya. Misalnya, penerbit memberikan promo hadiah setiap kali pengguna berbelanja atau bertransaksi ataupun tidak.

Jadi promo hadiah diberikan secara berkala, baik berbelanja ataupun tidak. Sesuai dengan kaidah umum, “Setiap utang piutang yang memberikan manfaat (kepada kreditor) adalah riba, jika dipersyaratkan.”

(3) Pengguna e-money menggunakan e-money-nya sebagai alat bayar karena kemudahan bertransaksi, bukan karena promo sebagaimana yang terjadi pada sebagian di mana menggunakan e-money bukan karena promo, tetapi karena kemudahan dalam bertransaksi dan berbelanja.

Selanjutnya, dari sisi referensi fatwa, jika merujuk pada fatwa Dewan Syariah Nasional MUI No 116/DSN-MUI/IX/2017 tentang Uang Elektronik Syariah, tidak menjelaskan secara detail seputar ketentuan promo yang diberikan oleh penerbit e-money kepada pengguna e-money.

Tetapi secara umum fatwa tersebut telah menjelaskan status akad antara penerbit dan pengguna e-money, yaitu akad qardh atau akad wadi’ah atau titipan yang telah berubah menjadi qardh karena dana pengguna digunakan oleh penerbit.

Dengan penegasan jenis akad ini, maka fatwa telah memberikan penjelasan bahwa jika penerbit memberikan promo itu berlaku ketentuan akad kredit (qardh) antara debitur dan kreditor.

Sebenarnya, fatwa terkait hadiah (Fatwa DSN MUI No 86/DSN-MUI/XII/2012 tentang Hadiah Dalam Penghimpunan Dana LKS) itu bisa menjadi referensi perihal promo hadiah yang diberikan penerbit e-money.

LKS boleh memberikan hadiah atas simpanan nasabah, dengan syarat: tidak diperjanjikan, tidak menjurus kepada praktik riba terselubung, dan/atau tidak boleh menjadi kelaziman (kebiasaan, ‘urf).

Karena, sebagai pengguna e-money, tidak bisa memastikan secara jelas apakah promo tersebut dipersyaratkan oleh pengguna sebagai kreditor secara sistem atau tidak, maka pilihan yang lebih jelas atau clear dan memberikan rasa tuma’ninah itu memilih e-money yang sudah mendapatkan izin operasional dari otoritas, diawasai oleh Bank Indonesia, dan persetujuan syariah dari Dewan Syariah Nasional MUI.

Wallahu a’lam

Sumber: Republika 21 Juni 2023

 

Tags: Apakah Termasuk Riba?Promo E-Money
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Peran Perempuan dalam Politik Perlu Dukungan Suami dan Anak

Next Post

Tim Al Azhar Tanggap Bencana Sigap Bantu Warga Terdampak Banjir Lahar Dingin di Lumajang

Next Post
Tim Al Azhar Tanggap Bencana Sigap Bantu Warga Terdampak Banjir Lahar Dingin di Lumajang

Tim Al Azhar Tanggap Bencana Sigap Bantu Warga Terdampak Banjir Lahar Dingin di Lumajang

Tanda laki-laki serius ingin menikahimu

Siapakah Orang Saleh yang Sebenarnya?

5 Cara Memilih Jas Pernikahan yang Tepat Bagi Calon Pengantin Pria

5 Cara Memilih Jas Pernikahan yang Tepat Bagi Calon Pengantin Pria

  • Perang Pemikiran, Louis IX, dan Alasan Kenapa Umat Hari Ini Diam Atas Palestina

    Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    1906 shares
    Share 762 Tweet 477
  • Simak Hadits-Hadits tentang Keutamaan Sepuluh Malam Terakhir Ramadan

    73 shares
    Share 29 Tweet 18
  • Hukum Makan Sahur saat Terdengar Azan Subuh

    140 shares
    Share 56 Tweet 35
  • Milad ke-26, Salimah Kota Blitar Gelar Khataman Qur’an dan Santunan Anak Yatim

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Hadis tentang 10 Hari Terakhir Ramadan

    257 shares
    Share 103 Tweet 64
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3565 shares
    Share 1426 Tweet 891
  • Untuk Pemula, Belajar Islam Mulai dari Mana?

    3127 shares
    Share 1251 Tweet 782
  • Ketika Sembilan Ayat Al-Qur’an Membela Keadilan untuk Yahudi

    85 shares
    Share 34 Tweet 21
  • 5 Nama Potongan Rambut Pria agar Tidak Qaza`

    1829 shares
    Share 732 Tweet 457
  • 4 Pengertian Takwa Menurut Ali bin Abi Thalib

    1709 shares
    Share 684 Tweet 427
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga