• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 29 Januari, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Syariah

Makna Melupakan Ayat Al-Qur’an

04/06/2022
in Syariah, Unggulan
Mengapa Al-Quran Menggunakan Past Tense untuk Peristiwa yang Akan Terjadi

(foto: pixabay)

113
SHARES
867
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

MAKNA melupakan ayat al-qur’an. Ustaz, mau tanya, yang dimaksud MELUPAKAN dalam hadits Anas bin Malik radhiyallahu anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

Maka aku tidak melihat dosa yang paling besar melebihi surat Alquran atau ayat Alquran yang dilafazkan oleh seseorang lalu dilupakannya. (HR. Abu Dawud, Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Ustaz Farid Nu’man Hasan menjelaskan mengenai makna melupakan ayat al-qur’an. Menghapal Alquran memiliki keutamaan besar. Hal ini sudah sama-sama diketahui dan tidak lagi kita bahas.

Ada sejumlah hadits bahkan menunjukkan dosa besar bagi orang yang lupa terhadap hapalan Alquran.

Namun hadits-hadits tersebut tidak selamat dari kritikan secara sanadnya, dan juga terjadi beragam pendapat tentang maknanya.

Di antara hadits tersebut adalah:

ุนูŽู†ู’ ุฃูŽู†ูŽุณู ุจู’ู†ู ู…ูŽุงู„ููƒู ู‚ูŽุงู„ูŽ
ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุนูุฑูุถูŽุชู’ ุนูŽู„ูŽูŠู‘ูŽ ุฃูุฌููˆุฑู ุฃูู…ู‘ูŽุชููŠ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุงู„ู’ู‚ูŽุฐูŽุงุฉู ูŠูุฎู’ุฑูุฌูู‡ูŽุง ุงู„ุฑู‘ูŽุฌูู„ู ู…ูู†ู’ ุงู„ู’ู…ูŽุณู’ุฌูุฏู ูˆูŽุนูุฑูุถูŽุชู’ ุนูŽู„ูŽูŠู‘ูŽ ุฐูู†ููˆุจู ุฃูู…ู‘ูŽุชููŠ ููŽู„ูŽู…ู’ ุฃูŽุฑูŽ ุฐูŽู†ู’ุจู‹ุง ุฃูŽุนู’ุธูŽู…ูŽ ู…ูู†ู’ ุณููˆุฑูŽุฉู ู…ูู†ู’ ุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุขู†ู ุฃูŽูˆู’ ุขูŠูŽุฉู ุฃููˆุชููŠู‡ูŽุง ุฑูŽุฌูู„ูŒ ุซูู…ู‘ูŽ ู†ูŽุณููŠูŽู‡ูŽุง

Dari Anas bin Malik ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Pahala-pahala ummatku ditampakkan kepadaku, hingga pahala seseorang yang membuang debu dari masjid, dan ditampakkan kepadaku dosa-dosa ummatku, maka tidak aku lihat dosa yang lebih besar dari satu surat atau satu ayat yang diberikan kepada seseorang kemudian dia melupakannya.”

(HR. At Tirmidzi no. 2916)

Baca Juga:ย Mengkhatamkan Alquran

Makna Melupakan Ayat Al-Quran

Imam At Tirmidzi sendiri tidak memastikan keshahihannya dengan mengatakan:

“Hadits ini gharib, dan aku tidak ketahui kecuali dari jalur ini. Aku menyebutkan hadits ini ke Muhammad bin Ismail (Imam Bukhari), dia tidak mengetahuinya dan menilai asing hadits ini.” (Sunan At Tirmidzi no. 2916)

Ada dua perawi dalam sanadnya yang dibincangkan ulama, yaitu Ibnu Juraij, seorang mudallis (rancu dalam meriwayatkan hadits) dan sering irsaal (meriwayatkan hadits secara mursal),

begitu juga al Muthalib bin Abdullah bin Hanthab, seorang yang jujur tapi mudallis dan irsaal. (Syaikh Abdul Muhsin al ‘Abbad, Syarh Sunan Abi Daud, no. 056)

Imam Ibnu Khuzaimah pun hanya menghasankannya. (Fathul Ghafar, 1/296), sedangkan Imam Ibnu Hajar mengatakan:

โ€œHadits ini dhaif, Ibnu Juraij seorang yang mudallis dan seorang yang meriwayatkan dengan kata โ€˜an (muโ€™anโ€™in). (al Mathalib al โ€˜Aliyah, 4/14)

Perlu diketahui, hadits โ€˜anโ€™anah menunjukkan keterputusan sanad, kecuali mereka hidup sezaman atau bahkan pernah berjumpa dan bukan mudallis, barulah hadits itu shahih. Sementara Syaikh al Albani terang-terangan mendhaifkannya. (Dhaiful Jaamiโ€™ no. 3700)

Oleh karena itu, para ulama berbeda dalam menjadikannya sebagai hujjah.

Ada yang menyebut ini adalah dosa besar, ada yang menyebut dosa besar di antara dosa kecil, bahkan ada yang menyebut tidak berdosa tapi dia merugi sangat besar.

Imam as Suyuthi Rahimahullah mengutip dari Imam al โ€˜Iraqi Rahimahullah:

ุงุณุชุฏู„ู‘ูŽ ุจู‡ุฐุง ุงู„ุญุฏูŠุซ ุนู„ู‰ ุฃู†ู‘ูŽ ู†ูุณูŠุงู† ุงู„ู‚ุฑุขู† ู…ู† ุงู„ูƒุจุงุฆุฑุŒ ูˆู‚ุฏ ุตุฑู‘ูŽุญ ุจุฐู„ูƒ ุตุงุญุจ “ุงู„ุนูุฏู‘ูŽุฉ” ู…ู† ุฃุตุญุงุจู†ุง ูˆุชูˆู‚ู ููŠู‡ ุงู„ุฑุงูุนูŠุŒ ูˆู‡ุฐุง ุงู„ูƒู„ุงู… ุงู„ู…ุญูƒูŠ ุนู† ุตุงุญุจ “ุงู„ุนุฏู‘ูŽุฉ” ุธุงู‡ุฑู‡ ุฃู†ู‡ ููŠ ู†ุณูŠุงู† ุฌู…ูŠุน ุงู„ู‚ุฑุขู†ุŒ ูˆูŠุญุชู…ู„ ุฃู†ู‡ ุฃุฑุงุฏ ุจู‡ ุฃูŠ ุฌุฒุก ู…ู† ุงู„ู‚ุฑุขู†ุŒ ูˆู‡ุฐุง ุงู„ุญุฏูŠุซ ูŠุฏู„

ุนู„ูŠู‡ ูƒู‚ูˆู„ู‡: “ู…ู† ู†ุณูŠ ุณูˆุฑุฉ ู…ู† ุงู„ู‚ุฑุขู† ุฃูˆ ุขูŠุฉ” ูˆู‡ุฐุง ูŠุญุชู…ู„ ุฃู†ู‡ ุดูƒ ู…ู† ุงู„ุฑุงูˆูŠ ููŠ ุงู„ู„ู‘ูŽูุธ ุงู„ุฐูŠ ู‚ุงู„ู‡ ุงู„ู†ู‘ูŽุจูŠ – ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ -ุŒ ูˆูŠุญุชู…ู„ ุฃู† ูŠูƒูˆู† ุชู†ูˆูŠุนู‹ุง ู…ู† ุงู„ู†ู‘ูŽุจูŠ – ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ -ุŒ ูˆุฃู†ู‘ูŽ ุงู„ูˆุนูŠุฏ ูŠุชุฑุชุจ ุนู„ู‰ ูƒู„ ู…ู†ู‡ู…ุง.

Hadits ini menjadi dalil bahwa melupakan Al Quran adalah dosa besar. Hal ini dijelaskan oleh pengarang โ€œAl โ€˜Uddahโ€ dari para sahabat kami (Syafiโ€™iyyah), tapi Ar Rafiโ€™i tawaquf (no comment).

Perkataan ini disampaikan oleh pengarang Al โ€˜Uddah, secara zahir maksudnya adalah melupakan semua Alquran, bisa juga diartikan sebagian dari Alquran.

Hadits ini menunjukkan hal itu: โ€œSiapa yang melupakan satu surat atau ayat dari Alquranโ€, ini mungkin ada keraguan perawi dalam lafaz yang diucapkan oleh Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam, atau bisa juga memang beragam lafaz dari RasulullahShallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam, dan ancaman itu berlaku atas keduanya (baik melupakan semua atau sebagaian). (Qutul Mughtadzi, 2/735)

Imam Ali al Qari berkata:

ู‚ูู„ู’ุชู: ุงู„ู’ู…ูุฑูŽุงุฏู ุชูŽุฑูŽูƒูู‡ูŽุง ุนูŽู…ู’ุฏู‹ุง ุฅูู„ูŽู‰ ุฃูŽู†ู’ ูŠููู’ุถููŠูŽ ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู†ู‘ูุณู’ูŠูŽุงู†ูุŒ ูˆูŽู‚ููŠู„ูŽ: ุงู„ู’ู…ูŽุนู’ู†ูŽู‰ ุฃูŽุนู’ุธูŽู…ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุฐู‘ูู†ููˆุจู ุงู„ุตู‘ูุบูŽุงุฆูุฑูุŒ ุฅูู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ุชูŽูƒูู†ู’ ุนูŽู†ู ุงุณู’ุชูุฎู’ููŽุงูู ูˆูŽู‚ูู„ู‘ูŽุฉู ุชูŽุนู’ุธููŠู…ูุŒ ูƒูŽุฐูŽุง ู†ูŽู‚ูŽู„ูŽู‡ู ู…ููŠุฑูŽูƒู ุนูŽู†ู ุงู„ู’ุฃูŽุฒู’ู‡ูŽุงุฑู

Aku (Ali al Qari) berkata: Maksud dari meninggalkannya adalah sengaja dan membiarkannya sampai lupa.

Ada yang mengatakan itu dosa terbesar dari dosa-dosa kecil, jika dia melakukannya bukan karena meremehkan dan sedikit penghormaannya, demikian yang dikutip oleh Mirak dari al Azhar. (Mirqah al Mafatih, 2/605)

Imam Ibnu Malak berkata:

ูŠุนู†ูŠ: ูŠูƒูˆู† ุฐู†ุจู‡ ุฃุนุธู… ู…ู† ุณุงุฆุฑ ุงู„ุฐู†ูˆุจ ุงู„ุตุบุงุฆุฑุ› ู„ุฃู† ู†ุณูŠุงู† ุงู„ู‚ุฑุขู† ู…ู† ุงู„ุญูุธ ู„ูŠุณ ุจุฐู†ุจ ูƒุจูŠุฑ ุฅู† ู„ู… ูŠูƒู† ุนู† ุงุณุชุฎูุงู ูˆู‚ู„ุฉ ุชุนุธูŠู…

Yakni menjadi dosa paling besar di antara dosa kecil, karena melupakan hapalan Alquran bukan dosa besar, jika bukan karena meremahkan dan sedikit penghormatannya. (Syarh al Mashabih, 1/434)

Syaikh Abdul Muhsin al Abbad al Badr mengatakan:

ุฃู…ุง ุฅุฐุง ุญุตู„ ู…ู†ู‡ ุฐู„ูƒ ู†ุณูŠุงู†ุงู‹ุŒ ูƒุฃู† ูŠุญุตู„ ู…ู†ู‡ ูƒุณู„ ุฃูˆ ุชุบุงูู„ ุฃูˆ ุทูˆู„ ุชุฑูƒ ู…ู† ุบูŠุฑ ู‚ุตุฏ ูุฅู†ู‡ ู„ุง ุญุฑุฌ ุนู„ู‰ ุงู„ุฅู†ุณุงู† ููŠ ุฐู„ูƒุŒ ูˆู„ูƒู†ู‡ ูŠุฎุณุฑ ุฎุณุงุฑุฉ ูƒุจูŠุฑุฉุŒ ุญูŠุซ ูŠููˆุชู‡ ู…ุบู†ู… ูƒุจูŠุฑ

Ada pun jika hal itu terjadi karena dia lupa, seperti terjadi karena malas, lalai, atau lama meninggalkannya tanpa sengaja, maka itu tidak apa-apa, tapi dia mengalami kerugian besar seperti orang yang kehilangan harta yang begitu banyak. (Syarh Sunan Abi Daud, no. 056)

Kesimpulan, para ulama berbeda pendapat dalam hal ini. Ada yang mengatakan bukan dosa besar sebab menghapal Alquran itu hanya sunnah, di tambah lagi hadits di atas tidak kuat.

Ada yang mengatakan itu dosa besar di antara yang kecil. Ada pula yang mengatakan dosa besar tapi jika karena sengaja melupakannya, malas, dan meremehkan.

Ada pun mereka yang lupa karena masalah daya ingat tentu sama sekali bukan masalah.

Sedangkan jika MELUPAKAN dan MENINGGALKAN ajaran Alquran, bukan sekadar hapalan, maka itu jelas dosa besar dengan ancaman yang besar. Allah Taโ€™ala berfirman:

ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุฃูŽุนู’ุฑูŽุถูŽ ุนูŽู†ู’ ุฐููƒู’ุฑููŠ ููŽุฅูู†ู‘ูŽ ู„ูŽู‡ู ู…ูŽุนููŠุดูŽุฉู‹ ุถูŽู†ู’ูƒู‹ุง ูˆูŽู†ูŽุญู’ุดูุฑูู‡ู ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉู ุฃูŽุนู’ู…ูŽู‰ (124) ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุจู‘ู ู„ูู…ูŽ ุญูŽุดูŽุฑู’ุชูŽู†ููŠ ุฃูŽุนู’ู…ูŽู‰ ูˆูŽู‚ูŽุฏู’ ูƒูู†ู’ุชู ุจูŽุตููŠุฑู‹ุง (125) ู‚ูŽุงู„ูŽ ูƒูŽุฐูŽู„ููƒูŽ ุฃูŽุชูŽุชู’ูƒูŽ ุขูŠูŽุงุชูู†ูŽุง ููŽู†ูŽุณููŠุชูŽู‡ูŽุง ูˆูŽูƒูŽุฐูŽู„ููƒูŽ ุงู„ู’ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุชูู†ู’ุณูŽู‰ (126)

Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.”

Berkatalah ia: “Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat?”

Allah berfirman: “Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari ini kamu pun dilupakan.”

(QS. Thaha: 124-126)

Demikian. Wallahu a’lam. Sahabat, itulah penjelasan makna melupakan ayat al-qur’an. Semoga bermanfaat. [ind]

Tags: makna melupakan ayat alquran
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Tebar Berkah Jumat, Salimah Bojonggede Bagikan 656 Paket Nasi

Next Post

Tantangan Pelaksanaan Haji 2022 setelah Dua Tahun Tertunda Pandemi

Next Post
Tantangan pelaksanaan haji

Tantangan Pelaksanaan Haji 2022 setelah Dua Tahun Tertunda Pandemi

Wapres Beri Apresiasi Progres Pembangunan Huntap dan Huntara di Lumajang

Wapres Beri Apresiasi Progres Pembangunan Huntap dan Huntara di Lumajang

Santuni Orang Dekat Kita

Sedekah Tak Ngurangi Harta

  • Ngargoyoso Waterfall jadi Salah Satu Destinasi Wisata Terfavorit di Kota Solo, Jawa Tengah

    Ngargoyoso Waterfall jadi Salah Satu Destinasi Wisata Terfavorit di Kota Solo, Jawa Tengah

    94 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Hadis tentang Lima Malam saat Doa Tidak Tertolak

    490 shares
    Share 196 Tweet 123
  • Outfit Aurelie Hermansyah saat Datangi Acara Lamaran Syifa Hadju dan El Rumi

    70 shares
    Share 28 Tweet 18
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    7902 shares
    Share 3161 Tweet 1976
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3435 shares
    Share 1374 Tweet 859
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4098 shares
    Share 1639 Tweet 1025
  • Rekomendasi Baju Lebaran 2026, Selain Rompi Lepas

    6705 shares
    Share 2682 Tweet 1676
  • Contoh Format Isi CV Taaruf yang Bisa Kamu Ikuti

    401 shares
    Share 160 Tweet 100
  • Kehadiran Deswita Maharani dan Ferry Maryadi di Acara Lamaran Syifa Hadju dan El Rumi Menambah Kesan Hangat

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Peringatan Isra Miโ€™raj: Ayo Less Waste Lakukan Aksi Waste Management di Event Maqdisy Talent Fest 1447 H

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
Chanelmuslim.com

ยฉ 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

ยฉ 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga