• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 7 Januari, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Syariah

Hukum Saweran dan Sungkeman dalam Acara Pernikahan

07/01/2025
in Syariah, Unggulan
Tak Banyak yang Tahu, Ternyata Doa Pernikahan Ini Berasal dari Kitab Syiah

Tak Banyak yang Tahu, Ternyata Doa Pernikahan Ini Berasal dari Kitab Syiah (foto:

201
SHARES
1.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

BOLEHKAH menggelar saweran dan sungkeman dalam acara pernikahan? Bagaimana hukumnya? Sahabat Muslim, hal ini penting banget buat kamu yang akan menggelar pernikahan.

Seringkali, calon pengantin tidak memahami tahapan resepsi pernikahan sehingga pasrah dengan acara yang dibuat oleh orangtua dan panitia.

Dengan penjelasan Ustaz Farid Nu’man, S.S. ini, semoga kamu mendapat wawasan mengenai resepsi pernikahan sesuai syariah.

Jika saweran yang dimaksud adalah saling bantu mengumpulkan uang untuk pembiayaan pernikahan, hal ini bagus.

Jika saweran yang dimaksud adalah adanya orkes dangdut, penyanyinya wanita dan berjoget di hadapan penonton laki-laki bukan mahram, lalu penonton mengumpulkan uang untuk penyanyi tersebut.

Maka, ini maksiat dan diharamkan.

Baca Juga: 7 Fakta Unik Pernikahan Ismail, Anak Pertama Mam Fifi

Hukum Saweran dan Sungkeman dalam Acara Pernikahan

Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلَاتٌ مَائِلَاتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لَا يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلَا يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا

“Ada dua kelompok penghuni neraka yang belum saya lihat sekarang, yaitu kaum yang membawa cemeti (cambuk) seperti ekor sapi yang digunakan untuk memukul manusia.

Dan para wanita yang berpakaian tetapi telanjang, menggoyang-goyangkan tubuhnya, memiringkan kepalanya, seperti punuk unta yang miring.

Para wanita itu tidak akan masuk surga, bahkan tidak mendapatkan wanginya surga, padahal wanginya surga itu sudah bisa tercium dari perjalanan sekian dan sekian.”

(HR. Muslim No. 2128)

Adapun tradisi sungkeman, jalan membungkuk dan merangkak, kepada orangtua sebagai prosesi untuk meminta restunya, cara ini bertentangan dengan adab Islam.

Meminta restunya sendiri adalah hal yang disyariatkan.

Namun, jika tidak dengan cara membungkuk dan tidak dengan cara merangkak, jalan sambil berjongkok, tapi jalan biasa saja lalu mencium tangan orang tua, atau mencium kakinya, ini tidak apa-apa.

Dari Anas bin Malik Radhiallahu ‘Anhu, Beliau berkata:

يا رسول الله أينحني بعضنا لبعض ؟ : قال ( لا ) . قلنا أيعانق بعضنا بعضا ؟ : قال ( لا . ولكن تصافحوا ) .

Wahai Rasulullah, apakah kami mesti membungkuk terhadap yang lain? Beliau menjawab: “Tidak.” Kami bertanya: “Apakah kami mesti berpelukan?” Beliau menjawab: “Tidak, tetapi berjabat tanganlah.” (HR. Ibnu Majah No. 3702)

Hadits ini pada dasarnya dhaif, seperti kata Syaikh Husein Salim Asad dalam Tahqiqnya atas Musnad Abi Ya’la. (No. 4287).

Namun, karena ada tiga jalur lain yang menjadi mutaba’ah (menguatkan) yakni jalur Syu’aib bin Al Habhab, jalur Katsir bin Abdullah, dan jalur Al Mahlab bin Abi Shufrah, menurut Syaikh Al Albani hadits ini HASAN. (As Silsilah Ash Shahihah No. 160)

Apakah makna larangan ini? Para ulama terbagi menjadi dua pendapat antara mengharamkan dan memakruhkan.

Imam Ibnu ‘Allan, seorang ulama madzhab Syafi’i, berkata:

ومن البدع المحرمة الانحناء عند اللقاء بهيئة الركوع.

Termasuk bid’ah diharamkan adalah penghormatan saat berjumpa dengan cara membungkuk.

(Dalilul Falihin, 6/181)

Imam Al Bujairimi Asy Syafi’iy berkata:

الانحناء لمخلوق كما يفعل عند ملاقاة العظماء حرام عند الإطلاق أو قصد تعظيمهم لا كتعظيم الله، وكفر إن قصد تعظيمهم كتعظيم الله تعالى

Membungkuk kepada makhluk, sebagaimana yang dilakukan saat berjumpa dengan para pejabat adalah haram secara mutlak.

Atau untuk memuliakan mereka, walau tidak seperti mengagungkan Allah. Jika sampai seperti mengagungkan Allah maka itu kafir.

(Hasyiyah Al Bujairimi ‘Alal Khathib, 4/241)

Sebagian ulama memakruhkan, tidak sampai mengharamkan.

Tertulis dalam Al Fatawa Al Hindiyah:

الانحناء للسلطان أو لغيره مكروه لأنه يشبه فعل المجوس

Membungkuk kepada raja atau SELAINNYA adalah makruh. Karena itu menyerupai perilaku Majusi. (Al Fatawa Al Hindiyah, 5/369)

Imam Asy Syarbiniy berkata:

يكره حني الظهر مطلقا لكل أحد من الناس , وأما السجود له فحرام

Dimakruhkan membungkukkan punggung secara mutlak kepada siapa pun, ada pun sujud kepadanya haram.

(Mughni Al Muhtaj, 4/218)

Apa pun hukumnya, hindari membungkuk, merunduk, jongkok, kepada makhluk walau untuk penghormatan.

Mencium Kaki Orang Tua atau Orang Shalih: Boleh

Syaikh Muhammad ibn Shalih Al ‘Utsaimin menulis dalam Syarh Riyadhush Shalihin:

المهم أن هذين الرجلين قبلا يد النبي صلى الله عليه وسلم ورجله فأقرهما على ذلك وفي هذا جواز تقبيل اليد والرجل للإنسان الكبير الشرف والعلم كذلك تقبيل اليد والرجل من الأب والأم وما أشبه ذلك لأن لهما حقا وهذا من التواضع

“Dua orang tamu Nabi ﷺ memang telah mencium kaki beliau. Nabi ﷺ menyetujui tanpa mengingkari.

Maka, hukumnya boleh mencium tangan dan kaki seseorang karena kemuliaannya, sebagaimana mencium tangan dan kaki Bapak maupun Ibu, karena memang hak mereka. Inilah bentuk dari sikap tawadhu’.” (selesai)

Hal ini juga dilakukan para imam. Dalam Siyar A’lamin Nubala’, Imam Adz Dzahabi Rahimahullah menceritakan:

قال محمد بن حمدون بن رستم: سمعت مسلم بن الحجاج، وجاء إلى البخاري فقال: دعني أقبل رجليك يا أستاذ الأستاذين، وسيد المحدثين، وطبيب الحديث في علله .(سير أعلام النبلاء ط الحديث، شمس الدين أبو عبد الله محمد بن أحمد بن عثمان بن قَايْماز

“Muhammad ibn Hamdun berkata, ‘Saya mendengar Imam Muslim saat bertandang pada Imam Bukhari berkata:

“Biarkanlah aku mencium kedua kakimu, wahai gurunya para guru, tuannya para muhaddits, dan tabibnya hadits dalam mengetahui illatnya.” (selesai)

Demikian. Wallahu a’lam. Sahabat Muslim, itulah penjelasan Ustaz mengenai saweran dan sungkeman dalam pernikahan. Semoga pernikahanmu terhindar dari segala yang dilarang dalam Islam ya.[ind]

Sumber: Syariah Consulting Center

Tags: hukum saweranHukum Saweran dan Sungkeman dalam Acara Pernikahanhukum sungkeman
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Tiga Teh Herbal yang dapat Membantu Membakar Lemak Tubuh

Next Post

21 Ribu Muslim Dermawan AS Berkumpul untuk Tunjukkan Filantropi

Next Post
21 Ribu Muslim Dermawan AS Berkumpul untuk Tunjukkan Filantropi

21 Ribu Muslim Dermawan AS Berkumpul untuk Tunjukkan Filantropi

Noona Romance, Tren Menikah dengan Perempuan Lebih Tua di Korea

Ummu Hakim binti Al-Harits, Sahabiyah yang Membunuh Pasukan Romawi pada Hari Pernikahannya

Festival Budaya Turkiye Memperingati Ribuan Anak Gaza yang Syahid

Festival Budaya Turkiye Memperingati Ribuan Anak Gaza yang Syahid

  • Delapan Tips Menebalkan Rambut dengan Efektif

    Delapan Tips Menebalkan Rambut dengan Efektif

    118 shares
    Share 47 Tweet 30
  • Waspada terhadap Bahaya Syaitan, Dapat Membuat Manusia Lupa dan Panjang Angan-angan

    122 shares
    Share 49 Tweet 31
  • PT Donggi Senoro LNG dan Rumah Zakat Salurkan 100 Paket Hygienekit untuk Korban Gempa di Poso

    79 shares
    Share 32 Tweet 20
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    7805 shares
    Share 3122 Tweet 1951
  • Batik Danar Hadi Tampilkan Fashion Show Bertema Kembang Parang

    185 shares
    Share 74 Tweet 46
  • Jangan Terbawa Arus

    113 shares
    Share 45 Tweet 28
  • Cara Mendapatkan Syafaat di Hari Kiamat

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • 7 Akun Instagram Influencer Dakwah yang Bikin Kita Nggak Ketinggalan Berita Terkini

    740 shares
    Share 296 Tweet 185
  • Grand Launching LAZNAS NPC: Komitmen Transparansi dan Perluas Jangkauan Kemanusiaan

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    527 shares
    Share 211 Tweet 132
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga