• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Jumat, 13 Februari, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Syariah

Hukum Memakai Peci saat Shalat dan di Luar Shalat

02/01/2026
in Syariah, Unggulan
Jika Imam Shalatnya Duduk dan Tidak Mampu Berdiri, Bagaimana Makmumnya?

Mesut Ozil memakai peci saat Shalat Jumat di Istiqlal (Foto: IG @m10_official)

547
SHARES
4.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

SAYA mau tanya tentang hukum memakai peci pada waktu shalat maupun di luar shalat. Apakah diwajibkan/disunnahkan memakai peci di dua keadaan tersebut Ustaz?

Adakah hadisnya? Syukron Ustaz.

Pengurus PP Al Irsyad Al Islamiyah Ustaz Farid Nu’man Hasan, M.Kom.I. menjelaskan bahwa berikut ini fatwa-fatwa para ulama tentang memakai penutup kepala ketika shalat.

Tidak satu pun mengatakan wajib, dia sunnah, ada pula yang mengatakan adab.

Imam Ibnul Mundzir dalam Al Ijma’ mengatakan bahwa memakai penutup kepala bagi umat Islam di luar shalat bukanlah kewajiban, kecuali Al Hasan Al Bashri yang berpendapat wajib. (Al Ijma’, Kitabul Libas, No. 77)

Fatwa Syaikh Sayyid Sabiq Rahimahullah

Beliau menulis dalam Fiqhus Sunnahnya:

ุฑูˆู‰ ุงุจู† ุนุณุงูƒุฑ ุนู† ุงุจู† ุนุจุงุณ: ุฃู† ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ูƒุงู† ุฑุจู…ุง ู†ุฒุน ู‚ู„ู†ุณูˆุชู‡ ูุฌุนู„ู‡ุง ุณุชุฑุฉ ุจูŠู† ูŠุฏูŠู‡.

ูˆุนู†ุฏ ุงู„ุญู†ููŠุฉ ุฃู† ู‡ ู„ุง ุจุฃุณ ุจุตู„ุงุฉ ุงู„ุฑุฌู„ ุญุงุณุฑ ุงู„ุฑุฃุณุŒ ูˆุงุณุชุญุจูˆุง ุฐู„ูƒ ุฅุฐุง ูƒุงู† ู„ู„ุฎุดูˆุน.

ูˆู„ู… ูŠุฑุฏ ุฏู„ูŠู„ ุจุฃูุถู„ูŠุฉ ุชุบุทูŠุฉ ุงู„ุฑุฃุณ ููŠ ุงู„ุตู„ุงุฉ.

โ€œDiriwayatkan oleh Ibnu โ€˜Asakir dari Ibnu Abbas Radhiallahu โ€˜Anhuma, bahwa Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam pernah membuka penutup kepalanya (seperti surban)

dan menjadikannya sebagai sutrah (pembatas) di hadapannya, dan beliau shalat sehingga tidak ada seorang pun yang lewat di depannya.

Menurut Hanafiyah, tidak apa-apa shalatnya laki-laki dengan kepala terbuka, mereka menganjurkannya jika itu membawa kekhusyukan.

“Tak ada dalil tentang keutamaan menutup kepala ketika shalat.โ€ (Fiqhus Sunnah, 1/128. Darul Kitab Al โ€˜Arabi)

Baca Juga:ย Seumpama Peci dan Sepatu

Hukum Memakai Peci saat Shalat dan di Luar Shalat

Fatwa Lajnah Daimah Lil Buhuts Al โ€˜Ilmiyah wal Iftaโ€™

Mereka ditanya tentang imam yang kepalanya terbuka alias tidak mengenakan peci, bolehkah? Jawabnya:

ุงู„ุฑุฃุณ ู„ูŠุณ ุจุนูˆุฑุฉ ู„ุง ููŠ ุงู„ุตู„ุงุฉ ูˆู„ุง ููŠ ุบูŠุฑู‡ุง ุณูˆุงุก ูƒุงู†ูˆุง ุจุงู„ุบูŠู† ุฃูˆ ุบูŠุฑ ุจุงู„ุบูŠู† ุŒ ู„ูƒู† ุณุชุฑู‡ ุจู…ุง ูŠู†ุงุณุจู‡ ู…ู…ุง ุฌุฑุช ุจู‡ ุงู„ุนุงุฏุฉ ูˆู„ุง ู…ุฎุงู„ูุฉ ููŠู‡ ู„ู„ุดุฑุน ูŠุนุชุจุฑ ู…ู† ุจุงุจ ุงู„ุฒูŠู†ุฉ ููŠุณุชุญุณู† ุณุชุฑู‡ ููŠ ุงู„ุตู„ุงุฉ ุนู…ู„ุงู‹ ุจู‚ูˆู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ {ูŠุง ุจู†ูŠ ุขุฏู… ุฎุฐูˆุง ุฒูŠู†ุชูƒู… ุนู†ุฏ ูƒู„ ู…ุณุฌุฏ } . ูˆูŠุชุฃูƒุฏ ุฐู„ูƒ ุจุงู„ู†ุณุจุฉ ู„ู„ุฅู…ุงู… .

โ€œKepala bukanlah aurat, baik saat shalat atau di luar shalat, sama saja baik dengan penutup atau tidak.

Tetapi menutupnya dengan apa yang semestinya yang telah menjadi kebiasaan dan tidak bertentangan syaraโ€™, itu merupakan kategori pembahasan perhiasan.

Maka, memperbagusnya dalam shalat merupakan pengamalan dari firman-Nya: โ€œWahai Anak-anak Adam pakailah perhiasan kalian ketika memasuki setiap masjid.โ€ Bagi imam hal ini lebih ditekankan lagi.

(Lihat Fatawa Islamiyah, Kitabus Shalah, 1/615. Disusun oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Aziz Al Musnid. Syamilah)

Fatwa Syaikh โ€˜Athiyah Shaqr Rahimahullah

Beliau ditanya tentang orang yang shalat tanpa menutup kepala baik imam, makmum, atau shalat sendiri, bolehkah?

ุชุบุทูŠุฉ ุงู„ุฑุฃุณ ูู‰ ุงู„ุตู„ุงุฉ ู„ู… ูŠุฑุฏ ููŠู‡ุง ุญุฏูŠุซ ุตุญูŠุญ ูŠุฏุนูˆ ุฅู„ูŠู‡ุง ุŒ ูˆู„ุฐู„ูƒ ุชุฑูƒ ุงู„ุนุฑู ุชู‚ุฏูŠุฑู‡ุง ุŒ ูุฅู† ูƒุงู† ู…ู† ุงู„ู…ุชุนุงุฑู ุนู„ูŠู‡ ุฃู† ุชูƒูˆู† ุชุบุทูŠุฉ ุงู„ุฑุฃุณ ู…ู† ุงู„ุขุฏุงุจ ุงู„ุนุงู…ุฉ ูƒุงู†ุช ู…ู†ุฏูˆุจุฉ ูู‰ ุงู„ุตู„ุงุฉ ู†ุฒูˆู„ุง ุนู„ู‰ ุญูƒู… ุงู„ุนุฑู ููŠู…ุง ู„ู… ูŠุฑุฏ ููŠู‡ ู†ุต ุŒ ูˆุฅู† ูƒุงู† ุงู„ุนุฑู ุบูŠุฑ ุฐู„ูƒ ูู„ุง ุญุฑุฌ ูู‰ ูƒุดู ุงู„ุฑุฃุณ “ู…ุง ุฑุขู‡ ุงู„ู…ุณู„ู…ูˆู† ุญุณู†ุง ูู‡ูˆ ุนู†ุฏ ุงู„ู„ู‡ ุญุณู† ” .

ูˆุฑูˆู‰ ุงุจู† ุนุณุงูƒุฑ ุนู† ุงุจู† ุนุจุงุณ ุฑุถู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ู…ุง ุฃู† ุงู„ู†ุจู‰ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ูƒุงู† ุฑุจู…ุง ู†ุฒุน ู‚ู„ู†ุณูˆุชู‡ ูุฌุนู„ู‡ุง ุณุชุฑุฉ ุจูŠู† ูŠุฏูŠู‡ ูˆู‡ูˆ ูŠุตู„ู‰ ุญุชู‰ ู„ุง ูŠู…ุฑ ุฃุญุฏ ุฃู…ุงู…ู‡ . ูˆุงู„ู‚ู„ู†ุณูˆุฉ ุบุทุงุก ุงู„ุฑุฃุณ .

ูˆุนู†ุฏ ุงู„ุฃุญู†ุงู ู„ุง ุจุฃุณ ุจุตู„ุงุฉ ุงู„ุฑุฌู„ ุญุงุณุฑ ุงู„ุฑุฃุณ ุฃู‰ ู…ูƒุดูˆูุง ุŒ ูˆุงุณุชุญุจูˆุง ุฐู„ูƒ ุฅุฐุง ูƒุงู† ุงู„ูƒุดู ู…ู† ุฃุฌู„ ุงู„ุฎุดูˆุน

โ€œMenutup kepala ketika shalat, tidak ada hadis sahih yang menganjurkannya. Hal itu hanyalah meninggalkan kebiasaan saja.

Jika telah dikenal secara baik bahwa menutup kepala merupakan adab secara umum, maka hal itu dianjurkan dalam shalat sebagai konsekuensi hukum Al โ€˜Urf (tradisi) terhadap apa-apa yang tidak memiliki dalil syaraโ€™.

Jika tradisinya adalah selain itu, maka tidak mengapa membuka kepala.

โ€œApa-apa yang dipandang baik oleh kaum muslimin, maka di sisi Allah itu juga baik.โ€

Diriwayatkan oleh Ibnu โ€˜Asakir dari Ibnu Abbas Radhiallahu โ€˜Anhuma, bahwa Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam pernah membuka penutup kepalanya (seperti surban)

dan menjadikannya sebagai sutrah (pembatas) di hadapannya, dan beliau shalat sehingga tidak ada seorang pun yang lewat di depannya.

Menurut Hanafiyah, tidak apa-apa shalatnya laki-laki dengan kepala terbuka, mereka menganjurkannya jika itu membawa kekhusyuโ€™an. (Fatawa Al Azhar, 9/107. Syamilah)

Fatwa Para Ulama Kuwait

Dalam Al Mausuโ€™ah disebutkan sunahnya memakai penutup kepala:

ู„ุงูŽ ุฎูู„ุงูŽููŽ ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุงู„ู’ููู‚ูŽู‡ูŽุงุกู ูููŠ ุงุณู’ุชูุญู’ุจูŽุงุจู ุณูŽุชู’ุฑู ุงู„ุฑู‘ูŽุฃู’ุณู ูููŠ ุงู„ุตู‘ูŽู„ุงูŽุฉู ู„ูู„ุฑู‘ูŽุฌูู„ ุŒ ุจูุนูู…ูŽุงู…ูŽุฉู ูˆูŽู…ูŽุง ูููŠ ู…ูŽุนู’ู†ูŽุงู‡ูŽุง ุŒ ู„ุฃููŽู†ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูƒูŽุงู†ูŽ ูƒูŽุฐูŽู„ููƒูŽ ูŠูุตูŽู„ู‘ููŠ

โ€œTidak ada perbedaan pendapat di antara para ahli fiqih tentang kesunahan menutup kepala ketika shalat bagi laki-laki baik dengan surban atau yang semakna dengan itu karena begitulah shalatnya Nabi Shallallahu โ€œAlaihi wa Sallam.

(Al Mausuโ€™ah Al Fiqhiyyah Al Kuwaitiyah, 22/5. Maktabah Misykah)

Sedangkan Imam Ibnu Taimiyah, mengisyaratkan bahwa membuka kepala ketika beribadah adalah makruh dan munkar.

Hal ini ditegaskan dalam Fatawa Al Kubra-nya ketika beliau ditanya tentang manusia yang berkumpul lalu berzikir dan membaca Al Quran, dengan membuka kepala dan merendahkan diri,

mereka membacanya bukan maksud riya atau sumโ€™ah, demi untuk mendekatkan diri kepada Allah Taโ€™ala, boleh atau tidak?

Beliau menjawab:

ุงู„ูุงุฌู’ุชูู…ูŽุงุนู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ู‚ูุฑูŽุงุกูŽุฉู ูˆูŽุงู„ุฐู‘ููƒู’ุฑู ูˆูŽุงู„ุฏู‘ูุนูŽุงุกู ุญูŽุณูŽู†ูŒ ู…ูุณู’ุชูŽุญูŽุจู‘ูŒ ุฅุฐู’ ู„ูŽู…ู’ ูŠูุชู‘ูŽุฎูŽุฐู’ ุฐูŽู„ููƒูŽ ุนูŽุงุฏูŽุฉู‹ ุฑูŽุงุชูุจูŽุฉู‹ ุŒ ูƒูŽุงู„ูุงุฌู’ุชูู…ูŽุงุนูŽุงุชู ุงู„ู’ู…ูŽุดู’ุฑููˆุนูŽุฉู ุŒ ูˆูŽู„ูŽุง ุงู‚ู’ุชูŽุฑูŽู†ูŽ ุจูู‡ู ุจูุฏู’ุนูŽุฉูŒ ู…ูู†ู’ูƒูŽุฑูŽุฉูŒ .

ูˆูŽุฃูŽู…ู‘ูŽุง ูƒูŽุดู’ูู ุงู„ุฑู‘ูŽุฃู’ุณู ู…ูŽุนูŽ ุฐูŽู„ููƒูŽ ููŽู…ูŽูƒู’ุฑููˆู‡ูŒ ุŒ ู„ูŽุง ุณููŠู‘ูŽู…ูŽุง ุฅุฐูŽุง ุงูุชู‘ูุฎูุฐูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ุนูุจูŽุงุฏูŽุฉูŒ ุŒ ููŽุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ูŠูŽูƒููˆู†ู ุญููŠู†ูŽุฆูุฐู ู…ูู†ู’ูƒูŽุฑู‹ุง ูˆูŽู„ูŽุง ูŠูŽุฌููˆุฒู ุงู„ุชู‘ูŽุนูŽุจู‘ูุฏู ุจูุฐูŽู„ููƒูŽ .

โ€œBerkumpul untuk membaca, berzikir dan berdoa adalah perbuatan baik dan dianjurkan, jika hal itu tidak dijadikan kebiasaan yang rutin,

itu sebagaimana perkumpulan yang disyariatkan, dan janganlah hal itu dicampur dengan bidโ€™ah yang munkar.

Ada pun membuka kepala saat itu adalah makruh, apalagi melakukannya ketika ibadah, maka saat itu hal tersebut adalah munkar dan tidak boleh beribadah seperti itu.โ€ (Fatawa Al Kubra, 1/6)

Apa yang difatwakan Syaikhul Islam ini, jika yang dimaksudkan adalah membuka kepala ketika ibadah adalah ketika shalat, maka pemakruhannya masih bisa didiskusikan lagi.

Bagaimana mungkin makruh, jika tak satu pun hadis sahih tentang keutamaan dan anjurannya? Bahkan Nabi sendiri pernah shalat tanpa menutup kepalanya, walau Beliau lebih sering menggunakannya.

Begitu pula membuka kepala ketika membaca Alquran dan berzikir, tak ada pula riwayat yang menganjurkan tentang menutup kepala.

Lebih tepat hal itu disebut sebagai adab yang baik dan mulia, paling tidak itu adalah sunnah.

Wa Shallallahu โ€˜Ala Nabiyyina Muhammadin wa โ€˜Ala Aalihi wa Shahbihi wa Sallam. Wallahu Aโ€™lam.[ind]

Tags: hukum memakai pecipeci shalat
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Implementasi Makna Qawwamah dan Optimalisasinya

Next Post

Lima Rekomendasi Baju Olahraga Wanita yang Nyaman

Next Post
Lima Rekomendasi Baju Olahraga Wanita yang Nyaman

Lima Rekomendasi Baju Olahraga Wanita yang Nyaman

4 Waktu Terbaik Berdoa Saat Shalat

4 Waktu Terbaik Berdoa Saat Shalat

Tunjukkan Bahwa Warga Muhammadiyah Berkeadaban

Kaifiyat Shalat Ringkas Bab Salam

  • 15 Hadits tentang Ramadan yang Perlu Diketahui Umat Muslim

    15 Hadits tentang Ramadan yang Perlu Diketahui Umat Muslim

    112 shares
    Share 45 Tweet 28
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    7964 shares
    Share 3186 Tweet 1991
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3490 shares
    Share 1396 Tweet 873
  • 25 Nama Bayi Laki-Laki Berawalan Huruf Z dalam Bahasa Arab

    800 shares
    Share 320 Tweet 200
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4448 shares
    Share 1779 Tweet 1112
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4135 shares
    Share 1654 Tweet 1034
  • Yang Berhak Memandikan Jenazah Ibu

    2907 shares
    Share 1163 Tweet 727
  • Ramadhan Mendatang, Dompet Dhuafa Mengusung Kampanye Berzakat Itu Kalcer

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Hadits Palsu tentang Anjuran Maaf-Maafan Sebelum Ramadan

    70 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3223 shares
    Share 1289 Tweet 806
Chanelmuslim.com

ยฉ 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

ยฉ 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga