• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Jumat, 19 Juni, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Syariah

Jangan Asal Ibadah Tanpa Dalil, Hukum Asal Ibadah adalah Haram

04/07/2022
in Syariah, Unggulan
Jangan Asal Ibadah Tanpa Dalil, Hukum Asal Ibadah adalah Haram

Foto: Unsplash

241
SHARES
1.9k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

HUKUM asal ibadah adalah haram, artinya ketentuan syariat yang berkaitan dengan persoalan ibadah memiliki hukum asal haram dan sebelum ada dalil yang berkaitan dengan ibadah maka hukum ibadah tetap haram.

Kita tidak bisa asal melaksanakan ibadah yang tidak pernah disebutkan dalam nash-nash agama. Misal, melaksanakan shalat dua rakaat sebelum berangkat sekolah. Kita katakan bahwa shalat itu untuk memberi kemudahan selama belajar, lalu kita sebut dengan shalat sunnah sebelum berangkat sekolah.

Baca Juga: Penyelewengan Tata Cara Ibadah Haji Masa Jahiliah

Jangan Asal Ibadah Tanpa Dalil, Hukum Asal Ibadah adalah Haram

Maka tentu ini tidak bisa dibenarkan, karena tidak ada dalil yang menyatakan adanya shalat tersebut. Oleh karena itu hukum shalat tersebut adalah haram.

Ulama Ushul menetapkan sebuah kaidah yang berbunyi:

الأصل في العبادات التحريم

“Hukum asal ibadah adalah haram (sampai adanya dalil).”

Ibadah harus dilaksanakan berdasarkan dalil. Ibadah adalah sesuatu yang kita semua tidak pernah tahu kecuali agama yang memberikan tahu. Ketentuan ini adalah sesuatu yang logis.

Justru aneh jika ada seseorang melakukan ibadah yang tidak pernah disebutkan atau disyariatkan dalam Islam. Kita pastinya akan memandang orang tersebut telah melakukan sesuatu yang bertentangan dengan agama.

Maka bisa diterima oleh logika kita jika dikatakan bahwa hukum asal ibadah adalah haram sampai ada dalil yang merubah hukum asal tersebut.

Ada kaidah yang semakna dengan kaidah di atas:

اَلْأَصْلَ فِي اَلْعِبَادَةِ اَلتَّوَقُّف

“Hukum asal ibadah adalah tawaqquf (diam sampai datang dalil)

Tawaqquf disini setidaknya memiliki tiga makna:

Yang pertama berhenti. Maksudnya, adalah kita bersikap diam sebelum ada dalil yang membenarkan kita melakukan suatu ibadah.

Yang kedua menahan diri. Maksudnya, kita menahan diri untuk tidak beribadah sebelum ada dalilnya.

Dan yang ketiga bergantung. Maksudnya, kita bergantung dengan dalil agama untuk melakukan suatu ibadah.

Sedangkan, kata asal memiliki tiga sifat:

Pertama, ‘aam (umum). Apapun yang sifatnya ibadah tidak boleh dilakukan sebelum ada dalil yang menetapkan keberadaan ibadah tersebut.

Kedua, mustahab yaitu mengembalikan sesuatu kepada hukum asal sebelum ada dalil yang merubahnya. Artinya, sebelum ada dalil yang merubah hukum asal ibadah yang haram ini maka hukum ibadah kembali kepada asalnya yaitu haram.

Ketiga, ar-Raajih artinya yang kuat. Status hukum ibadah adalah haram inilah yang paling kuat. Jika ada sebuah ibadah yang tanpa dalil maka ibadah tersebut lemah.

Ketiga sifat asal ini dapat berubah jika ada dalil yang merubah mereka.

Sebagai contoh: Sebelum ada dalil yang memerintahkan shalat, hukum shalat adalah haram. Namun, karena datang dalil yang mewajibkan kita shalat dalam surah Al-Baqarah ayat 43 maka hukum ibadah tersebut yang asalnya haram menjadi wajib.

Demikian pula puasa, zakat, haji dan ibadah-ibadah lainnya.

Para ulama tidak asal menetapkan kaidah di atas. Kaidah ini dirumuskan berdasarkan surah Asy-Syuraa ayat 21:

أَمْ لَهُمْ شُرَكَاءُ شَرَعُوا لَهُمْ مِنَ الدِّينِ مَا لَمْ يَأْذَنْ بِهِ اللَّهُ

“Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah?” (QS. Asy-Syuraa: 21)

Demikian pula dalam sabdah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

مَنْ أَحْدَثَ فِى أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ

“Barangsiapa membuat suatu perkara baru dalam agama kami ini yang tidak ada asalnya, maka perkara tersebut tertolak.”

Demikianlah Ibadah itu keberadaannya baru bisa kita ketahui setelah ada dalilnya baik terkait hukumnya, maupun tata caranya. Oleh karena itu, Sahabat Muslim harus mengetahui dan yakin dengan bukti yang pasti bahwa ibadah yang selama ini dilakukan telah berlandaskan dalil-dalil agama.

Selain itu, harus pula berhati-hati dalam melakukan ibadah. Jangan sampai karena semangat kita dalam beribadah kita jadi asal saja melakukan ibadah yang tidak disyariatkan oleh agama. [Ln]

Tags: Hukum Asal Ibadah adalah HaramJangan Asal Ibadah Tanpa DalilSyariat
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Permasalahan Telah Berlalu, ACT: Kami Sudah Berbenah

Next Post

Kupas Tuntas Kebijakan Terbaru Umrah Musim 1444 H

Next Post
Kupas Tuntas Kebijakan Terbaru Umrah Musim 1444 H

Kupas Tuntas Kebijakan Terbaru Umrah Musim 1444 H

Kupas Tuntas Kebijakan Terbaru Umrah Musim 1444 H

Penyelewengan Tata Cara Ibadah Haji Masa Jahiliah

Kini Berkurban dengan BAZNAS Bisa Melalui Grab dan BenihBaik

Kini Berkurban bersama BAZNAS Bisa Melalui Grab dan BenihBaik

  • Tips Agar Wangi Parfum Tahan Lebih Lama

    Tips Agar Wangi Parfum Tahan Lebih Lama

    266 shares
    Share 106 Tweet 67
  • Beberapa Kandungan Sunscreen yang Harus Dihindari

    99 shares
    Share 40 Tweet 25
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8678 shares
    Share 3471 Tweet 2170
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11469 shares
    Share 4588 Tweet 2867
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    967 shares
    Share 387 Tweet 242
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2318 shares
    Share 927 Tweet 580
  • Menyapu di Malam Hari Menurut Islam, Benarkah Sebabkan Kemiskinan?

    2461 shares
    Share 984 Tweet 615
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4439 shares
    Share 1776 Tweet 1110
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3906 shares
    Share 1562 Tweet 977
  • Orang yang Wafat Mengetahui Kondisi Keluarga yang Masih Hidup (Bag. 2)

    257 shares
    Share 103 Tweet 64
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga