• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 10 Mei, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Suami Istri

Makna Suami Istri Bagai Pakaian

05/09/2025
in Suami Istri, Unggulan
Enam Alasan Pasutri Harus Kokoh dalam Suka dan Duka

Enam Alasan Pasutri Harus Kokoh dalam Suka dan Duka (foto: pixabay)

109
SHARES
841
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com – Suami istri bagai pakaian satu sama lain yang saling melindungi, nyaman dikenakan dan tidak berbahaya jika dipakai. Mengapa Allah Subhanahu wa taala memberikan perumpamaan pakaian dalam hubungan pernikahan?

Konselor Keluarga Cahyadi Takariawan menjelaskan makna surat An-Nisa tentang kepemimpinan. Laki-laki diciptakan sebagai pemimpin dalam rumah tangga, tapi dalam hubungan suami istri, posisi laki-laki bukan sebagai bos, atasan, maupun majikan.

“Laki-laki menjadi pemimpin dalam rumah tangga karena kelebihan yang Allah berikan kepada mereka, yaitu untuk mencari nafkah, membela dan melindungi istrinya,” kata Pak Cah dalam Kulwaf Salman, Kamis (9/9).

Sebagai pemimpin yang ditunjuk oleh Allah Subhanahu wa taala, bukan melalui pemilihan seperti ajang kepala daerah, seorang laki-laki diberikan rambu-rambu dalam mengemban amanahnya.

Ada konsep menarik dalam al-qur’an, yaitu interaksi laki-laki dan perempuan bukan seperti atasan dengan bawahan, bos dengan karyawan, maupun majikan dan pegawainya.

“Yang digambarkan adalah interaksi yang lekat seperti pakaian, libasul lakum,” jelas Pak Cah.

Baca Juga: Hubungan Suami Istri bukan Hanya Soal Ranjang (4)

Makna Suami Istri Bagai Pakaian

Konsep pakaian yang kita pakai sehari-hari itu meskipun dengan corak, kualitas, harga, warna yang berbeda, tapi ada dua hal yang sama.

“Pakaian itu menempel pada tubuh pemakainya, dan kelekatan yang ditimbulkan pakaian itu adalah kenyamanan. Berapapun harganya, jika tidak nyaman atau melukai, pasti tidak akan dipakai,” tambah suami dari Ida Nur Laila itu.

Masya Allah, begitu sederhana tapi kompleks sebuah hubungan suami istri yang diibaratkan seperti pakaian.

Pada masa pandemi ini, dikenal kaidah “la dhororo wa la dhirar” yang artinya tidak boleh membuat orang lain bahaya dan tidak boleh membahayakan diri sendiri. Oleh karena itu, protokol kesehatan 3M atau 5M senantiasa dikampanyekan.

Apalagi dalam kehidupan suami istri. Sebuah studi menyebut bahwa stress di rumah jauh lebih berbahaya ketimbang stress di tempat kerja.

“Kalau stres di keluarga jauh lebih berbahaya karena jika tidak diatasi, konsisten, terus menerus akan menimbulkan dampak jauh lebih buruk,” tutur Pak Cah.

Mengapa? Karena setiap hari, suami istri berinteraksi di rumah, dari bangun tidur hingga tidur lagi. Maka, jika ada perselisihan atau penyebab stress, baiknya segera ditangani atau diselesaikan sehingga tidak memicu perselisihan yang lebih meluas.

“Dari studi yang dilakukan banyak kampus, perempuan merasakan dampak negatif stress yang jauh lebih banyak ketimbang laki-laki,” ungkap penulis dan pegiat Parenting itu.

Kembali pada perumpamaan pakaian, suami istri sebaiknya segera menyadari kekurangan dan kelebihan masing-masing dengan belajar berkomunikasi lebih baik. Kenyamanan komunikasi seperti pakaian yang melekat akan membuat rumah tangga antidrama dan langgeng sepanjang usia.[ind]

Tags: Makna Suami Istri Bagai Pakaian
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Si Kecil Suka Pilih-Pilih Makanan, Apakah Tandanya Ia Kurang Makan?

Next Post

Bahaya Makan Cokelat Jika Berlebihan

Next Post
Bahaya Makan Cokelat Jika Berlebihan

Bahaya Makan Cokelat Jika Berlebihan

Manfaat lidah buaya untuk sehari-hari

5 Manfaat Lidah Buaya untuk Sehari-hari

Kebahagiaan Dunia Terbesarku

Kebahagiaan Dunia Terbesarku

  • Wisata Minat Khusus di Kulon Progo, Yogyakarta

    Wisata Minat Khusus di Kulon Progo, Yogyakarta

    132 shares
    Share 53 Tweet 33
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8366 shares
    Share 3346 Tweet 2092
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4288 shares
    Share 1715 Tweet 1072
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3773 shares
    Share 1509 Tweet 943
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    824 shares
    Share 330 Tweet 206
  • Salimah Kalbar Gelar Rakornas dan Pelatihan Kepemimpinan

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2241 shares
    Share 896 Tweet 560
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3346 shares
    Share 1338 Tweet 837
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4591 shares
    Share 1836 Tweet 1148
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11322 shares
    Share 4529 Tweet 2831
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga