• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 7 Juni, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Sakinah

Cinta Itu Bukan Permen Karet, Manis Disayang Tawar Dibuang

03/02/2022
in Sakinah
Cinta Itu Bukan Permen Karet, Manis Disayang Tawar Dibuang

Mawar (Foto: Pixabay)

132
SHARES
1k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com – Cinta itu bukan permen karet, manis disayang tawar dibuang. Dalam dunia gombalisasi, lakon tentang cinta selalu stereotif: cinta bersemi di pandangan pertama, kedua, ketiga, dan seterusnya. Tapi kemudian layu dan kering termakan usia.

“Aku cinta kamu. Aku sayang kamu,” seperti itulah suara-suara lagu yang kerap menghias telinga di dunia kita. Bukan hanya orang dewasa, anak-anak pun ikutan hafal dan seperti menyatu dalam kehidupan mereka.

Kemilau dan semerbak harum bunga-bunga cinta kian menggoda ketika para selebritis menjadi pemeran utama. Kasing mereka yang prima meletakkan semua pandangan mata tertuju ke mereka.

Baca Juga: Akhir Pekan, Yuk Buat Permen Jelly bersama Buah Hati

Cinta Itu Bukan Permen Karet, Manis Disayang Tawar Dibuang

Senyum, canda, dan tawa bahagia mereka tampilkan sebagai penjamin bahwa yang mereka lakoni nyata. Bukan sandiwara, apalagi drama.

Televisi dan media informasi menyuguhkan kisah mereka seperti cemilan kacang goreng atau kuaci yang tak pernah habis. Selalu ada, tawa, dan bahagia.

Namun, semuanya berhenti di situ. Tak ada lagi sorot kamera ketika sepasang selebritis itu melalui jalan berduri di rumah tangga mereka. Tak ada lagi kamera ketika perjalanan pernikahan mereka termakan usia. Kenapa?

Karena di episode itu sulit menemukan kisah harum seperti semerbak bunga. Cerita berikutnya bukan lagi canda dan tawa bahagia, melainkan caci dan pertempuran mereka di kantor urusan agama, harta gono gini, dan sejenisnya.

Kepalsuan Cinta yang Mempesona

Dunia hiburan, selebritis, dan kisah glamour tentang mereka boleh jadi seperti pisau tajam untuk memotong sosok yang sebenarnya tentang cinta. Cinta menjadi tak ubahnya seperti permen karet yang ketika manis begitu nikmat, tapi saat tawar dibuang, diinjak, atau lebih bagus lagi dikubur.

Cinta menjadi seperti potongan video pendek yang viral. Begitu enak dilihat ketika berdurasi pendek, tapi menjemukan atau bahkan menakutkan ketika berdurasi utuh dan panjang.

Inilah sosok cinta yang akrab di dunia kita. Melek mata, mereka tayangkan, dan menjelang tidur pun mereka lantunkan seperti dongeng indah yang hanya di awang-awang.

Bukan hanya anak-anak muda. Bukan juga hanya mereka yang tidak mengenal Islam yang terpesona.

Tidak jarang, virus palsu tentang cinta itu pun menjalar masuk ke lubang pori-pori hati kita, dan kemudian mengendalikan tingkah kita di alam nyata.

Tanpa sadar, kita menjadi bertingkah seperti selebritis yang umumnya dangkal tentang iman dan jiwa. Dan begitu keruh untuk meneropong apa dasar cinta dan hati pasangan kita.

Mungkin, tayangan yang terus berulang, lakon yang terus dipajang di depan mata kita, membuai kita dalam hipnotis semu tentang cinta. Kita pun seperti kasing yang berbeda dengan mereka, tapi sama dalam jiwa yang dangkal tetang cinta.

Cinta adalah Keberkahan Itu Sendiri

Tak ada doa yang paling mumpuni dan mencakup seluruh kebutuhan pasangan baru suami isteri selain doa tentang keberkahan. “Barokallahu laka wabaroka ‘alaika wajama’a bainakuma fii khair,” begitu kira-kira doa yang diajarkan Nabi saw. untuk kita.

Alquran pun begitu indah menyebut tiga kata sebagai simpul jalinan cinta yang baru bersemi itu: sakinah, mawadah, dan rahmah. (QS. Ar-Rum ayat 30)

Sakinah adalah sebuah tempat yang cocok, nyaman, dan menenangkan untuk singgah. Tak ada lagi tempat yang paling didambakan selain tempat itu. Itulah persinggahan hati dan jiwa yang kita temukan di pasangan kita.
Mawadah adalah keindahan sekaligus dorongan cinta yang melingkupi hubungan biologis seorang pria dan wanita. Tampan dan cantik menjadi fokus yang hanya terlukis kuat dalam pasangan kita. Bukan yang lain.
Rahmah adalah kelembutan dan kesejukan jiwa yang tiba-tiba menyatu dan terjalin dalam ikatan baru itu. Jiwa seperti kosong tanpa keberadaan cinta dia, dan akan terus menjadi sesuatu yang paling dituju dalam keletihan dan kepenatan hidup.

Seperti itulah mungkin cinta yang pernah diukir oleh Rasulullah saw. bersama isterinya, Khadijah. Pasangan ideal yang terus bersama, hingga ajal memisahkan mereka. Seperti tak ada celah untuk yang lain, dan tak ada pantulan cinta-cinta kecil di sekeliling mereka.

Cintanya terus bersemi, meski dilindas waktu dan derita. Satu per satu keduanya diuji dengan perginya buah hati mereka. Senyum bahagia, canda seketika, dan tangis sesaat seperti proses tumbuhnya bunga yang indah dan semerbak.

“Baiti jannati,” begitu kira-kira ungkapan indah tentang jalinan cinta sosok teladan umat manusia.

Silakan pandangi suami atau isteri kita, dengan kaca mata hati yang jernih tanpa kilauan cahaya dunia.

Pandangi sekali lagi dia yang telah begitu sabar meletakkan pemberhentian cintanya di hati kita. Dan koreksi hati kita yang telah tertular virus palsu tentang cinta. Bahwa, cinta kita tidak pantas menjadi permen karet yang bisa manis dan pada saatnya tawar. (mh)

 

Tags: Cinta Itu Bukan Permen KaretManis Disayang Tawar Dibuang
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Tips Tepat Menyimpan Tomat agar Tahan Lama

Next Post

Indonesia Halal Expo 2018: Rekreasi dan Wisata Jadi Bagian Gaya Hidup Halal

Next Post

Indonesia Halal Expo 2018: Rekreasi dan Wisata Jadi Bagian Gaya Hidup Halal

Resep Nasi Bakar Magic Com ala Novita Sari

Resep Brokoli Jamur, Menu Sayur Wajib ala Herhungryhusband

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8594 shares
    Share 3438 Tweet 2149
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11413 shares
    Share 4565 Tweet 2853
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3866 shares
    Share 1546 Tweet 967
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    924 shares
    Share 370 Tweet 231
  • Tidak Ada yang Mustahil bagi Allah, Semua Bisa Terjadi!

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4396 shares
    Share 1758 Tweet 1099
  • Rekomendasi Sekolah Internasional di Jakarta Timur, Jakarta Islamic School Hadirkan Pendidikan Global Berbasis Nilai Islami

    73 shares
    Share 29 Tweet 18
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2294 shares
    Share 918 Tweet 574
  • Merawat Kesehatan Kulit dari Rumah dengan Pendekatan yang Lebih Personal dan Praktis

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Doa Ketika Selesai Sa’i

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga