• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 17 Oktober, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Resensi

Mengistirahatkan Jiwa dengan Buku Meraih Ketenangan Jiwa

13/07/2026
in Resensi
Mengistirahatkan Jiwa dengan Buku Meraih Ketenangan Jiwa

foto: Hafshah

125
SHARES
964
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

DALAM pengantar buku Meraih Ketenangan Jiwa karya Linda A. Zaini ini, kamu akan dibuat terkejut dan mencurigai diri sendiri. Bagaimana bisa?

Daiyah Sirat Rizhqi mengulas buku setebal 140 halaman ini sebagai berikut.

Penulis secara langsung, tanpa basa-basi seolah mengajukan pertanyaan kepada pembaca. Bahagia atau tenang, mana yang kamu pilih?

Mana yang kamu yakini, mana yang paling penting untuk manusia? Kebahagiaan atau ketenangan? Jangan-jangan, seseorang bahagia tapi tidak merasakan ketenangan.

Lalu secara halus tanpa melalui definisi yang rumit, penulis mengutip perkataan ulama tentang sesuatu yang menggabungkan apa yang selayaknya dicita-citakan manusia dan kekuasaan Allah atas cita-cita itu.

“Sesungguhnya memiliki hati yang lapang dan tenang adalah cita-cita yang agung dan anugrah yang luar biasa dari Rabbul ‘alamin”. (Syaikh Abdurrahman bin Abdul Musin al-Badr)

baca juga: Resensi Buku Cara Berpikir Suprarasional

Mengistirahatkan Jiwa dengan Buku Meraih Ketenangan Jiwa

Sejak awal, penulis secara eksplisit menyampaikan tujuan buku ini ditulis.

Sebuah ajakan untuk berefleksi, melakukan kontemplasi pada hasrat manusia untuk bahagia yang sebenarnya tidak membawa diri ke mana pun.

Tanpa pemahaman, bahagia hanya sebuah bagian perjalanan sedangkan ketenangan adalah yang harus diperjuangan.

Jadi, dalam kondisi apapun, baik susah maupun senang, seseorang tidak kehilangan keyakinan kepada Allah.

Juga bahwa buku ini adalah kumpulan dari pelajaran dari ulama, orang-orang sholih dan pengalaman hidup penulis sendiri.

Lalu, setelah kamu selesai menelusuri halaman-halaman awal yang membenarkan persepsi tentang ketenangan dan kebahagiaan sejati, maka jiwa kamu akan diajak beristirahat dengan narasi-narasi tentang keindahan warisan Rasulullah, baik itu wahyu dan praktiknya dalam kehidupan orang sholih pada masa lalu maupun masa kini.

Buku ini terbagi menjadi empat bagian sebagai berikut.

Pertama, makna ketenangan dan pentingnya ketenangan dalam hidup.

Yang kedua, sumber-sumber ilahiah ketenangan jiwa.

ketiga, penghalang-penghalang ketenangan jiwa.

Keempat, tips-tips meraih ketenangan dari kisah dari pengalaman belajar penulis pada masa kini maupun kisah salafussaleh.

Yang menarik adalah pembagian bab-bab ini cair sehingga darimanapun kamu membacanya, kamu akan tetap menemukan benang merah dan hikmah.

Pembagian bab tidak kaku karena diisi dengan kumpulan tulisan dengan judul menarik dan narasi yang proporsional serta tidak membosankan.

Yang menarik lagi, sekalipun buku ini bersifat kontemplatif, namun kamu masih bisa merasakan dinamika dari tulisan.

Ada bagian saat kamu dibawa pada SOP ideal meraih ketenangan, namun ada bagian di mana harus ada penerimaan sisi manusiawi yaitu dengan diajak menerima proses, dan kepahitan, kegelisahan, dan takdir dalam rangka mencapai ketenangan.

Tentu disertai contoh yang penulis temui langsung.

Kadang buku ini seperti sahabat yang datang mengelus, menasihati, kadang seperti sahabat yang tegas menegur, contohnya dalam bab berjudul “Raih Ketenangan dengan Meninggalkan Perkara yang Mubah”.

Pada bab ini, penulis memberi kewaspadaan kepada pembaca tentang hal yang lazim berlaku dalam kehidupan tapi sering tidak disadari. Yaitu mencampuradukkan sumber kebahagiaan dan ketenangan.

Sebagai penutup, ini adalah buku yang berbicara langsung kepada hati dan akal.

Jika kamu mencari buku yang kontemplatif namun juga casual reading, buku ini adalah salah satu yang terbaik. Selamat mengistirahatkan jiwa melalui buku Meraih Ketenangan Jiwa.[ind]

 

Tags: Mengistirahatkan Jiwa dengan Buku Meraih Ketenangan Jiwa
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Sate Padang Dinobatkan sebagai Hidangan Daging Terbaik Kedua di Asia Versi TasteAtlas 2026

Next Post

Simak Manfaat Kacang Hazel untuk Kesehatan Kulit

Next Post
Simak Manfaat Kacang Hazel untuk Kesehatan Kulit

Simak Manfaat Kacang Hazel untuk Kesehatan Kulit

Bosan Sayur Bening? Ini Referensi Olahan Bayam yang Lezat dan Mudah Dibuat

Bosan Sayur Bening? Ini Referensi Olahan Bayam yang Lezat dan Mudah Dibuat

Enam Alasan Pasutri Harus Kokoh dalam Suka dan Duka

Makna Suami Istri Bagai Pakaian

  • 5 Wisata Gratis di Wonosobo yang Cocok untuk Liburan Keluarga

    5 Wisata Gratis di Wonosobo yang Cocok untuk Liburan Keluarga

    98 shares
    Share 39 Tweet 25
  • Kabut Asap Karhutla Membawa Petaka

    81 shares
    Share 32 Tweet 20
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9551 shares
    Share 3820 Tweet 2388
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4869 shares
    Share 1948 Tweet 1217
  • Meski 96 Persen Muslim, Azerbaijan Larang Siswi dan Guru Berjilbab

    74 shares
    Share 30 Tweet 19
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11849 shares
    Share 4740 Tweet 2962
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1369 shares
    Share 548 Tweet 342
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4315 shares
    Share 1726 Tweet 1079
  • Tangis Para Sahabat Nabi

    135 shares
    Share 54 Tweet 34
  • Membiasakan Shalawat kepada Rasulullah dalam Kehidupan Sehari-hari

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga