• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 30 Mei, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Resensi

Mengistirahatkan Jiwa dengan Buku Meraih Ketenangan Jiwa

05/09/2025
in Resensi
Mengistirahatkan Jiwa dengan Buku Meraih Ketenangan Jiwa

foto: Hafshah

120
SHARES
923
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

DALAM pengantar buku Meraih Ketenangan Jiwa karya Linda A. Zaini ini, kamu akan dibuat terkejut dan mencurigai diri sendiri. Bagaimana bisa?

Daiyah Sirat Rizhqi mengulas buku setebal 140 halaman ini sebagai berikut.

Penulis secara langsung, tanpa basa-basi seolah mengajukan pertanyaan kepada pembaca. Bahagia atau tenang, mana yang kamu pilih?

Mana yang kamu yakini, mana yang paling penting untuk manusia? Kebahagiaan atau ketenangan? Jangan-jangan, seseorang bahagia tapi tidak merasakan ketenangan.

Lalu secara halus tanpa melalui definisi yang rumit, penulis mengutip perkataan ulama tentang sesuatu yang menggabungkan apa yang selayaknya dicita-citakan manusia dan kekuasaan Allah atas cita-cita itu.

“Sesungguhnya memiliki hati yang lapang dan tenang adalah cita-cita yang agung dan anugrah yang luar biasa dari Rabbul ‘alamin”. (Syaikh Abdurrahman bin Abdul Musin al-Badr)

baca juga: Resensi Buku Cara Berpikir Suprarasional

Mengistirahatkan Jiwa dengan Buku Meraih Ketenangan Jiwa

Sejak awal, penulis secara eksplisit menyampaikan tujuan buku ini ditulis.

Sebuah ajakan untuk berefleksi, melakukan kontemplasi pada hasrat manusia untuk bahagia yang sebenarnya tidak membawa diri ke mana pun.

Tanpa pemahaman, bahagia hanya sebuah bagian perjalanan sedangkan ketenangan adalah yang harus diperjuangan.

Jadi, dalam kondisi apapun, baik susah maupun senang, seseorang tidak kehilangan keyakinan kepada Allah.

Juga bahwa buku ini adalah kumpulan dari pelajaran dari ulama, orang-orang sholih dan pengalaman hidup penulis sendiri.

Lalu, setelah kamu selesai menelusuri halaman-halaman awal yang membenarkan persepsi tentang ketenangan dan kebahagiaan sejati, maka jiwa kamu akan diajak beristirahat dengan narasi-narasi tentang keindahan warisan Rasulullah, baik itu wahyu dan praktiknya dalam kehidupan orang sholih pada masa lalu maupun masa kini.

Buku ini terbagi menjadi empat bagian sebagai berikut.

Pertama, makna ketenangan dan pentingnya ketenangan dalam hidup.

Yang kedua, sumber-sumber ilahiah ketenangan jiwa.

ketiga, penghalang-penghalang ketenangan jiwa.

Keempat, tips-tips meraih ketenangan dari kisah dari pengalaman belajar penulis pada masa kini maupun kisah salafussaleh.

Yang menarik adalah pembagian bab-bab ini cair sehingga darimanapun kamu membacanya, kamu akan tetap menemukan benang merah dan hikmah.

Pembagian bab tidak kaku karena diisi dengan kumpulan tulisan dengan judul menarik dan narasi yang proporsional serta tidak membosankan.

Yang menarik lagi, sekalipun buku ini bersifat kontemplatif, namun kamu masih bisa merasakan dinamika dari tulisan.

Ada bagian saat kamu dibawa pada SOP ideal meraih ketenangan, namun ada bagian di mana harus ada penerimaan sisi manusiawi yaitu dengan diajak menerima proses, dan kepahitan, kegelisahan, dan takdir dalam rangka mencapai ketenangan.

Tentu disertai contoh yang penulis temui langsung.

Kadang buku ini seperti sahabat yang datang mengelus, menasihati, kadang seperti sahabat yang tegas menegur, contohnya dalam bab berjudul “Raih Ketenangan dengan Meninggalkan Perkara yang Mubah”.

Pada bab ini, penulis memberi kewaspadaan kepada pembaca tentang hal yang lazim berlaku dalam kehidupan tapi sering tidak disadari. Yaitu mencampuradukkan sumber kebahagiaan dan ketenangan.

Sebagai penutup, ini adalah buku yang berbicara langsung kepada hati dan akal.

Jika kamu mencari buku yang kontemplatif namun juga casual reading, buku ini adalah salah satu yang terbaik. Selamat mengistirahatkan jiwa melalui buku Meraih Ketenangan Jiwa.[ind]

 

Tags: Mengistirahatkan Jiwa dengan Buku Meraih Ketenangan Jiwa
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Kebahagiaan Dunia Terbesarku

Next Post

Hidayat Nur Wahid Dukung World Muslim Scout Jamboree 2025

Next Post
Hidayat Nur Wahid Dukung World Muslim Scout Jamboree 2025

Hidayat Nur Wahid Dukung World Muslim Scout Jamboree 2025

Hukum Sedekah Hari Jumat

Dalil Sedekah Jumat

Perdana dalam Sejarah, Indonesia Jadi Tuan Rumah World Muslim Scout Jamboree 2025

Perdana dalam Sejarah, Indonesia Jadi Tuan Rumah World Muslim Scout Jamboree 2025

  • Resep Telur Dadar Tahu Enak ala Chef Renatta

    Resep Telur Dadar Tahu Enak ala Chef Renatta

    177 shares
    Share 71 Tweet 44
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    566 shares
    Share 226 Tweet 142
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8535 shares
    Share 3414 Tweet 2134
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4373 shares
    Share 1749 Tweet 1093
  • Iduladha 2026, Salimah Bojonggede Sembelih 9 Ekor Sapi dan 1 Ekor Kambing Kurban

    70 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Air Terjun Kapas Biru Lumajang, Keindahan Tersembunyi di Kaki Gunung Semeru

    80 shares
    Share 32 Tweet 20
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    894 shares
    Share 358 Tweet 224
  • Perbedaan Air Mani dan Madzi

    251 shares
    Share 100 Tweet 63
  • Perhatikan Batas Usia Masuk Sekolah Tahun Ajaran Baru 2025/2026

    121 shares
    Share 48 Tweet 30
  • Doa Ketika Selesai Sa’i

    145 shares
    Share 58 Tweet 36
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga