• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Senin, 24 Agustus, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Quran Hadis

Cara Rasul Menerima Wahyu dari Allah

11/03/2024
in Quran Hadis
Cara Rasul Menerima Wahyu dari Allah

Foto: Pixabay

253
SHARES
1.9k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com – Cara Rasul, menerima wahyu dari Allah ada dua: Yang pertama, melalui perantara Jibril dan yang kedua, tanpa perantara.

Melalui perantara Jibril

Ada dua cara Jibril datang kepada Rasul dengan membawa wahyu dari Allah.

Cara pertama muncul suara yang menyerupai bunyi lonceng yang memekakkan telinga. Ini terjadi saat Jibril menyampaikan wahyu kepada Rasulullah SAW. Suara yang sangat kuat ini untuk memancing perhatian Rasulullah agar Rasulullah bersiap menerima wahyu.

Sehingga dengan cara ini saat Rasulullah menerima wahyu dari Malaikat ia telah memiliki kesiapan yang matang untuk meneriman, menghafal dan memahaminya.

Suara yang memekakkan telinga ini bisa jadi adalah suara kepakan sayap Malaikat, sebagai mana sebuah hadits berbunyi: “Dari Abu Hurairah yang Nabi SAW menyampaikan kepadanya, beliau bersabda: “Jika Allah memutuskan suatu keputusan di langit malaikat akan mengepakkan sayapnya karena tunduk kepada titahnya, seolah-olah kepakan sayapnya seperti rantai di atas batu licin.”

Baca Juga: Cara Allah Memberi Wahyu Kepada Malaikat

Cara Rasul Menerima Wahyu dari Allah

Cara kedua adalah dengan menyerupai manusia yaitu seorang laki-laki. Pada kondisi ini Rasulullah merasakan ketenangan dan merasa terhibur karena layaknya perbincangan antara dua orang manusia.

Tapi yang perlu diketahui pada cara kedua ini, tidak berarti bahwa malaikat berubah wujud menjadi manusia tetapi ia tampak di mata sahabat dan Rasulullah dengan bentuk manusia.

Kedua cara di atas telah dicantum dalam sebuah hadits, “Kadangkala ia (wahyu) datang dalam bentuk bunyi lonceng –ini yang paling berat bagiku- kemudian ia diangkat dariku setelah aku menyadari apa yang difirmankan, dan terkadang malaikat itu menyerupai seorang laki-laki kemudian ia berkata padaku dan aku menyadari apa yang ia katakan”

Tanpa melalui perantara

Melalui mimpi yang benar

Aisyah radhiyallahu anha berkata: “Wahyu pertama kali turun kepada Rasulullah Saw. dalam bentuk mimpi yang benar tatkala tidur. Dan tidaklah Rasulullah Saw. bermimpi kecuali mimpi tersebut datang seperti cahaya subuh (sangat jelas).”

Dengan demikian mimpi yang dialami oleh Nabi dan Rasul wajib kita yakini dan ikuti, sebagimana kisah Nabi Ibrahim yang bermimpi menyembelih anaknya. Kalau bukan karena mimpi yang dialami Nabi Ibrahim adalah wahyu tidak mungkin Nabi Ibrahim akan menyembelih anaknya yang telah lama dinanti-nantikan.

Berbicara di Balik Tabir

Hal ini sebagaimana terjadi pada Nabi Musa a.s.

Dan tatkala Musa datang untuk (munajat dengan Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya, berkatalah Musa: “Ya Tuhanku, nampakkanlah (diri Engkau) kepadaku agar aku dapat melihat kepada Engkau.” (Al-A’raf: 143)

Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung. (An-Nisaa: 164)

Tags: Cara Rasul Menerima Wahyu dari Allah
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Sambut Ramadan, Jakarta Islamic School Mengadakan Banyak Program Ramadan

Next Post

Pingin Hidup Tenang

Next Post
Masih Terbentang Harapan

Pingin Hidup Tenang

Principal Kitchen Mam Fifi Jadi Primadona di Tarhib Ramadan JISc

Principal Kitchen Mam Fifi Jadi Primadona di Tarhib Ramadan JISc

Nasional Halal Fair 2024, Gerbang Menuju Sinergi Kebangkitan Ekonomi Syariah Melalui Muslim Life Fair

Nasional Halal Fair 2024, Gerbang Menuju Sinergi Kebangkitan Ekonomi Syariah Melalui Muslim Life Fair

  • Mengenal Zafeera Anti UV, Kain Premium yang Nyaman, Adem, dan Elegan untuk Aktivitas Seharian

    Mengenal Zafeera Anti UV, Kain Premium yang Nyaman, Adem, dan Elegan untuk Aktivitas Seharian

    81 shares
    Share 32 Tweet 20
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9167 shares
    Share 3667 Tweet 2292
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    715 shares
    Share 286 Tweet 179
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1228 shares
    Share 491 Tweet 307
  • Lidah Mertua yang Menyebalkan

    83 shares
    Share 33 Tweet 21
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4148 shares
    Share 1659 Tweet 1037
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11706 shares
    Share 4682 Tweet 2927
  • Keutamaan Menyebarkan Salam

    175 shares
    Share 70 Tweet 44
  • Tokoh Muda Kemanusiaan Itu Telah ‘Pergi’

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • 8 Keutamaan Shalawat Nabi

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga