PERNAHKAH kita membayangkan bagaimana kehidupan di dunia akan berakhir? Kesibukan bekerja dan mengejar berbagai keinginan terkadang membuat manusia lupa bahwa kehidupan ini tidak berlangsung selamanya. Harta yang dikumpulkan dan jabatan yang dibanggakan pada akhirnya akan ditinggalkan. Setiap manusia akan menghadapi hari ketika seluruh amal perbuatannya diperhitungkan oleh Allah SWT.
Pengingat tentang kepastian hari akhir tersebut dapat ditemukan dalam Surah Al-Haqqah. Surah ke-69 dalam Al-Qur’an ini terdiri atas 52 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah. Kandungannya menjelaskan tentang hari kiamat serta nasib umat terdahulu yang mendustakan para rasul. Selain itu surah ini mengingatkan manusia mengenai pertanggungjawaban amal dan kebenaran Al-Qur’an.
Baca Juga: Apakah Benar Konsumsi Tauge Dapat Meningkatkan Kesuburan Pria atau Wanita?
Apa Isi Kandungan Surah Al-Haqqah? Ini 6 Pelajaran Penting bagi Kehidupan
Lantas apa saja isi kandungan Surah Al-Haqqah yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari?
1. Meyakini Kepastian Hari Kiamat
Surah Al-Haqqah diawali dengan kata Al-Haqqah yang bermakna peristiwa yang pasti terjadi. Kata tersebut menjadi salah satu nama hari kiamat karena peristiwa itu merupakan kenyataan yang tidak dapat dihindari.
Pada ayat pertama hingga ketiga Allah SWT menegaskan kebesaran peristiwa tersebut melalui pertanyaan yang menggugah perhatian manusia.
Kandungan ini mengajarkan bahwa kehidupan dunia hanyalah sementara. Setiap orang perlu mempersiapkan bekal untuk menghadapi kehidupan akhirat.
Dalam kehidupan sehari-hari keyakinan terhadap hari kiamat dapat mendorong kita lebih berhati-hati dalam bertindak. Jangan sampai mengejar kesenangan sesaat membuat kita melupakan kewajiban kepada Allah.
2. Tidak Mengulangi Kesalahan Umat Terdahulu
Ayat 4 hingga 12 menceritakan kehancuran kaum Tsamud dan Ad serta Fir’aun dan umat sebelumnya. Mereka mendapatkan azab karena mendustakan para rasul dan melampaui batas.
Kaum Ad dihancurkan melalui angin yang sangat dahsyat. Sementara kaum Tsamud mendapatkan azab setelah menolak kebenaran yang dibawa Nabi Saleh AS.
Surah ini juga mengingatkan peristiwa banjir besar pada masa Nabi Nuh AS. Allah menyelamatkan orang-orang beriman melalui kapal yang dibuat atas petunjuk-Nya.
Kisah tersebut mengajarkan bahwa kekuatan dan kekayaan tidak menjamin keselamatan seseorang. Manusia perlu menjauhi kesombongan serta tidak meremehkan peringatan Allah.
3. Mengingat Bahwa Semua Amal Akan Dipertanggungjawabkan
Pada ayat 13 hingga 18 Allah SWT menggambarkan dahsyatnya hari kiamat. Sangkakala ditiup dan bumi beserta gunung-gunung dihancurkan. Pada hari itu seluruh manusia akan dihadapkan kepada Allah.
Tidak ada satu pun perbuatan yang dapat disembunyikan. Semua yang pernah dilakukan akan diketahui dan diperhitungkan.
Pelajaran ini sangat penting bagi kehidupan. Setiap manusia perlu menyadari bahwa tindakan kecil sekalipun memiliki konsekuensi.
Karena itu biasakan melakukan kebaikan meskipun tidak dilihat orang lain. Hindari menipu dan mengambil hak sesama. Jangan pula merasa bebas melakukan keburukan hanya karena tidak ada manusia yang mengetahuinya.
4. Menjadikan Amal Saleh sebagai Bekal Akhirat
Ayat 19 hingga 24 menjelaskan keadaan orang-orang yang menerima catatan amal dari sebelah kanan. Mereka merasa bahagia karena menyadari bahwa dirinya akan menghadapi perhitungan amal dengan penuh keyakinan.
Mereka mendapatkan kehidupan yang menyenangkan di surga. Allah mempersilakan mereka menikmati berbagai kenikmatan sebagai balasan atas amal yang telah dilakukan selama hidup di dunia.
Kandungan ini mengajarkan bahwa setiap kebaikan yang dilakukan tidak akan sia-sia. Menjaga salat dan membantu orang lain serta bersedekah merupakan contoh amal yang perlu dibiasakan.
Jangan menunggu kaya untuk berbagi atau menunggu memiliki banyak waktu untuk beribadah. Mulailah dari hal sederhana yang bisa dilakukan setiap hari.
5. Harta dan Jabatan Tidak Dapat Menyelamatkan Manusia
Berbeda dengan orang yang menerima catatan amal dari sebelah kanan ayat 25 hingga 37 menggambarkan penyesalan orang yang menerima catatan amal dari sebelah kiri.
Mereka menyadari bahwa kekayaan dan kekuasaan yang dahulu dibanggakan tidak mampu memberikan pertolongan. Bahkan mereka menyesali kehidupan yang telah dijalani tanpa mempersiapkan bekal akhirat.
Pesan ini menjadi pengingat agar manusia tidak menjadikan harta sebagai tujuan utama kehidupan. Kekayaan memang dapat memberikan kemudahan tetapi tidak boleh membuat seseorang lupa kepada Allah.
Gunakan rezeki untuk hal-hal yang bermanfaat. Tunaikan zakat dan perhatikan kebutuhan orang miskin. Sebab dalam Surah Al-Haqqah ayat 34 disebutkan bahwa salah satu kesalahan orang yang mendapatkan azab adalah tidak mendorong pemberian makan kepada orang miskin.
6. Meyakini Al-Qur’an sebagai Kebenaran dari Allah
Pada bagian akhir yaitu ayat 38 hingga 52 Allah menegaskan bahwa Al-Qur’an bukanlah perkataan penyair ataupun peramal. Kitab suci tersebut merupakan wahyu yang diturunkan dari Tuhan semesta alam.
Al-Qur’an menjadi petunjuk bagi manusia untuk membedakan kebenaran dan kebatilan. Karena itu umat Islam perlu menjadikan kitab suci ini sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan.
Surah Al-Haqqah ditutup dengan perintah untuk bertasbih menyebut nama Allah Yang Mahaagung. Penutup tersebut mengingatkan manusia agar senantiasa mengagungkan dan mengingat Sang Pencipta.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Isi kandungan Surah Al-Haqqah mengajarkan tentang kepastian hari kiamat dan pentingnya mempersiapkan amal saleh. Surah ini juga mengingatkan manusia agar tidak sombong dengan kekayaan serta kekuasaan karena semuanya tidak dapat menggantikan keimanan.



