• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 23 Juli, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Pranikah

Lima Logika Pacaran yang Keliru

15/05/2023
in Pranikah
Momen-momen rentan hubungan suami istri

Momen-momen rentan hubungan suami istri (Ilustrasi, foto: publicdomainpictures.net)

83
SHARES
638
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

PACARAN sudah seperti menjadi tren di kalangan remaja perkotaan. Sejumlah logika keliru pun dikembangkan.

Ada upaya sistematis dari pihak sekuler untuk melazimkan budaya pacaran. Hal ini agar generasi muda menganggap biasa pacaran. Bahkan boleh jadi, mereka yang tidak pacaran menjadi terkucilkan.

Logika-logika berikut ini sepertinya ditumbuhsuburkan. Seolah, pacaran memberikan manfaat luar biasa untuk kehidupan muda-mudi saat ini.

Satu, pacaran mendewasakan muda-mudi.

Daya tarik lawan jenis sudah tumbuh sejak usia balig. Ada yang sejak usia SD, SMP, bahkan usia sebelumnya.

Sebagian orang menganggap perlu pacaran. Hal ini dimaksudkan agar remaja pria dan wanita memahami tentang lawan jenis mereka. Sehingga proses pendewasaan menjadi normal.

Masalahnya, kalau secara naluriah pria dan wanita memiliki ketertarikan, norma apa yang menghalangi satu sama lain untuk tidak saling ‘coba-coba’.

Hal ini karena ‘coba-coba’ bisa berakibat fatal. Khususnya untuk remaja putri.

Dua, pacaran bisa mematangkan saling kecocokan.

Ada semacam kewajaran di kalangan lajang bahwa pacaran bisa mematangkan kecocokan satu sama lain. Sebelum memasuki jenjang pernikahan, keduanya saling mencari kecocokan melalui pacaran. Hal dimaksudkan agar pernikahan tidak mengalami kegagalan.

Masalahnya, kecocokan seperti apa yang dimaksudkan. Selain itu, pacaran tidak menentukan berapa lama proses saling cocok yang ideal.

Akibatnya, proses pacaran menjadi unlimited alias tanpa batas waktu. Batasnya kalau keduanya siap memasuki jenjang pernikahan. Jadi, batasnya kesiapan, bukan waktu. Padahal kesiapan dan kecocokan menjadi sangat relatif dan fleksibel.

Tiga, pacaran menyehatkan fisik dan jiwa.

Remaja yang hidup sendiri cenderung fatalis, emosional, tanpa semangat, dan lainnya. Karena itu, pacaran seolah menjadi solusi mengatasi masalah gejolak remaja seperti ini.

Hal ini karena dengan pacaran, dua remaja bisa saling berbagi pemikiran, curhat, dan saling menguatkan semangat dan pemahaman.

Dalam hal ini, ada ketidaksingkronan antara hasil yang diharapkan dengan proses yang dilakukan. Kalau yang dibutuhkan semangat dan pemahaman, solusi yang dibutuhkan adalah penyadaran dan diskusi intensif. Dan itu bisa didapat dari mentor atau senior yang lebih berpengalaman.

Sementara pacaran tidak masuk pada area penyadaran dan pemahaman. Karena keduanya lebih cenderung saling tertarik pada pemuasan daya tarik lawan jenis, bukan yang lain.

Empat, pacaran bisa mematangkan proses pernikahan.

Jangan beli kucing dalam karung. Begitulah yang ada dalam logika untungnya proses pacaran sebelum jenjang pernikahan.

Dengan logika ini seolah menguatkan kesimpulan bahwa perceraian terjadi karena pasangan belum matang dalam perkenalan.

Masalahnya, kalau pacaran bisa ‘membuka’ semua rahasia calon pasangan, maka buat apa lagi adanya pernikahan?

Padahal, pernikahan itu ‘awal’ interaksi pasangan, bukan akhir yang lazim dalam logika proses pacaran. Karena sudah saling puas ‘coba-coba’, maka legalitasnya melalui pernikahan.

Kalau sudah saling puas ‘coba-coba’ dalam pacaran, lalu kegiatan apa lagi yang ingin didapat dari pernikahan.

Justru, ikatan pernikahan menjadi sangat rentan karena keduanya sudah saling ‘coba-coba’ melalui proses pacaran.

Lima, mana lebih dulu: pacaran baru jodohan, atau jodohan baru pacaran.

Logika ini menunjukkan bahwa pernikahan bukan sesuatu yang sakral. Justru sakralnya ada pada pacaran. Karena pernikahan dalam hal ini seolah hanya sebagai legitimasi dari cinta-cintaan di masa pacaran.

Logika ini juga menakut-nakuti siapa pun bahwa ikatan pernikahan itu seperti ‘jebakan’ atau perangkap yang kalau sudah terlanjur sulit ‘balik badan’.

Padahal, pernikahan itu menjadikan hubungan pria dan wanita di atas tanggung jawab. Bukan ‘survei’ atau ‘coba-coba’ seperti yang terjadi pada pacaran.

Selain interaksi pria dan wanita menjadi sah dan bertanggung jawab, pernikahan juga menyiapkan pria dan wanita memasuki fase hidup berikutnya: sebagai ayah atau ibu. Bukan seperti pacaran yang hanya berkutat pada fase itu-itu saja. [Mh]

 

Tags: Lima Logika Pacaran yang Keliru
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Resep Islami Mendidik Anak ala dr. Dewi Inong Irana

Next Post

Refleksi Pikiran dan Hati Nabila Ishma Tentang Kehilangan

Next Post
Refleksi Pikiran dan Hati Nabila Ishma Tentang Kehilangan

Refleksi Pikiran dan Hati Nabila Ishma Tentang Kehilangan

Keajaiban Air Zam-zam, Dapat Menyembuhkan Segala Penyakit

Keajaiban Air Zam-zam, Dapat Menyembuhkan Segala Penyakit

KPIPA Ajak Umat Islam Kampanye Palestina Arah Perjuanganku

KPIPA Ajak Umat Islam Kampanye Palestina Arah Perjuanganku

  • Profil Lamine Yamal, Bintang Muda Muslim yang Menginspirasi Dunia Sepak Bola

    Profil Lamine Yamal, Bintang Muda Muslim yang Menginspirasi Dunia Sepak Bola

    359 shares
    Share 144 Tweet 90
  • Wardah Hadirkan Soft Glam Arabian untuk Amna Al Qubaisi di TIME100 Sports Gala Lewat Kolaborasi Beauty Talent Internasional

    74 shares
    Share 30 Tweet 19
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8936 shares
    Share 3574 Tweet 2234
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4031 shares
    Share 1612 Tweet 1008
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1116 shares
    Share 446 Tweet 279
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4699 shares
    Share 1880 Tweet 1175
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3493 shares
    Share 1397 Tweet 873
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11612 shares
    Share 4645 Tweet 2903
  • Mengenal Tiga Warna Favorit Nabi Muhammad

    339 shares
    Share 136 Tweet 85
  • Tak Ada yang Kebetulan: Dari Messi Memandikan Bayi Yamal hingga Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Semua Terjadi dalam Takdir Allah

    118 shares
    Share 47 Tweet 30
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga