• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 29 April, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Parenting

Psikolog: Bila Anak Telanjur Melihat Konten Negatif, Jangan Panik

28/09/2025
in Parenting
KNPK Apresiasi Kebijakan Pembatasan Akses Media Sosial bagi Anak di Bawah 16 Tahun

(foto: pixabay)

89
SHARES
682
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com – Bila anak telanjur melihat konten negatif misalnya tentang homoseksual, kekerasan, atau kriminalitas, Psikolog dari Yayasan Sahabatku Hayati Rahmah, M.Psi menyarankan agar orangtua jangan panik dulu.

“Jika anak sudah telanjur pernah melihat konten LGBT, ortu jangan menjadi cemas atau panik. Cari tahu apa yang sudah diketahuinya, apa pendapat anak tentang hal tersebut, dan berikan pemahaman yang tepat sesuai nilai-nilai di keluarga,” papar Rahmah kepada ChanelMuslim.com, Rabu (15/9).

Terkait video tentang iklan homo di media sosial, Rahmah mengimbau agar orangtua harus tetap mendampingi anak dalam mengakses internet.

“Kondisi saat ini, hampir semua orang mengakses Internet, termasuk anak-anak. Orang tua sebagai pendamping anak, perlu mengawasi konten-konten, bacaan dan tayangan yang dinikmati anak, terutama jika anak masih dalam usia yang butuh pendampingan,” jelasnya lagi.

Konten di internet sangat luas, mulai dari yang positif hingga negatif. Termasuk konten terkait LGBT yg juga sebenarnya sudah tampak mulai masif di berbagai konten di Internet.

“Biasanya memang untuk program tertentu ada opsi filter, namun orang tua tetap perlu mendampingi, atau pun mengetahui tayangan yang diakses anak,” tutur alumnus Fakultas Psikologi Universitas Indonesia itu.

Baca Juga: Viral Video Aku Bukan Homo di Konten Anak, MUI Angkat Bicara

Psikolog: Bila Anak Telanjur Melihat Konten Negatif, Jangan Panik

Di sisi lain, Rahmah berpendapat, orang tua juga perlu memberikan pemahaman yang tepat mengenai LGBT, terutama jika hal itu tidak sesuai dengan norma dan nilai-nilai yang dianut keluarga.

“Bisa lewat ngobrol santai, diskusi, ataupun membacakan cerita dengan tema terkait,” tandasnya.

Tidak hanya konten di media sosial seperti Youtube, Rahmah juga menyinggung berbagai platform elektronik yang biasa diakses anak, seperti televisi dan media sosial lainnya.

“Yang perlu diwaspadai tidak hanya sebatas konten youtube, tapi juga program TV, postingan di medsos, yang sebenarnya juga ada yang mengarah pada toleransi penerimaan terhadap LGBT, namun kadang tidak sepenuhnya disadari oleh orang tua,” ungkap Rahmah.

Sahabat Muslim, postingan video terkait homo yang muncul di konten anak semoga dapat menjadi peringatan agar orangtua tetap waspada dalam mengawasi penggunaan gadget pada anak.

Di sisi lain, sebagai orang tua, peran mengarahkan dan membimbing anak perlu dimaksimalkan terutama terkait isu sensitif seperti konten dewasa, termasuk LGBT.[ind]

Tags: Jangan PanikPsikolog: Bila Anak Telanjur Melihat Konten Negatif
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Ujub Penyakit Hati yang Tersembunyi

Next Post

Kejamnya Dunia Sales Kredit

Next Post
Kejamnya Dunia Sales Kredit

Kejamnya Dunia Sales Kredit

Pameran Halal Indo 2025 Catatkan Transaksi Rp7,7 Miliar dan Lebih dari 25.000 Pengunjung

Pameran Halal Indo 2025 Catatkan Transaksi Rp7,7 Miliar dan Lebih dari 25.000 Pengunjung

Kajian Inspiratif JISc Bersama Angelina Sondakh, Wali Siswa: Ini yang Dibutuhkan Orang Tua

Kajian Inspiratif JISc Bersama Angelina Sondakh, Wali Siswa: Ini yang Dibutuhkan Orang Tua

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8282 shares
    Share 3313 Tweet 2071
  • Kisah Nuryati bersama Anak Cucu di KRL Bekasi Timur

    70 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4246 shares
    Share 1698 Tweet 1062
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11292 shares
    Share 4517 Tweet 2823
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3322 shares
    Share 1329 Tweet 831
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2083 shares
    Share 833 Tweet 521
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3722 shares
    Share 1489 Tweet 931
  • Kehadiran Deswita Maharani dan Ferry Maryadi di Acara Lamaran Syifa Hadju dan El Rumi Menambah Kesan Hangat

    90 shares
    Share 36 Tweet 23
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4561 shares
    Share 1824 Tweet 1140
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2215 shares
    Share 886 Tweet 554
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga