• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 17 Januari, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Parenting

Mendidik itu bukan sekadar Menyayangi

02/06/2025
in Parenting
Dunia Anak adalah Dunia Bermain
94
SHARES
726
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

MENDIDIK itu bukan sekadar menyayangi anak. Hal ini menjadi pengingat bagi kita agar dapat mendidik anak dengan benar. Kak Eka Wardhana menuliskan bahwa menurut junjungan kita: Muhammad Shalallahu alaihi wassalam dalam Hadis Riwayat Ahmad, orang yang mandul bukanlah orang yang tidak mempunyai anak.

Orang yang mandul menurut Beliau adalah orang yang mempunyai banyak anak, tetapi anak-anaknya itu tidak memberinya manfaat sesudah ia meninggal dunia.

Baca Juga: Mendidik Keluarga Sibuk dengan Kebaikan

Mendidik itu bukan sekadar Menyayangi

Padahal, Ayah dan Bunda, kita ingat dalam hadis lain yang diriwayatkan Imam Muslim bahwa semua amal anak Adam akan terputus ketika ia meninggal dunia, kecuali 3 perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan doa dari anak shalih yang mendoakan orangtuanya.

Jadi kita harus mengajarkan anak-anak kita doa kepada orangtua. Doa kepada orangtua yang diajarkan dalam Alquran berbunyi: Allahummaghfirli waliwalidayya war hamhumaa kama Robbayaani shaghiira (Wahai Tuhanku, ampunilah aku dan kedua orangtuaku dan sayangilah mereka sebagaimana mereka mendidikku ketika aku masih kecil).

Ayah dan Bunda, ternyata sebagian orang mengartikan kata Robbayaani sebagai “Menyayangi”. Jadi penggalan akhir doa di atas berbunyi: …dan sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku ketika aku masih kecil.

Kalau jeli, arti kedua (Robbayaani = menyayangiku) bisa berbeda makna dari arti yang pertama (Robbayaani = mendidikku). Menurut kaidah bahasa, penerjemahan yang lebih tepat sebenarnya adalah arti yang pertama (Robbayaani = mendidikku).

Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Dalam konteks, “Menyayangi” memang berbeda dengan “Mendidik”. Kita bisa menyayangi tanpa harus mendidik. Kita sayang pada kucing peliharaan, tetapi kita tidak harus mendidiknya untuk jadi tertib. Kita bisa sayang pada benda-benda kesayangan yang bahkan tak perlu dididik sama sekali.

Namun, kita tidak bisa mendidik tanpa menyayangi. Ketika mendidik anak tentang toilet training, misalnya, diperlukan rasa sayang yang besar pada anak, karena jika tidak kita pasti akan dikuasai rasa jijik dan kesal. Singkat kata: dalam kata “Mendidik” terkandung juga arti “Menyayangi”, namun dalam kata “Menyayangi” tidak selalu terkandung arti “Mendidik”.

Ayah dan Bunda, anak-anak adalah investasi terbesar kita dalam hidup. Sebab bila investasi itu berhasil dengan tumbuhnya anak-anak kita menjadi orang-orang shalih, kita akan menikmatinya terus dan terus walaupun kita telah mati. Sebab hanya doa anak shalih yang diterima. Doa anak yang tidak shalih? Tentu saja tidak bisa diterima.

Lalu ketika anak shalih berdoa, ia akan memohon kepada Rabb-nya, “Wahai Tuhanku, ampunilah aku dan kedua orangtuaku dan sayangilah mereka sebagaimana mereka mendidikku ketika aku masih kecil”.

Pertanyaannya tentu: bagaimana kalau orangtua tidak mendidik anak sewaktu kecil? Ya, tentu saja tidak masuk kriteria orangtua yang bisa disertakan dalam doa tadi!

Jadi, Ayah dan Bunda, orangtua harus, harus mendidik anaknya di waktu kecil. Mendidik agar jadi apa? Orangtua harus, harus mendidik anaknya agar menjadi shalih. Bila dua hal itu: mendidik di waktu kecil dan keshalihan, tidak ada, maka kita tidak bisa berharap nanti setelah kita wafat, akan ada doa yang terus melapangkan kubur kita dari anak-anak.

Ayah dan Bunda, sekarang ini banyak orangtua yang mengaku sangat menyayangi anak-anaknya tetapi tidak mau mendidik mereka sewaktu kecil. Contohnya: dengan alasan sibuk, orangtua menitipkan anak-anaknya yang masih balita ke sekolah-sekolah mahal tanpa peduli apakah tempat-tempat itu mengajarkan keshalihan atau tidak.

Contoh lain: dengan alasan merasa bersalah karena tidak punya waktu banyak dengan anak, orangtua memanjakan dan membelikan benda-benda mahal buat anak tanpa mempertimbangkan apakah benda-benda itu akan membuat anaknya jadi shalih atau tidak.

Jadi, Ayah dan Bunda, menjadi orangtua tidak boleh separuh waktu dan separuh hati. Jadilah orangtua sejati dengan turun langsung mendidik keshalihan anak-anak kita sejak kecil.

Jangan mudah percaya pada uang yang katanya bisa menggantikan peran orangtua dengan sekolah-sekolah mahal. Tidak, kalaupun terpaksa Anda harus mengandalkan sekolah-sekolah itu, Anda harus tetap punya banyak waktu untuk anak-anak. Tidak bisa tidak, Ayah dan Bunda, sebab mendidik perlu waktu, perlu energi dan perlu ilmu.

Nah, Ayah dan Bunda, jangan sampai kita jadi orang mandul menurut hadis di atas. Didik anak-anak kita sedari kecil untuk menjadi anak-anak shalih. Menyayangi saja tidak cukup, walaupun kita punya segunung uang untuk anak-anak kita. Yang diajarkan Allah dan Rasul-Nya adalah mendidik, walaupun di kantung kita tak ada uang untuk mendaftarkan anak kita ke sekolah favorit.

Semoga bisa menjadi bahan renungan, Ayah dan Bunda….

Salam Smart Parents!
[Cms/Sdz]

Tags: Mendidik itu bukan sekadar menyayangi
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Palestina, Asqalan, dan Negeri Akhir Zaman

Next Post

Sejenak Parent

Next Post
Sejenak Parent

Sejenak Parent

BPOM Peringatkan Jemaah Haji Indonesia untuk Waspadai Heat Stroke

BPOM Peringatkan Jemaah Haji Indonesia untuk Waspadai Heat Stroke

Tiga Persiapan Penting bagi Pemula Jurus Diet

Tiga Persiapan Penting bagi Pemula Jurus Diet

  • Rekomendasi Baju Lebaran 2026, Selain Rompi Lepas

    Rekomendasi Baju Lebaran 2026, Selain Rompi Lepas

    4259 shares
    Share 1704 Tweet 1065
  • Model Gamis Potongan Dua Tingkat bisa Jadi Rekomendasi untuk Lebaran 2026

    232 shares
    Share 93 Tweet 58
  • Tren Pakaian Denim Bergeser ke Model Berpotongan Longgar dan Lebar di Tahun 2026

    300 shares
    Share 120 Tweet 75
  • Poin Penting Perjalanan Isra’ Mi’raj dari Surat Al-Isra’ Ayat 1

    1721 shares
    Share 688 Tweet 430
  • Tips Dapat Cerah di Ekowisata Kalitalang Gunung Merapi, Kabupaten Klaten Jawa Tengah

    179 shares
    Share 72 Tweet 45
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3384 shares
    Share 1354 Tweet 846
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    7849 shares
    Share 3140 Tweet 1962
  • Cara Membuat Zuppa Soup Ayam Sederhana di Rumah

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Kronologi Pendaki Syafiq Ali yang Hilang di Gunung Slamet, Kini Sudah Ditemukan

    80 shares
    Share 32 Tweet 20
  • Penjelasan Hadis ke-26 Mensyukuri Nikmat dengan Bersedekah

    274 shares
    Share 110 Tweet 69
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga