• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Senin, 9 Februari, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Parenting

Anak Kedua

28/03/2024
in Parenting, Unggulan
Anak Kedua

Anak Kedua (foto: pixabay)

80
SHARES
613
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com – Ketika anak kedua saya lahir, persoalan menjadi lebih rumit. Saya tidak saja harus beradaptasi kembali dengan aktivitas mengurus bayi mungil, beradaptasi dengan perubahan hormon-hormon pasca kehamilan, tetapi juga harus menghadapi kecemburuan sang kakak yang merasa tersisih dengan kehadiran sang bayi. Menghadapi sisi psikologis anak kecil yang rumit.

Oleh: Hifizah Nur, S.Psi., M.Ed. (Ketua Hikari Parenting School)

Menjadi seorang ibu baru, merupakan pengalaman yang menyenangkan bagi saya. aktivitas sehari-hari yang direpotkan dengan urusan mengganti popok yang basah, menyusui di tengah malam sambil terkantuk-kantuk, dan kesibukan lainnya, tidak membuat saya jenuh.

Perasaan bahagia memiliki anak pertamalah yang membuat saya menjalani peran ibu baru itu dengan senang hati. Bisa dibilang, anak pertama saya mendapatkan perhatian dan kasih sayang yang penuh dari saya sebagai ibunya.

Ketika anak kedua saya lahir, persoalan menjadi lebih rumit. Saya tidak saja harus beradaptasi kembali dengan aktivitas mengurus bayi mungil, beradaptasi dengan perubahan hormon-hormon pasca kehamilan, tetapi juga harus menghadapi kecemburuan sang kakak yang merasa tersisih dengan kehadiran sang bayi. Menghadapi sisi psikologis anak kecil yang rumit.

Tidak mudah melalui hari-hari pertama saya bertiga saja dengan sang kakak dan sang bayi. Meskipun saya berusaha memberikan perhatian yang sama dengan sebelum melahirkan sang bayi, tetapi ternyata itu tidak cukup.

Baca Juga: Tahniah, Siti Nurhaliza Lahirkan Anak Kedua

Anak Kedua

Sang kakak terus-menerus berusaha membuktikan apakah kasih sayang saya masih ada untuknya setelah sang adik lahir.

Kecemburuan ini sering kali diungkapkan ketika sang kakak sedang bad mood, dengan melakukan sesuatu yang bisa membuat sang akachan menangis, seperti memegangnya ketika sang bayi sedang tidur, memukulnya bahkan menendang. Dan semua ini dilakukan untuk menarik perhatian saya yang terbagi dengan si kecil.

Menghadapi hal seperti ini tentu sangat menguras energi saya saat itu. Awalnya perubahan perilaku sang kakak ini saya hadapi dengan sikap yang keras untuk mengajarkan mana perilaku yang baik dan mana perilaku yang buruk. Kadang disertai dengan ancaman atau hukuman berupa dipindahkan ke ruangan lain bila ia tidak mau bersikap baik dengan adiknya.

Tetapi, semakin sering saya melakukannya, semakin terkuras tabungan emosi yang ada dalam diri sang kakak yang sudah saya pupuk sejak hari pertama kelahirannya.

Semakin jauh jarak emosi yang saya rasakan antara saya dengan sang kakak. Dan kekhawatiran akan ‘kehilangan kelekatan’ dengan sang kakak inilah yang akhirnya membuat saya sadar, bahwa apa yang saya lakukan selama ini adalah salah.

Saya harus mengubahnya, sebelum saya ‘kehilangan’ sang kakak untuk selama-lamanya. Sebelum sikap saya ini menjadi kebiasaan, dan akhirnya menjadi watak yang mendasari hubungan kami.

Saya pun mengubah haluan dan berusaha membangun kembali tabungan emosi saya yang terkuras karena kelahiran sang bayi.

Saat sang kakak memuncak emosinya, saya berusaha untuk memeluk sang kakak. Meredam emosi saya ketika ia berbuat tidak baik kepada sang adik, dan menasihatinya dengan lembut untuk mengubah perilakunya.

Dan memang hal ini tidak bisa berubah dalam satu hari. Butuh waktu yang cukup lama sampai akhirnya sang kakak mengerti bahwa saya masih tetap mencintainya meskipun sang adik sudah lahir. Membuktikan, bahwa apa pun kesalahan yang ia lakukan tak mempengaruhi kasih sayang saya padanya.

Alhamdulillah, setelah itu, hubungan kami menjadi lebih baik. Bahkan sang kakak bisa belajar mencintai adiknya dan menerima kehadirannya sebagai adik kecil yang harus dilindungi dan disayangi.

Meskipun kadang-kadang masih suka jahil kepada adiknya, tapi dengan sedikit diingatkan, sang kakak akan menghentikan tingkah laku buruknya.[ind]

Tags: Anak Keduahifizah nurhikari parenting school
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

UCare Indonesia Adakan Pesantren Kilat Ramadan untuk Anak-anak Bantar Gebang

Next Post

Resep Takjil Kue Berkuah, Praktis dan Enak

Next Post
Resep Takjil Kue Berkuah, Praktis dan Enak

Resep Takjil Kue Berkuah, Praktis dan Enak

Anak-Anak Putri Cantik JIGSc

Anak-Anak Putri Cantik JIGSc

Modinity Gandeng Lebih dari 50 Brand Modest Lokal di Sisterhood Modest Bazar

Modinity Gandeng Lebih dari 50 Brand Modest Lokal di Sisterhood Modest Bazar

  • 15 Hadits tentang Ramadan yang Perlu Diketahui Umat Muslim

    15 Hadits tentang Ramadan yang Perlu Diketahui Umat Muslim

    84 shares
    Share 34 Tweet 21
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3478 shares
    Share 1391 Tweet 870
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    7947 shares
    Share 3179 Tweet 1987
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4442 shares
    Share 1777 Tweet 1111
  • Yang Berhak Memandikan Jenazah Ibu

    2899 shares
    Share 1160 Tweet 725
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    604 shares
    Share 242 Tweet 151
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4128 shares
    Share 1651 Tweet 1032
  • Hikmah Awet Muda ala Ashabul Kahfi

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Asosiasi Tuli Muslim Indonesia Ajak Direktur Majelis Hukama Muslimin Jadi Pembina

    108 shares
    Share 43 Tweet 27
  • Hadis ke-38 Arbain An Nawawi tentang Wali Allah

    833 shares
    Share 333 Tweet 208
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga