• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 7 Maret, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Oase

Ketika Harus menjadi Orang Tua Tak Menyenangkan

29/12/2017
in Oase
82
SHARES
634
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

Penulis : Wulan Saroso

ChanelMuslim.com – Menjadi Orang Tua yang Tidak Menyenangkan

Ingat kisah Perjanjian Hudaibiyah dalam Siroh Nabawiyah?

Perjanjian damai yang dilakukan antara kaum muslimin dan musyrikin Quraisy. Peristiwa itu terjadi saat muslimin dari Madinah hendak berangkat umroh ke Makkah. Namun musyrikin menganggap kaum muslimin itu akan melakukan makar di Makkah sehingga dilaranglah mereka untuk memasuki kota.

Melihat situasi yang tidak kondusif, Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam memilih tindakan ‘mengalah’.

Beliau membatalkan umroh dan mengambil langkah gencatan lalu membuat perjanjian dengan musyrikin Quraisy.
Keputusan Rasulullah saat itu sangat tidak populis. Bagi kaum muslimin, keputusan Rasulullah berarti langkah mundur.

Tidak ada keberanian menunjukkan kebenaran. Lagipula mereka ke sana tidak satupun membawa senjata. Kecuali Abu Bakr ra, semua rombongan saat itu memboikot keputusan Rasul saw. Bahkan Umar bin Khaththab pun sempat mempertanyakan kerasulan Muhammad.
Namun Rasul saw tetap pada keputusannya.
Lalu bagaimana nasib keputusan itu? Mari kita intip di Siroh Nabawiyah..

Lalu apa kaitannya dengan keorangtuaan?

Orang tua, sering dihadapkan pada situasi pengambilan keputusan yang tidak populis. Dengan kata lain, mengambil langkah yang tidak menyenangkan, baik untuk kita sebagai orang tua juga untuk anak bahkan bisa jadi untuk keluarga besar.

Karena tidak menyenangkan, terkadang menjadi dilema dan masalah berkepanjangan.

Misal sederhana
Kita sepakat dengan anak hanya boleh beli es krim di akhir pekan. Tiba-tiba ada saat di mana neneknya anak-anak menawari es krim di luar waktu kesepakatan. Anak-anak merasa itu peluang mendapatkan es krim.

Nenek pun mendesak dengan alasan untuk cucu tersayang. Pemisalan ini sederhana, tapi kadang membuat dilema. Ingin bersikukuh namun harus berbeda pendapat dengan anak dan orang tua kita. Ketika kita memutuskan untuk tetap pada kesepakatan semula, akan terjadi pemboikotan oleh anak dan sang nenek.

Sangat tidak menyenangkan. Namun itulah keputusan yang diambil. Ini masih sebuah pemisalan kecil.

Anak perlu belajar dan memahami, bahwa akan ada banyak hal yang tidak menyenangkan di dunia ini. Tidak menyenangkan bukan berarti membuatnya menjadi manusia yang merasa menderita.

Justru kemudian bagaimana melatihnya untuk mampu menyikapi hal itu dengan prinsip syukur dan sabar. Dan yang paling penting, sebagai orang tua kita wajib mengajarkan bahwa ada hal yang ‘tidak menyenangkan’ dirasakan ketika kita komitmen pada prinsip samawi.

Lalu bagaimana bersikap saat keputusan tidak menyenangkan itu ditetapkan? Seperti yang dicontohkan Rasul dalam kisah perjanjian Hudaibiyah :

1. Yakinilah bahwa ini keputusan terbaik yang Allah ilhamkan kepada kita. Dengan meyakini pula bahwa hubungan kita dengan Allah sejauh ini baik-baik saja.

2. Mengambil langkah ‘cooling down’ dalam upaya menghindari debat tanpa hasil dengan anak-anak atau siapapun itu. Karena penjelasan mengenai hal yang tidak menyenangkan tak akan mudah diterima dengan segera bagi pihak yang tidak menyetujuinya.

3. Menjadi pihak pertama yang komitmen dan menjadi contoh dalam menjalankan keputusan bersama.

4. Berusaha untuk tidak mengungkit-ungkit perbedaan yang pernah terjadi apabila keputusan telah membuahkan hasil yang baik.

5. Selalu belajar untuk menjadi bijak, tidak arogan dan merasa benar sendiri.

6. Kebersamaan adalah hal yang penting. Ketika hati sudah mulai melunak dan terbuka, segeralah saling rangkul untuk komitmen berikutnya.

Orang tua yang tidak menyenangkan diperlukan dalam proses pendidikan anak. Namun yang perlu digarisbawahi mulailah itu dengan meyakini bahwa ikatan jiwa antara orang tua dan anak sudah terjalin indah.

Adakalanya indah itu cahaya mentari di ufuk Timur
Adakalanya pula indah itu temaram senja di ufuk Barat

Wulan Saroso

#FamilySchooling
#AlUsrohMadrosatulUla
#KeluargakuSekolahku

Berikut CV penulis:
[gambar1] 

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Lima Inspirasi Pakaian Syari untuk Anak-anak

Next Post

Klaster Laporan Keluarga dan Pengasuhan Alternatif Jadi Kasus Terbanyak LPAI Tahun 2017

Next Post

Klaster Laporan Keluarga dan Pengasuhan Alternatif Jadi Kasus Terbanyak LPAI Tahun 2017

Ancaman WiFi sebagai Salah Satu Contoh Radiasi Elektromagnetik Bagi Kesehatan

Astri Lestari Tampilkan Koleksi Meraki di Bandung Modest Fashion Vision 2018

  • Perang Pemikiran, Louis IX, dan Alasan Kenapa Umat Hari Ini Diam Atas Palestina

    Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    1868 shares
    Share 747 Tweet 467
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3551 shares
    Share 1420 Tweet 888
  • RA Kartini dan Ustazah Yoyoh Yusroh Rahimahullah

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8047 shares
    Share 3219 Tweet 2012
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2164 shares
    Share 866 Tweet 541
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11195 shares
    Share 4478 Tweet 2799
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4165 shares
    Share 1666 Tweet 1041
  • Beberapa Warna Hijab yang bisa Kamu Mix and Match dengan Gamis Hitam

    128 shares
    Share 51 Tweet 32
  • 25 Nama Bayi Laki-Laki Berawalan Huruf Z dalam Bahasa Arab

    832 shares
    Share 333 Tweet 208
  • Dalil Membaca Allahumma Ajirni Minannaar

    1172 shares
    Share 469 Tweet 293
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga