• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Senin, 21 September, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Oase

Halal Haram Vaksin MR Demi Masa Depan Indonesia (1)

05/08/2018
in Oase
71
SHARES
549
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com – Tadinya saya tidak terlalu mau menanggapi dengan pro kontra vaksin Rubella. Apalagi waktu itu Kemenkes dan Biorfarma berjanji akan mensertifikasi vaksin tersebut.

Hingga saya diminta oleh Redaksi untuk mengikuti pelatihan Health and Imunisation yang diadakan oleh Aliansi Jurnalis Independen Indonesia, Sabtu-Minggu 21-22 Juli 2018 di Hotel Mercure Sabang.

Saya tidak akan ceritakan mengenai pelatihan tersebut tapi mengenai vaksin ini.

Kita tahu bahwa Tahun 2030 menjadi penentu generasi emas Indonesia. Pasalnya, menurut riset dari McKinsley Global Institute (MGI) yang diolah dari data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2016 menyatakan Indonesia memiliki potensi untuk menjadi negara dengan ekonomi terbesar ke tujuh dunia pada 2030 dan membutuhkan setidaknya 113 juta tenaga kerja terampil.

Potensi tersebut tentunya harus didukung oleh kesehatan masyarakat yang maksimal. Kalau tidak generasi emas yang ditunggu oleh kita akan penyakitan. Apalagi dengan kehadiran virus campak dan rubella yang mengkhawatirkan generasi.

Maklum saja, bila seorang anak menderita kedua penyakit ini bisa membuat generasi anak Indonesia hancur. Yang paling dikhawatirkan untuk penyakit campak ada kematian sedangkan untuk rubella ada kelumpuhan pada organ penting anak.

Kedua penyakit ini menular lewat infeksi pernapasan dan sangat berbahaya. Hal ini diungkapkan Dr. Vinod Bura, EPI Medical Officer dari World Health Organization (WHO). 

"Kalau dipikir gejala awal mungkin dikira penyakit biasa, yaitu batuk, panas dan mata merah. Namun, ini berbahaya dan bisa menular ketika kita batuk. Saat kita batuk virus ini akan menular ke tubuh yang kondisinya sedang tidak kuat," katanya di Hotel Mercure, Sabang, Sabtu (21/7/2018).

Selain ciri-ciri itu ada ciri lain yang menandakan adalah bintik bintik merah pada kulit. Terkadang, kata Vinod, bintik-bintik itu tidak kelihatan.

Bahayanya bila virus ini menular pada ibu hamil. Mereka yang terkena virus ini akan membuat bayinya cacat ketika lahir bahkan bisa membuat kematian pada janin.

Kecacatan ini dikenal dengan Sindroma Rubella Kongenital yang meliputi kelainan pada jantung, mata, pendengaran, keterlambatan perkembangan dan berbagai cacat pada tubuh.

Bahaya virus ini membuat Indonesia ketar ketir ketika diberikan data oleh WHO. Menurut WHO pada tahun 2015, wabah Vaksin Rubella mencapai 4.705. Dari data se-Asia Tenggara, Indonesialah yang wabahnya paling tinggi.

Namun, bila dirujuk di data global atau dunia. Sebetulnya ada yang lebih tinggi yaitu India. Namun, menurtu dr. Vinod, India tidak mempunyai program imunisasi di pemerintahannya. Padahal menurut data WHO, India mencapai 90.368. 

Berdasarkan data tersebut menurut Kementerian Kesehatan akhirnya melakukan sosialisasi dan pencanangan bebas virus rubella hingga tahun 2020. Hal itu dikatakan oleh Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Drg. R. Vensya Sitohang, M. Epid, ini harus dilakukan sampai Indonesia terbebas campak dan rubella pada tahun 2020.

Anak-anak yang disuntikkan vaksin MR berusia 9 bulan sampai berusia kurang dari 15 tahun. Pada tahap satu pemberian vaksin di pulau jawa saja mencapai angka 34.964.384. 

"Di tahap dua ini akan disuntikkan vaksin di luar pulau jawa dengan total 32 juta anak,"kata perempuan berambut hitam ini.

Mengingat betapa bahayanya virus MR ini menyebar ke masyarakat. Apalagi jika terpapar ke anak-anak dan janin saat ibu hamil. Sayangnya ketika dikonfirmasi, setelah setahun vaksin MR ini masih belum didaftarkan oleh Kemenkes. Vensya dan kemenkes masih mengacu pada fatwa MUI no.4 Tahun 2016.

1. Imunisasi pada dasarnya dibolehkan (mubah) sebagai bentuk ikhtiar untuk mewujudkan kekebalan tubuh (imunitas) dan mencegah terjadinya suatu penyakit tertentu.

2. Vaksin untuk imunisasi wajib menggunakan vaksin yang halal dan& suci.

3. Penggunaan vaksin imunisasi yang berbahan haram dan/atau najis hukumnya haram.

Bedasarkan fatwa itu, Kemenkes seolah-olah sudah benar melakukan tindakan. Seolah-olah sambil memproses sertifikasi halal dan melakukan vaksinasi. Faktanya, kemenkes dan bio farma belum melakukan sertifikasi halal. Padahal imunisasi rubella sudah setahun dilakukan. (Ilham)

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Saat Ibu Kembali ke Titik Nol

Next Post

Wahdah Islamiyah Kembali Melepas 307 Dai ke Berbagai Daerah

Next Post

Wahdah Islamiyah Kembali Melepas 307 Dai ke Berbagai Daerah

Seorang Muslimah di Denmark Dipaksa Lepas Cadar dan Didenda Rp2,3 juta

Pelengkap Bekal di Hari Senin, Yuk Buat Choco Banana Crumble Cake

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9367 shares
    Share 3747 Tweet 2342
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11777 shares
    Share 4711 Tweet 2944
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • Roemah Kebaya Vielga Hadirkan Koleksi Janggan Noir Sebagai Kebaya Modern untuk Segala Aktivitas

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Kreasi Talas Lezat untuk Menu Rumahan

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Hijrahfest 2024 Hadirkan Puluhan Influencer, Begini Kata Ikram Afro

    148 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Kisah Julia Prastini, Dulu Benci Islam Sekarang Mualaf Hafidz Qur’an

    223 shares
    Share 89 Tweet 56
  • Bacaan Doa saat Duduk Tasyahud Akhir Lengkap Beserta Latin dan Terjemahannya

    2373 shares
    Share 949 Tweet 593
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4816 shares
    Share 1926 Tweet 1204
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4240 shares
    Share 1696 Tweet 1060
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga