• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Jumat, 11 September, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Oase

Belajar Memaknai Hidup dari Petani Sawi

27/10/2017
in Oase
93
SHARES
716
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com-Tak lagi muda. Kateno (70), lelaki yang pernah sukses bercocok tanam sayur di Papua, kini tinggal di Jawa dan melanjutkan bisnis sayuran di Desa Pangal RT01/RW08, Sawoo, Ponorogo. Kegigihannya dalam menjalani hidup patut diacungi jempol.

Memanfaatkan struktur tanah gembur, lahan berukuran 5 x 10 meter yang berada di lereng gunung Cici, Kateno menanam sayuran sawi. Kateno bersama anaknya, Yana menanam jenis sawi sendok (cochlear sinapis). “Bentuk daunnya cekung seperti sendok,” tutur Yana saat ditemui ChanelMuslim awal September 2017 lalu.

Berkat pengalaman bertanam, Kateno bertekad mengabdikan ilmunya di tanah kelahiran. Sejak bulan Juni 2017, ia mulai memprogram menanam sayuran dimulai dari sayur sawi. Kateno menuturkan, hasil tanaman sawi nanti akan dibagikan pada tetangga sekitar. Sisanya dijual atau disetor ke toko maupun warung-warung makanan.

“Siapa saja boleh memetik sendiri. Asal tidak merusak tanaman lain,” lengkapnya saat memetik sawi yang sudah siap panen.

Aksi Kateno dalam menjaga tanaman sawinya cukup membutuhkan kesabaran. Pertama, ia membuat lahan yang berstruktur tanah gembur sebagai tambak sawi. Kedua, memberi nutrisi kompos, lalu penaburan biji sawi. Terakhir, tanah ditaburi pasir lembut, dan disemprot air. Setelah itu didiamkan beberapa hari.

“Setiap pagi dan sore hari, calon bibit sawi saya semprot dengan air agar tanahnya lembab,” kata lelaki yang hobi travelling ini.

Hari ke-4, mulai nampak tunas sawi. Sekitar hari ke-15 sampai dengan 20, bibit sawi itu dipindahkan ke lahan berukuran luas yang sudah dicampur dengan rabuk kompos.

“Sawi ditanam dengan jarak 50 sentimeter, agar dapat tumbuh subur dan besar. Kalau tidak, pertumbuhan sawi lambat, serta warna daunnya kekuningan,” jelas lelaki tiga bersaudara ini.

Begitu hari ke-40 sampai dengan 50, sawi sudah siap panen. Biasanya, hari pertama panen, ia bagikan ke tetangga sekitar. Sebagian lagi disetor ke warung makan. Tutur masyarakat Pangkal, sawi jenis itu paling enak dimasak mie-sayur, tumis, bobor, dan lainnya.

“Kalau saya lebih suka dimasak bening. Tinggal diberi bumbu irisan bawang merah dan putih, lengkuas, dan cabai sedikit. Tak lupa garam dan gula secukupnya,” ungkap Slamet, tetangga Kateno.

Sejauh ini, kendala yang dialami adalah kesulitan mencari air. Ia harus membuat aliran kecil dari selang. Itupun harus menunggu berjam-jam sampai air tandon penuh, karena sumber dari pegunungan sudah mulai kering.

“Saya yakin, setelah kesulitan pasti akan datang kemudahan,” canda Kateno tertawa kecil.

Dengan kesabaran, usaha yang keras, dan tawakkal kepada Allah, Kateno mengajari kita bagaimana menjalani hidup. (ind/Desi)

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Populasi Imigran di Kanada Capai Level Tertinggi dalam Satu Abad

Next Post

Pesona Masjid Al Ikhlas Bagansiapiapi Rokan Hilir Riau

Next Post

Pesona Masjid Al Ikhlas Bagansiapiapi Rokan Hilir Riau

Resep Kwetiau Khas Bagansiapiapi, Rasanya Enak Banget

Keren, Ini 10 Inovasi Siswa Madrasah Jadi Finalis Indonesia Science Expo 2017

  • Cara Sederhana Mengurangi Pahit Buah dan Daun Mengkudu

    Cara Sederhana Mengurangi Pahit Buah dan Daun Mengkudu

    265 shares
    Share 106 Tweet 66
  • 5 Cara Hilangkan Noda Kunyit di Pakaian

    344 shares
    Share 138 Tweet 86
  • Aturan Baru Mendaki Gunung Merbabu bagi Pendaki

    98 shares
    Share 39 Tweet 25
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9291 shares
    Share 3716 Tweet 2323
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4212 shares
    Share 1685 Tweet 1053
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    813 shares
    Share 325 Tweet 203
  • Sekolah Pemikiran Islam (SPI) Jakarta: Membongkar Kebobrokan Feminisme dan Konsep Gender

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4792 shares
    Share 1917 Tweet 1198
  • Bahasa Inggris Lewat Aktivitas Sehari-hari, Siswa Lower Secondary JISc Praktikkan Present Simple Tense

    78 shares
    Share 31 Tweet 20
  • Inilah Kenapa Nepal Tidak Suka dengan Islam

    112 shares
    Share 45 Tweet 28
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga