• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 5 September, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Berita

Cerita Karantina WNI dari Luar Negeri, Bandara Cengkareng ke Tomang Butuh Empat Hari

14/07/2020
in Berita
85
SHARES
651
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com – Seorang Ibu, WNI yang baru datang dari luar negeri, menceritakan kisahnya bagaimana proses karantina yang memakan waktu 4 hari, padahal ia hanya pulang ke Tomang, Jakarta Barat.

Dari Grup Kesehatan Muslim, Ibu DP berbagi pengalamannya yang ia tulis secara detail di akun Facebook-nya. Berikut tulisan selengkapnya.

Bismillahirrahmanirrahim.
Izin berbagi pengalaman, Perjalanan kembali dari Luar Negeri, dari Singapore melalui SHIA airport, Tangerang sekarang membutuhkan waktu ke rumah selama 4 (empat) hari.

Mungkin ada keluarga/kerabat yang akan masuk ke Indonesia dari luar negeri, semoga tulisan ini bermanfaat.

Berikut pengalaman saya.
1. Saat check in di Changi Singapore, penumpang harus tunjukkan Health Certificate yang max 7 hari sebelum tanggal keberangkatan

2. Tiba di Bandara, keluar pesawat “disambut” pakaian APD, loreng dan seragam biru Angkasa Pura. Kami disuruh duduk di kursi yang sudah disediakan.

Bagi penumpang yang tidak ada PCR diminta isi 2 lembar formulir (pastilah dari Singapore tidak ada PCR)

3. Setelah isi, antri menuju jajaran meja yang sudah ada petugas untuk test temperatur badan, check saturasi oxygen, dan wawancara singkat.

4. Setelah itu terlewati, lalu duduk lagi untuk antri rapid test.

5. Di loket untuk rapid test ada dua petugas. Satu bagian check detail apakah form diisi lengkap atau tidak. Satu lagi menyiapkan jarum dll-nya.

Jika form tidak diisi lengkap maka silakan mundur dari loket dan lengkapi dulu. Detail RT/RW harus diisi.

Kemudian jari dicoblos untuk rapid.

6. Setelah itu duduk lagi. Tunggu panggilan untuk diberi tahu hasil pemeriksaannya.

7. Ketika dipanggil untuk diberitahu hasilnya sekalian ditanya, mau karantina gratisan (yang dibayar pemerintah), atau karantina mandiri di hotel (pilihan hotel ada di form)

8m. Pergi ke loket untuk ambil kalung hijau (jika kalau hasil rapid test adalah non reaktif).

Jika hasil rapid test adalah reaktif maka akan dikasih kalung merah langsung dibawa masuk ke ruang khusus.

9. Setelah ambil kalung (hijau), menuju imigrasi.

10. Lewat imigrasi lalu ambil bagasi.

11. Lewat ambil bagasi lalu, dicegat petugas gugus covid sebelum keluar ke custom untuk ditanya: “karantina mandiri atau pemerintah?”

Kalau mandiri dan antrian hotel di luar masih panjang maka disuruh duduk lagi

Menunggu antrian untuk hotel (karantina mandiri) tidak terlalu ramai.

12. Keluar dari custom, ada jajaran petugas hotel. Walaupun boleh memilih hotel, tapi tetap ada kemungkinan hotel penuh.

Awalnya saya pilih Pullman karena dekat dengan Tomang (rumah). Ternyata Full. Ganti hotel lain.

13. Setelah itu petugas hotel membawa ke mobil yang disediakan untuk menuju hotel.

Tidak diperkenankan bertemu supir atau keluarga yang menjemput walaupun sekedar berikan koper/ barang. Harus langsung naik kendaraan menuju hotel.

14. Charge untuk karantina mandiri di hotel per pax per hari. Bukan per kamar

15. Harga per pax sudah termasuk laundry dan makan tiga kali sehari.

16. Keesokan paginya jam 07:30 pagi kami dibawa ke wisma atlet kemayoran untuk melakukan swab test

17. Antrian swab test cukup cepat. Saat kami datang sudah ada 1 group duduk di kursi secara berjarak. Mereka sudah selesai swab. Dan bersiap menunggu komando untuk tinggalkan tempat.

Jarak menunggu antar group tidak lama.

18. 8:30 an kami sudah tiba kembali di hotel.

19. Hasil swab konon katanya 2 hari (Ntah 2 hari kerja atau 2 hari kalender tidak ada petugas yang bisa jawab).

Saat saya tanya: “Maksudnya Itu 2 hari kerja atau 2 hari kalender? “

Mereka jawab: “malah bisa jadi 5 hari lho bu”. Hadeeuuuh..!

“Jaka sembung pakai stoking”.

Ditanya gak nyambung sampai melenting, ditanya malah jawabnya kayaknya gitu…

20. Di trotoar area wisma atlet banyak orang duduk. Sebagian merokok. Sebagian duduk-duduk pakai masker.

Kalau saya pakai baju loreng sudah saya “libas“ orang pada yang merokok tuh di tempat seperti ini. Karena ambulance bawa pasien pun lewat area situ. Tidak elok sama sekali.

21. Aturannya memang: Semua penumpang dari luar negeri yang TRANSIT di Jakarta WAJIB mengikuti karantina mandiri dengan proses yang saya sebutkan di atas.

Ada penumpang dari spore menuju surabaya. Dan ada penumpang dari Seoul menuju Bali. Semua sama dengan saya prosesnya.

Note: Nanti saya akan kembali ke spore musti apply online dulu.
Harus dapatkan approval dulu dari ICA.
Kalau belum di-approve tidak boleh masuk sama sekali oleh pemerintah Spore.

Demikian semoga bermanfaat.[ind]

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Lima Alasan Suami Istri Harus Mengutamakan Keharmonisan Keluarga

Next Post

Meski Sudah Kembali Jadi Masjid, Hagia Sophia Tetap Terbuka untuk Semua Agama

Next Post

Meski Sudah Kembali Jadi Masjid, Hagia Sophia Tetap Terbuka untuk Semua Agama

Lecehkan Quran di Facebook, Bloger Tunisia Dijatuhi Hukuman 6 Bulan Penjara

Untuk Keenam Kalinya, Qatar Masuk Peringkat Negara Teraman di Dunia

  • Fenomena Danau dan Sungai Kering di Kalimantan

    Fenomena Danau dan Sungai Kering di Kalimantan

    1241 shares
    Share 496 Tweet 310
  • 5 Objek Wisata Dekat Stasiun Solo Balapan yang Seru untuk Dijelajahi

    254 shares
    Share 102 Tweet 64
  • Inilah Kenapa Nepal Tidak Suka dengan Islam

    84 shares
    Share 34 Tweet 21
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    783 shares
    Share 313 Tweet 196
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9253 shares
    Share 3701 Tweet 2313
  • Inilah 5 Tempat Wisata yang Berdekatan dengan Stasiun Bandung

    70 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Kolaborasi Spesial Bellayu X NIKA untuk Signature Drink Pink Coco Cloud dalam Peluncuran Petite Lovely Rosy Milk

    70 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4190 shares
    Share 1676 Tweet 1048
  • Nika Hadirkan Konsep Kafe yang Homie dan Zen, Andalkan Coffee hingga Minuman Cold Foam

    74 shares
    Share 30 Tweet 19
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11733 shares
    Share 4693 Tweet 2933
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga