• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 2 September, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Zuhud Tidak Berarti Miskin

14/10/2022
in Nasihat
Sujud dan Doa

Ilustrasi, foto: cdn01.dailycaller.com

94
SHARES
722
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ZUHUD itu salah satu akhlak mulia. Yaitu menjadikan dunia sekadar sarana, bukan tujuan. Jadi zuhud bukan berarti miskin.

Kadang ada yang rancu dalam pemahaman tentang zuhud. Seolah bahwa zuhud itu anti dengan anugerah Allah dalam dunia ini. Sehingga orang pun menyimpulkan bahwa zuhud berarti miskin.

Zuhud pun akhirnya diekspresikan melalui baju yang sangat sederhana, penampilan yang ala kadarnya, penghasilan yang tidak perlu besar, dan lainnya.

Dengan kata lain, zuhud diartikan sebagai miskin. Lebih parah lagi, menyalahkan mereka yang bekerja keras untuk menjadi kaya.

Kalau zuhud diartikan miskin, maka akan ada kesimpulan bahwa miskin itu mulia, atau sebagai prestasi dari kemuliaan seseorang dalam memandang dunia.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memang memerintahkan kita untuk zuhud: “Zuhudlah kalian terhadap dunia, maka Allah akan mencintaimu. Dan zuhudlah terhadap apa yang ada di tangan manusia, maka manusia akan mencintaimu.” (HR. Ibnu Majah)

Para ulama menjelaskan bahwa zuhud itu bukan amalan fisik atau yang terlihat. Melainkan amalan hati. Jadi, zuhud tidak berarti mengenakan baju yang lusuh, makanan yang minim, tempat tinggal yang prihatin, dan lainnya.

Para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam banyak yang kaya. Dan mereka adalah para sahabat yang sangat dekat dengan Nabi, antara lain Abu Bakar Ash-shidiq, Umar bin Khaththab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib, radhiyallahu ‘anhum.

Ada lagi Abdurrahman bin Auf, Zubair bin Awwam, Amru bin Ash, dan lainnya. Warisan yang ditinggalkan oleh Abdurrahman bin Auf bahkan bernilai puluhan triliun rupiah.

Kalau memang zuhud dimaksudkan sebagai miskin, maka para sahabat yang sangat dekat dengan Nabi pasti sudah mengamalkan apa yang diperintahkan. Kenyataannya, bisnis mereka terus berkembang dan besar.

Jadi, zuhud itu amalan hati. Yaitu, meletakkan dunia sebatas di tangan saja. Bukan bertahta di hati. Tapi bukan berarti tidak butuh sarana dunia sama sekali.

Nabi juga mengajarkan bahwa sebaik-baik harta adalah harta yang ada dalam kepemilikan orang-orang soleh. Infak besar mereka akan memberikan banyak kebaikan.

Begitu banyak kegiatan dakwah, program keumatan; yang membutuhkan dana besar. Dari mana dananya kalau bukan melalui orang-orang soleh yang kaya.

Allah subhanahu wata’ala juga mendahulukan peran jihad dalam harta sebelum jihad dengan jiwa. “Berangkatlah kalian dengan rasa ringan maupun dengan rasa berat. Dan berjihadlah dengan harta dan jiwamu di jalan Allah. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (QS. At-Taubah: 41)

Boleh jadi, orang yang dengan busana bagus jauh lebih zuhud daripada yang berpakaian lusuh. Dan boleh jadi, mereka yang kaya lebih zuhud daripada yang miskin.

Karena zuhud bukan pada banyak atau sedikitnya harta yang dimiliki. Melainkan pada memposisikan harta: apakah sekadar sarana atau tujuan hidup. [Mh]

 

 

 

Tags: Zuhud Tidak Berarti Miskin
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Edukasi Zakat Sejak Dini Lewat Game Zakuma oleh BAZNAS

Next Post

Tanda Allah Menerima Taubat Seorang Hamba

Next Post
Ingatlah Allah di Masa Lapang

Tanda Allah Menerima Taubat Seorang Hamba

Dianjurkan Menerima Hadiah

Hukum Mengambil Kembali Pemberian atau Sedekah yang Sudah diberikan ke orang lain

Kebesaran dan Keikhlasan Hati Khalid bin Walid

Zaid bin Khatthab yang Mencari Syahid

  • Fenomena Danau dan Sungai Kering di Kalimantan

    Fenomena Danau dan Sungai Kering di Kalimantan

    933 shares
    Share 373 Tweet 233
  • 5 Objek Wisata Dekat Stasiun Solo Balapan yang Seru untuk Dijelajahi

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    766 shares
    Share 306 Tweet 192
  • Tiga Trik Padu Padan Vest Rajut

    72 shares
    Share 29 Tweet 18
  • Cara Merawat Baju Velvet Agar Tetap Mewah dan Awet

    91 shares
    Share 36 Tweet 23
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9228 shares
    Share 3691 Tweet 2307
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4179 shares
    Share 1672 Tweet 1045
  • 12 Adab bagi Penuntut Ilmu

    133 shares
    Share 53 Tweet 33
  • Aminah Binti Ruqaisy Sosok Muhajirah yang Jarang Dikenal

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Sosok Ketua Umum NU Gus Kikin: Kiai yang juga Pengusaha

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga