• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 7 November, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Syariah

Hukum Mengambil Kembali Pemberian atau Sedekah yang Sudah diberikan ke orang lain

15/10/2022
in Syariah
Dianjurkan Menerima Hadiah
284
SHARES
2.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

BAGAIMANA hukum mengambil kembali pemberian, sedekah, atau wakaf yang sudah diberikan ke orang lain? Salah satu alasan diambilnya adalah karena ada penyalahgunaan penggunaan.

Ustaz Farid Nu’man Hasan pun menjelaskan bahwa harta yang sudah kita hibahkan, sedekah, waqaf, dan semisalnya, tidak boleh diambil lagi.

Adapun penyalahgunaan yang mereka lakukan, atau kurang dirawat dengan baik, sudah bukan tanggung jawab si pemberinya. Itu tanggung jawab yang menerima.

Baca Juga:ย Bolehkah Infak dari Pelayat Disedekahkan?

Hukum Mengambil Kembali Pemberian atau Sedekah yang Sudah diberikan ke orang lain

Hal ini berdasarkan riwayat berikut, dari Ibnu Abbas Radhiallahu ‘Anhuma, bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

ุงู„ู’ุนูŽุงุฆูุฏู ูููŠ ู‡ูุจูŽุชูู‡ู ูƒูŽุงู„ู’ูƒูŽู„ู’ุจู ูŠูŽุนููˆุฏู ูููŠ ู‚ูŽูŠู’ุฆูู‡ู ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ู„ูŽู†ูŽุง ู…ูŽุซูŽู„ู ุงู„ุณู‘ููˆุกู

“Orang yang mengambil kembali pemberiannya, bagaikan anjing yang menjilat muntahnya sendiri, kami tidak memiliki sebuah perumpamaan yang buruk semisal ini.” (HR. Al Bukhari No. 2589, 6975, Muslim No. 1622)

Syaikh Abul โ€˜Ala Al Mubarakfuri Rahimahullah berkata:

ูˆู„ุนู„ ู‡ุฐุง ุฃุจู„ุบ ููŠ ุงู„ุฒุฌุฑ ุนู† ุฐู„ูƒ ูˆุฃุฏู„ ุนู„ู‰ ุงู„ุชุญุฑูŠู…

Dan bisa jadi ini peringatan yang paling keras tentang masalah ini, dan menunjukkan keharamannya. (Tuhfah Al Ahwadzi, 4/435)

Dan ini merupakan pendapat mayoritas ulama. Berkata Imam Ash Shanโ€™ani Rahimahullah:

ููŠู‡ ุฏู„ุงู„ุฉ ุนู„ู‰ ุชุญุฑูŠู… ุงู„ุฑุฌูˆุน ููŠ ุงู„ู‡ุจุฉ ูˆู‡ูˆ ู…ุฐู‡ุจ ุฌู…ุงู‡ูŠุฑ ุงู„ุนู„ู…ุงุก

Pada hadits ini terdapat dalil keharaman mengambil lagi pemberian. Ini adalah pendapat mayoritas ulama. (Subulus Salam, 3/90)

Demikianlah secara umum, namun ada pengecualian, yaitu dibolehkan mengambil kembali pemberian jika pemberian orang tua ke anaknya. Misal anak diberikan HP, tapi HP itu membuatnya lupa shalat dan belajar, maka tidak apa-apa diambil lagi sebagai hukuman dan pendidikan bagi anak.

Hal ini berdasarkan riwayat dari Ibnu Umar Radhiallahu ‘Anhuma bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

ู„ุง ูŠุญู„ ู„ุฃุญุฏ ุฃู† ูŠุนุทูŠ ุนุทูŠุฉ ููŠุฑุฌุน ููŠู‡ุง ุฅู„ุง ุงู„ูˆุงู„ุฏ ููŠู…ุง ูŠุนุทูŠ ูˆู„ุฏู‡

Tidak halal bagi seseorang memberi suatu pemberian lalu dia ambil kembali, kecuali orangtua, dia boleh mengambil kembali apa yang telah diberikan kepada anaknya”. (HR. At Tirmidzi No. 1298. Hadits ini shahih)

Imam At Tirmidzi Rahimahullah berkomentar:

ูˆุงู„ุนู„ู… ุนู„ู‰ ู‡ุฐุง ุงู„ุญุฏูŠุซ ุนู†ุฏ ุจุนุถ ุฃู‡ู„ ุงู„ุนู„ู… ู…ู† ุจุนุถ ุฃุตุญุงุจ ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆ ุณู„ู… ูˆุบูŠุฑู‡ู… ู‚ุงู„ูˆุง ู…ู† ูˆู‡ุจ ู‡ุจุฉ ู„ุฐูŠ ุฑุญู… ู…ุญุฑู… ูู„ูŠุณ ู„ู‡ ุฃู† ูŠุฑุฌุน ููŠู‡ุง ูˆู…ู† ูˆู‡ุจ ู‡ุจุฉ ู„ุบูŠุฑ ุฐูŠ ุฑุญู… ู…ุญุฑู… ูู„ู‡ ุฃู† ูŠุฑุฌุน ููŠู‡ุง ู…ุง ู„ู… ูŠุซุจ ู…ู†ู‡ุง ูˆู‡ูˆ ู‚ูˆู„ ุงู„ุซูˆุฑูŠ ูˆู‚ุงู„ ุงู„ุดุงูุนูŠ ู„ุง ูŠุญู„ ู„ุฃุญุฏ ุฃู† ูŠุนุทูŠ ุนุทูŠุฉ ููŠุฑุฌุน ููŠู‡ุง ุฅู„ุง ุงู„ูˆุงู„ุฏ ููŠู…ุง ูŠุนุทูŠ ูˆู„ุฏู‡ ูˆุงุญุชุฌ ุงู„ุดุงูุนูŠ ุจุญุฏูŠุซ ุนุจุฏ ุงู„ู„ู‡ ุจู† ุนู…ุฑูˆ ุนู† ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆ ุณู„ู… ู‚ุงู„ ู„ุง ูŠุญู„ ู„ุฃุญุฏ ุฃู† ูŠุนุทูŠ ุนุทูŠุฉ ููŠุฑุฌุน ููŠู‡ุง ุฅู„ุง ุงู„ูˆุงู„ุฏ ููŠู…ุง ูŠุนุทูŠ ูˆู„ุฏู‡

Sebagian ulama dari sahabat nabi dan yang lainnya mempraktikkan hadits ini. Mereka berkata, “Seseorang yang memberi suatu pemberian kepada kerabat mahramnya (orang yang haram menikah dengannya), dia boleh mengambil kembali pemberian tersebut, sementara orang yang memberi suatu pemberian kepada orang lain yang bukan mahramnya, maka dia tidak boleh mengambil kembali pemberian tersebut.

Demikian ini juga pendapat Ats-Tsauri. Asy Syafi’i berkata, “Tidak halal bagi seseorang yang memberi suatu pemberian. lalu mengambilnya kembali. kecuali orangtua, dia boleh mengambil apa yang telah diberikan kepada anaknya.”

Asy Syafi’i berdalih dengan hadits Abdullah bin Umar, dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam beliau bersabda: “Tidak halal bagi seseorang memberikan snatu pemberian lalu mengambilnya kembali, kecuali orangtua”. Dia boleh mengambil kembali apa yang telah diberikan kepada anaknya. (Sunan At Tirmidzi No. 1299)

Wallahu A’lam.[ind/Cms]

Tags: Hukum mengambil kembali pemberian
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Tanda Allah Menerima Taubat Seorang Hamba

Next Post

Zaid bin Khatthab yang Mencari Syahid

Next Post
Kebesaran dan Keikhlasan Hati Khalid bin Walid

Zaid bin Khatthab yang Mencari Syahid

Seperti Inilah Qishas di Hari Kiamat

Tanda Terakhir Sebelum Hari Kiamat

Pendiri Mualaf Center Indonesia Steven Indra Wibowo Meninggal Dunia

Pendiri Mualaf Center Indonesia Steven Indra Wibowo Meninggal Dunia

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9697 shares
    Share 3879 Tweet 2424
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2616 shares
    Share 1046 Tweet 654
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1476 shares
    Share 590 Tweet 369
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2535 shares
    Share 1014 Tweet 634
  • 3 Hal Yang Tidak Bisa Kembali Dalam Kehidupan Kita

    438 shares
    Share 175 Tweet 110
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4384 shares
    Share 1754 Tweet 1096
  • Waktu Terbaik Umroh Itu Kapan? Kenali Periode Sepi Jemaah

    72 shares
    Share 29 Tweet 18
  • Alasan 5 Produk Kecantikan yang Sebaiknya Tidak Disimpan di Kamar Mandi

    72 shares
    Share 29 Tweet 18
  • Menjaga Stamina dan Konsentrasi saat Bekerja, Berikut 5 Tips yang Perlu Diterapkan

    71 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Phu Quoc Perkuat Wisata Halal, Vietnam Sasar Pasar Pelancong Muslim Dunia

    71 shares
    Share 28 Tweet 18
Chanelmuslim.com

ยฉ 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

ยฉ 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga