Datanglah kepada-Nya dalam keadaan apa pun yang sedang kamu alami. Jika hari ini kamu mampu berlari dalam kebaikan, maka berlarilah. Jika hanya sanggup berjalan pelan, itu pun sudah cukup. Bahkan ketika hati begitu lelah hingga rasanya hanya mampu merangkak, jangan berhenti melangkah. Yang paling penting bukan seberapa cepat kita sampai, tetapi jangan sampai kita berbalik arah dan memilih jalan yang menjauh dari Allah.
Baca Juga: Lima Manfaat Daun Kemangi untuk Kesehatan Tubuh, Dapat Mencegah Kanker
Tetaplah Berjalan Menuju Allah Walaupun Banyak Rintangannya
Ada kalanya seseorang tidak mampu melakukan apa pun selain bertahan. Ia masih menangis, masih berjuang melawan dosa, masih mencoba bangkit dari kegagalan. Ketahuilah, tetap berdiri di jalan Allah pun merupakan bagian dari perjalanan menuju-Nya. Sebab Allah melihat usaha, bukan sekadar hasil.
Kisah sahabat Nabi, ‘Amr bin al-Jamuh radhiyallahu ‘anhu, menjadi pelajaran yang begitu menguatkan. Beliau memiliki kaki yang pincang sehingga mendapat keringanan untuk tidak ikut berperang. Namun cintanya kepada Allah dan kerinduannya terhadap surga membuatnya berkata bahwa ia ingin memasuki surga dengan kaki pincangnya itu. Rasulullah pun memberi kabar gembira bahwa kelak ia akan berjalan dengan kaki yang sehat di surga.
Jika seorang sahabat dengan keterbatasan fisik tetap ingin melangkah menuju Allah, lalu apa yang menghalangi kita yang sering kali hanya memiliki luka di dalam hati?
Mungkin hari ini kita baru saja melakukan dosa. Jangan putus asa, karena pintu istighfar masih terbuka. Mungkin kita lalai dalam ibadah. Perbaikilah dengan amal saleh berikutnya. Mungkin kita pernah menyakiti orang lain. Mintalah maaf dan gantilah dengan kebaikan. Setiap taubat yang tulus adalah langkah baru menuju rahmat Allah.
Perjalanan menuju Allah juga tidak hanya diwujudkan melalui ibadah pribadi. Mengusap air mata orang yang bersedih, menghibur hati yang kecewa, menemani mereka yang kehilangan harapan, dan meringankan beban sesama adalah amal yang sangat dicintai Allah. Dunia memang penuh pertarungan, dan hampir setiap manusia menyimpan lukanya masing-masing. Karena itu, jadilah sebab hadirnya ketenangan bagi orang lain.
Jangan menunggu hati benar-benar sembuh untuk mendekat kepada Allah. Datanglah dengan air mata, dengan luka, dengan istighfar, dan dengan langkah yang masih tersisa. Selama arahmu tetap menuju-Nya, setiap langkah kecil akan bernilai besar di sisi Allah.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Semoga kita termasuk hamba yang terus berjalan menuju Allah hingga akhir hayat, bukan karena merasa sempurna, melainkan karena selalu berharap pada kasih sayang-Nya. [DW]
Sumber: Ustadz Aunur Rafiq





