• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 13 Mei, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Seperti Burung Gagak yang Kecewa

18/02/2025
in Nasihat
Seperti Burung Gagak yang Kecewa

Ilustrasi, foto: a-z-animals.com

89
SHARES
681
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

BURUNG gagak warnanya hitam. Suaranya parau. Penampilannya menakutkan. Ia kecewa kenapa semua yang buruk ada padanya.

Suatu hari, seekor burung gagak tampak bersedih. Ia begitu menyesali nasib kenapa dirinya seburuk itu. Ia menangis.

Ada orang bijak yang kebetulan lewat dan mendengar tangisan itu. Orang bijak itu bertanya ke burung gagak, “Apa yang membuat dirimu begitu bersedih?”

Burung gagak pun beranjak menghampiri orang yang sudah ia kenal baik itu. “Aku kecewa kenapa aku seperti ini! Karena itu, tak banyak manusia yang mau mendekatiku!” jawabnya.

Orang bijak tertegun sejenak. “Jadi kamu mau jadi seperti siapa?” tanyanya kepada burung gagak.

“Andai aku bisa seperti angsa. Warnanya putih bersih, gerakannya begitu anggun,” jawabnya.

Orang bijak pun meminta burung gagak untuk memastikan ke angsa, apakah ia juga bersedih atau bahagia.

“Baiklah!” ujar gagak. Ia pun terbang mencari angsa yang mau berbagi rasa.

Seekor angsa sedang berada di tepian danau kecil. Gagak pun mendekatinya.

“Wahai angsa, sepertinya kamu begitu bahagia dengan warna tubuhmu yang putih bersih. Karena dengan begitu kamu terlihat sangat anggun,” ucap gagak memulai pembicaraan.

“Kamu salah, gagak. Aku sebenarnya bosan dengan warna yang ini-ini saja. Andai aku bisa seperti burung nuri. Tubuhnya berwarna-warni. Barang manusia yang menyukainya,” ungkap angsa.

Menangkap rasa kecewa angsa, gagak pun terbang mencari burung nuri. Ia ingin mendapati cerita bahagia dengan warna-warni di tubuhnya.

Setelah terbang kesana-kemari, gagak mendapati burung nuri. Tapi, ia mendapati burung cantik itu juga tidak terlihat bahagia.

“Wahai nuri, indahnya bulu-bulumu yang warna-warni. Kamu tentu sangat bahagia seperti itu,” ucap gagak ketika berada di dekat nuri.

Tapi, yang dipuji-puji itu tampaknya merasa biasa saja. Nuri sepertinya juga tidak bahagia.

“Wahai gagak, kamu salah. Aku tidak sebahagia yang kamu lihat. Aku memang disukai manusia, tapi aku hanya tinggal di kandang kecil ini. Ada yang jauh lebih cantik dariku dan banyak manusia yang memuji-muji keindahan warnanya,” jelas nuri tampak kurang bahagia.

“Siapa sosok yang beruntung itu?” sergah gagak.

“Ia burung merak. Keindahan warna-warni bulunya begitu mempesona. Pergilah ke kebun binatang, kamu akan menemukan burung merak yang ditonton banyak manusia,” ungkap nuri.

Gagak terbang menuju kebun binatang. Ia melihat burung merak yang memang begitu cantik. Warna-warni bulu di tubuhnya jauh lebih indah dari nuri. Kandang tempat tinggalnya juga jauh lebih besar.

Satu lagi, begitu banyak manusia yang memuji-muji dan menyukainya.

“Wahai merak, betapa beruntungnya kamu. Kamu pasti bahagia. Warna-warni bulu di tubuhmu begitu indah. Tidak heran jika begitu banyak manusia yang menyukaimu,” ucap gagak ketika berada di sekitar kandang merak.

“Kamu salah, gagak!” ucap merak spontan.

“Kenapa bisa? Lihatlah begitu banyak manusia yang menonton dan memuji-muji keindahanmu!” jelas gagak.

“Ya, mereka memang memuji-mujiku. Warna-warni buluku memang indah. Tapi…,” ucap merak terputus.

“Tapi apa?” sahut gagak.

“Perhatikanlah diriku yang terkurung dalam kandang besar. Aku tidak bebas sepertimu, yang bisa pergi kemana pun yang kamu suka,” ucap merak mengungkapkan kesedihannya.

Gagak pun terdiam mendengar penuturan itu. Ia memang hitam kelam, bersuara parau, dan tampang yang menakutkan.

Namun, justru karena itulah dirinya bisa bebas karena tak ada manusia yang mau mengurungnya.

Akhirnya, burung gagak terbang kembali ke orang bijak. Burung yang disimbolkan horor ini mengatakan, “Ternyata aku salah menyikapi keadaan diriku. Aku harusnya paling bahagia, bukan bersedih dan menyesali nasib!”

**

Kadang rasa bahagia dan duka itu tak lebih dari sebuah jebakan persepsi yang sempit melihat keadaan diri. Boleh jadi, sisi positif yang kita miliki jauh lebih banyak yang dimiliki orang lain.

Berbaik sangkalah dengan apa pun yang Allah anugerahkan untuk kita. Karena dengan begitulah, kita akan menjadi orang yang paling bahagia di dunia. [Mh]

 

 

 

Tags: Seperti Burung Gagak yang Kecewa
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Masjid tertua di Amerika Berusia 112 Tahun

Next Post

Rencana Dinkes DKI Jakarta untuk Program Vaksinasi DBD Anak di Jakarta Timur

Next Post
Rencana Dinkes DKI Jakarta untuk Program Vaksinasi DBD Anak di Jakarta Timur

Rencana Dinkes DKI Jakarta untuk Program Vaksinasi DBD Anak di Jakarta Timur

Arumi Bachsin dan Emil Dardak Jalani Ibadah Umroh Sebelum Bulan Suci Ramadhan

Arumi Bachsin dan Emil Dardak Jalani Ibadah Umroh Sebelum Bulan Suci Ramadhan

Media Chanelmuslim.com Gelar Tarhib Ramadan dengan  Talkshow Rindu Ramadan, Rindu Baitullah

Media Chanelmuslim.com Gelar Tarhib Ramadan dengan  Talkshow Rindu Ramadan, Rindu Baitullah

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8383 shares
    Share 3353 Tweet 2096
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4299 shares
    Share 1720 Tweet 1075
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3782 shares
    Share 1513 Tweet 946
  • Senam Ling Tien Kung: Sejarah, Cara Pelaksanaan, dan Manfaatnya

    435 shares
    Share 174 Tweet 109
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    830 shares
    Share 332 Tweet 208
  • Alasan Nikita Willy Mantap Berhijab

    71 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Istana Nurul Iman Brunei Tercatat Terbesar di Dunia, Luasnya hingga 200.000 Meter Persegi

    125 shares
    Share 50 Tweet 31
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11325 shares
    Share 4530 Tweet 2831
  • Pemuda Indonesia Hadir di Pembukaan OIC Youth Capital Konya 2026, Kota Kelahiran Rumi

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2120 shares
    Share 848 Tweet 530
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga