• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Senin, 20 Juli, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Obat Takut Itu Hadapi Kenyataan

09/11/2022
in Nasihat
Obat Takut Itu Hadapi Kenyataan

Ilustrasi, foto: emergingscholars

86
SHARES
662
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

DUA ekor anak elang mulai gusar. Induknya memberi batas waktu kapan keduanya harus terbang.

Bulu-bulu di sayap anak dua ekor elang sudah mulai tumbuh lebat. Tulang sayapnya pun sudah tampak kokoh. Keduanya tak lama lagi ‘wajib’ terbang dari sarang.

Satu ekor anak elang menanggapi dengan positif. Ia mencoba terbang di sekitaran sarang. Ia pun tak jarang mengepak-ngepakkan kedua sayapnya agar bisa lebih luwes untuk digerakkan.

Sementara, satu ekornya lagi tampak ketakutan. Jangankan belajar terbang di sekitara sarang, melongok ke bawah sarang saja ia gemetaran.

Setiap kali mengingat ucapan ibunya untuk bersiap-siap wajib terbang, sekujur tubuhnya menjadi lemas. Ia jauh lebih memilih untuk tetap di sarang daripada belajar terbang.

Ia membayangkan betapa tingginya sarang yang ia tinggali. Ia juga membayangkan kalau akhirnya gagal terbang. Ia akan terjatuh dan tubuhnya menghempas batu yang tajam. Iiiiih… Apa jadinya.

Dan akhirnya, batas waktu itu tiba. Secara naluriah, induk elang ‘memaksa’ dua anaknya untuk mengikutinya terbang dari sarang.

“Ayo kita terbang. Kepakkan kedua sayap kalian sekuat mungkin. Begini caranya terbang…,” ucap induk elang sambil terbang perlahan.

Langkah itu diikuti anak elang yang pertama. Meski masih kaku, ia berhasil mengepakkan kedua sayapnya. Tubuhnya terangkat ke udara lepas. Ia bisa terbang.

Kini giliran anak yang kedua. Wajahnya pucat. Matanya terpejam. Ia tidak berani menatap ke bawah bukit. Tubuhnya kaku. Kedua sayapnya kehilangan naluri untuk terbang.

“Ayo cepat, terbang!” teriak sang iduk dari atas udara.

Karena takut dengan induknya, anak elang ini pun melompat keluar sarang. Tapi, ia tidak tahu harus berbuat apa. Jangankan mengepakkan kedua sayapnya, matanya masih pun tetap terpejam.

Pemandangan tragis pun akhirnya terjadi. Tubuh anak elang yang takut ini terjatuh ke dasar bukit. Ia tewas terbentur bebatuan.

**

Rasa takut pasti ada di setiap awal episode kehidupan. Ada takut awal sekolah, awal kuliah, awal kerja, awal menikah, awal punya anak, dan lainnya.

Hal itu wajar karena itulah reaksi diri kita terhadap hal baru yang belum dialami dan tampak menakutkan.

Obatnya bukan lari dari hal baru itu. Tapi, justru dengan menghadapinya. Mungkin akan ada langkah gagal. Tapi, setidaknya rasa takut jauh lebih berkurang.

Jadi, obat terhadap rasa takut adalah belajar menghadapi yang ditakutkan itu. Keluarkan semua potensi yang dimiliki.

Jangan seperti anak elang yang karena takut, ia lupa kalau dirinya punya sayap yang bisa digunakan untuk bisa terbang. [Mh]

Tags: Obat Takut Itu Hadapi Kenyataan
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

86 Orang Bersyahadat di Masjid Pusat Cambridge

Next Post

Review Buku Atomic Habits, Mengapa Banyak Direkomendasikan oleh Konten Kreator?

Next Post
Review buku atomic habits

Review Buku Atomic Habits, Mengapa Banyak Direkomendasikan oleh Konten Kreator?

Kiat Menjalani Keseharian agar Sukses Dunia Akhirat

Kekecewaan Ibunda Habib bin Zaid

Doa Rasulullah Jika Tiba Waktu Malam Saat dalam Perjalanan

Gua Hira dan Nabi Muhammad

  • Profil Lamine Yamal, Bintang Muda Muslim yang Menginspirasi Dunia Sepak Bola

    Profil Lamine Yamal, Bintang Muda Muslim yang Menginspirasi Dunia Sepak Bola

    219 shares
    Share 88 Tweet 55
  • Tak Ada yang Kebetulan: Dari Messi Memandikan Bayi Yamal hingga Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Semua Terjadi dalam Takdir Allah

    103 shares
    Share 41 Tweet 26
  • Praktisi Hukum Dini Eka Putri Edukasi 200 Siswa SIT Al-Kautsar tentang Bahaya Bullying dan Konsekuensi Hukumnya

    80 shares
    Share 32 Tweet 20
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8918 shares
    Share 3567 Tweet 2230
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4021 shares
    Share 1608 Tweet 1005
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11604 shares
    Share 4642 Tweet 2901
  • Salimah Tulungagung Bagikan Tips Menua dengan Bahagia

    70 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4692 shares
    Share 1877 Tweet 1173
  • Saat Amanah Menjadi Jalan Membangun Peradaban

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1108 shares
    Share 443 Tweet 277
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga