• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Senin, 2 Maret, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Obat Takut Itu Hadapi Kenyataan

09/11/2022
in Nasihat
Obat Takut Itu Hadapi Kenyataan

Ilustrasi, foto: emergingscholars

84
SHARES
648
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

DUA ekor anak elang mulai gusar. Induknya memberi batas waktu kapan keduanya harus terbang.

Bulu-bulu di sayap anak dua ekor elang sudah mulai tumbuh lebat. Tulang sayapnya pun sudah tampak kokoh. Keduanya tak lama lagi ‘wajib’ terbang dari sarang.

Satu ekor anak elang menanggapi dengan positif. Ia mencoba terbang di sekitaran sarang. Ia pun tak jarang mengepak-ngepakkan kedua sayapnya agar bisa lebih luwes untuk digerakkan.

Sementara, satu ekornya lagi tampak ketakutan. Jangankan belajar terbang di sekitara sarang, melongok ke bawah sarang saja ia gemetaran.

Setiap kali mengingat ucapan ibunya untuk bersiap-siap wajib terbang, sekujur tubuhnya menjadi lemas. Ia jauh lebih memilih untuk tetap di sarang daripada belajar terbang.

Ia membayangkan betapa tingginya sarang yang ia tinggali. Ia juga membayangkan kalau akhirnya gagal terbang. Ia akan terjatuh dan tubuhnya menghempas batu yang tajam. Iiiiih… Apa jadinya.

Dan akhirnya, batas waktu itu tiba. Secara naluriah, induk elang ‘memaksa’ dua anaknya untuk mengikutinya terbang dari sarang.

“Ayo kita terbang. Kepakkan kedua sayap kalian sekuat mungkin. Begini caranya terbang…,” ucap induk elang sambil terbang perlahan.

Langkah itu diikuti anak elang yang pertama. Meski masih kaku, ia berhasil mengepakkan kedua sayapnya. Tubuhnya terangkat ke udara lepas. Ia bisa terbang.

Kini giliran anak yang kedua. Wajahnya pucat. Matanya terpejam. Ia tidak berani menatap ke bawah bukit. Tubuhnya kaku. Kedua sayapnya kehilangan naluri untuk terbang.

“Ayo cepat, terbang!” teriak sang iduk dari atas udara.

Karena takut dengan induknya, anak elang ini pun melompat keluar sarang. Tapi, ia tidak tahu harus berbuat apa. Jangankan mengepakkan kedua sayapnya, matanya masih pun tetap terpejam.

Pemandangan tragis pun akhirnya terjadi. Tubuh anak elang yang takut ini terjatuh ke dasar bukit. Ia tewas terbentur bebatuan.

**

Rasa takut pasti ada di setiap awal episode kehidupan. Ada takut awal sekolah, awal kuliah, awal kerja, awal menikah, awal punya anak, dan lainnya.

Hal itu wajar karena itulah reaksi diri kita terhadap hal baru yang belum dialami dan tampak menakutkan.

Obatnya bukan lari dari hal baru itu. Tapi, justru dengan menghadapinya. Mungkin akan ada langkah gagal. Tapi, setidaknya rasa takut jauh lebih berkurang.

Jadi, obat terhadap rasa takut adalah belajar menghadapi yang ditakutkan itu. Keluarkan semua potensi yang dimiliki.

Jangan seperti anak elang yang karena takut, ia lupa kalau dirinya punya sayap yang bisa digunakan untuk bisa terbang. [Mh]

Tags: Obat Takut Itu Hadapi Kenyataan
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

86 Orang Bersyahadat di Masjid Pusat Cambridge

Next Post

Review Buku Atomic Habits, Mengapa Banyak Direkomendasikan oleh Konten Kreator?

Next Post
Review buku atomic habits

Review Buku Atomic Habits, Mengapa Banyak Direkomendasikan oleh Konten Kreator?

Kiat Menjalani Keseharian agar Sukses Dunia Akhirat

Kekecewaan Ibunda Habib bin Zaid

Doa Rasulullah Jika Tiba Waktu Malam Saat dalam Perjalanan

Gua Hira dan Nabi Muhammad

  • Perang Pemikiran, Louis IX, dan Alasan Kenapa Umat Hari Ini Diam Atas Palestina

    Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    1792 shares
    Share 717 Tweet 448
  • Makna Bendera Merah ‘Jamkaran’ Iran

    129 shares
    Share 52 Tweet 32
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8028 shares
    Share 3211 Tweet 2007
  • Antara Mendukung Syiah dan Netral di Perang Iran Israel

    107 shares
    Share 43 Tweet 27
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3539 shares
    Share 1416 Tweet 885
  • Adam dan Hawa Berusaha Menutupi Aurat dengan Daun Tin

    97 shares
    Share 39 Tweet 24
  • Penjelasan Ustaz Adi Hidayat tentang Hukum Shalat Sendiri di Rumah bagi Laki-Laki

    1925 shares
    Share 770 Tweet 481
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4155 shares
    Share 1662 Tweet 1039
  • Permata Bank Syariah Hadir sebagai Official Banking Partner di HijrahFest Ramadan 2026, Perkenalkan Nilai Syariah untuk Semua

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Kisah Agen Wanita Mossad yang Nyusup ke Iran (2)

    137 shares
    Share 55 Tweet 34
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga