• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 23 April, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Obat Takut Itu Hadapi Kenyataan

09/11/2022
in Nasihat
Obat Takut Itu Hadapi Kenyataan

Ilustrasi, foto: emergingscholars

85
SHARES
654
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

DUA ekor anak elang mulai gusar. Induknya memberi batas waktu kapan keduanya harus terbang.

Bulu-bulu di sayap anak dua ekor elang sudah mulai tumbuh lebat. Tulang sayapnya pun sudah tampak kokoh. Keduanya tak lama lagi ‘wajib’ terbang dari sarang.

Satu ekor anak elang menanggapi dengan positif. Ia mencoba terbang di sekitaran sarang. Ia pun tak jarang mengepak-ngepakkan kedua sayapnya agar bisa lebih luwes untuk digerakkan.

Sementara, satu ekornya lagi tampak ketakutan. Jangankan belajar terbang di sekitara sarang, melongok ke bawah sarang saja ia gemetaran.

Setiap kali mengingat ucapan ibunya untuk bersiap-siap wajib terbang, sekujur tubuhnya menjadi lemas. Ia jauh lebih memilih untuk tetap di sarang daripada belajar terbang.

Ia membayangkan betapa tingginya sarang yang ia tinggali. Ia juga membayangkan kalau akhirnya gagal terbang. Ia akan terjatuh dan tubuhnya menghempas batu yang tajam. Iiiiih… Apa jadinya.

Dan akhirnya, batas waktu itu tiba. Secara naluriah, induk elang ‘memaksa’ dua anaknya untuk mengikutinya terbang dari sarang.

“Ayo kita terbang. Kepakkan kedua sayap kalian sekuat mungkin. Begini caranya terbang…,” ucap induk elang sambil terbang perlahan.

Langkah itu diikuti anak elang yang pertama. Meski masih kaku, ia berhasil mengepakkan kedua sayapnya. Tubuhnya terangkat ke udara lepas. Ia bisa terbang.

Kini giliran anak yang kedua. Wajahnya pucat. Matanya terpejam. Ia tidak berani menatap ke bawah bukit. Tubuhnya kaku. Kedua sayapnya kehilangan naluri untuk terbang.

“Ayo cepat, terbang!” teriak sang iduk dari atas udara.

Karena takut dengan induknya, anak elang ini pun melompat keluar sarang. Tapi, ia tidak tahu harus berbuat apa. Jangankan mengepakkan kedua sayapnya, matanya masih pun tetap terpejam.

Pemandangan tragis pun akhirnya terjadi. Tubuh anak elang yang takut ini terjatuh ke dasar bukit. Ia tewas terbentur bebatuan.

**

Rasa takut pasti ada di setiap awal episode kehidupan. Ada takut awal sekolah, awal kuliah, awal kerja, awal menikah, awal punya anak, dan lainnya.

Hal itu wajar karena itulah reaksi diri kita terhadap hal baru yang belum dialami dan tampak menakutkan.

Obatnya bukan lari dari hal baru itu. Tapi, justru dengan menghadapinya. Mungkin akan ada langkah gagal. Tapi, setidaknya rasa takut jauh lebih berkurang.

Jadi, obat terhadap rasa takut adalah belajar menghadapi yang ditakutkan itu. Keluarkan semua potensi yang dimiliki.

Jangan seperti anak elang yang karena takut, ia lupa kalau dirinya punya sayap yang bisa digunakan untuk bisa terbang. [Mh]

Tags: Obat Takut Itu Hadapi Kenyataan
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

86 Orang Bersyahadat di Masjid Pusat Cambridge

Next Post

Review Buku Atomic Habits, Mengapa Banyak Direkomendasikan oleh Konten Kreator?

Next Post
Review buku atomic habits

Review Buku Atomic Habits, Mengapa Banyak Direkomendasikan oleh Konten Kreator?

Kiat Menjalani Keseharian agar Sukses Dunia Akhirat

Kekecewaan Ibunda Habib bin Zaid

Doa Rasulullah Jika Tiba Waktu Malam Saat dalam Perjalanan

Gua Hira dan Nabi Muhammad

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8250 shares
    Share 3300 Tweet 2063
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    761 shares
    Share 304 Tweet 190
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3698 shares
    Share 1479 Tweet 925
  • Permata Bank Perkenalkan Syariah untuk Semua, Sebagai Solusi Finansial yang Relevan Bagi Masyarakat

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3306 shares
    Share 1322 Tweet 827
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11271 shares
    Share 4508 Tweet 2818
  • Menghina Allah dalam Hati

    459 shares
    Share 184 Tweet 115
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2064 shares
    Share 826 Tweet 516
  • Morgan Oey, Generasi Muda Butuh Solusi Keuangan Syariah yang Praktis dan Relevan

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4551 shares
    Share 1820 Tweet 1138
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga