• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Senin, 15 Juni, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Muliakan Zurriyah Nabi

23/12/2024
in Nasihat
Di Penghujung Ramadan

Ilustrasi, foto: wallpapers.com

79
SHARES
607
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ZURRIYAH Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam terus ada hingga akhir zaman. Hormati dan muliakan mereka.

Sebuah kisah menarik diriwayatkan oleh Ibnul Jauzi dan Ibnu Qudamah. Yaitu tentang sebuah keluarga dari zurriyah atau keturunan Nabi yang mengalami kesulitan hidup.

Keluarga ini merupakan keturunan Nabi dari jalur Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu. Suatu hari, keluarga ini pindah dari kota ke sebuah desa. Tak seorang pun di desa itu yang mengetahui kalau mereka keturunan Nabi.

Mereka pindah karena sang kepala keluarga sakit. Setelah pindah, sang kepala keluarga meninggal dunia dengan meninggalkan istri dan anak-anak mereka yang masih kecil.

Kehidupan keluarga ini menjadi teramat sulit. Tak ada pemasukan, sementara sang istri hanya ibu rumah tangga.

Namun begitu, sang istri berusaha keras untuk tidak meminta-minta. Tapi, bagaimana mungkin ada pemasukan jika tak ada yang bekerja. Sementara, jika si istri ini bekerja, anak-anak mereka akan terlantar tanpa orang dewasa yang mengawasi.

Karena keadaan yang memaksa, sang istri menitipkan anak-anaknya ke masjid. Sementara itu, ia berusaha mencari-cari bantuan ke orang-orang yang bisa diandalkan.

Di sebuah pasar, ia melihat ada seorang lelaki yang dikerumuni banyak orang. Sepertinya lelaki ini tokoh di desa itu. Setelah bertanya ke orang sekitar, ia mendapatkan kabar kalau lelaki itu seorang kepala desa.

Ia menghampiri lelaki itu. Dengan ucapan setengah berbisik ia terpaksa mengabarkan tentang keprihatinan diri dan anak-anaknya yang kelaparan.

“Anda siapa?” ucap si kepala desa terheran.

“Kami bagian dari zurriyah Nabi. Saya dan anak-anak saya kelaparan. Sekarang mereka di sebuah masjid. Mohon bantuannya,” ungkap si wanita.

Kepala desa ini tidak menunjukkan wajah terkejut. Justru ia berkilah, “Apa ada bukti kalau kalian zurriyah Nabi?”

Wanita ini menjelaskan bahwa tidak ada yang bisa memberikan kesaksian kalau ia dan anak-anaknya keturunan Nabi. Hal itu karena di desa itu belum ada orang yang mengenalnya.

Kepala desa mengabaikan keterangan si wanita. Ia pun meninggalkan si wanita begitu saja.

Si wanita ini tak berpasrah diri. Ia mencari-cari lagi sosok yang bisa dimintai bantuan. Dan ia pun melihat ada lelaki yang kaya berada di keramaian.

Ia pun mendapat kabar dari orang sekitar kalau lelaki ini seorang pengusaha yang kaya. Tapi, agamanya majusi atau penyembah api.

Tak peduli dengan agamanya, si wanita ini pun menceritakan hal yang sama seperti yang ia lakukan terhadap kepala desa.

“Jadi, kalian keturunan Rasulullah?” ucap si majusi ini kepada si wanita.

Karena kasihan, si majusi meminta pembantunya untuk memastikan keberadaan anak-anak si wanita ini di sebuah masjid. Si wanita dan anak-anaknya yang kelaparan pun akhirnya ditampung di salah satu rumahnya. Mereka diberikan makanan dan sarana yang layak.

Kembali ke si kepala desa yang ketika tidur, ia bermimpi melihat sosok Rasulullah dari kejauhan. Saat itu sudah hari kiamat. Rupanya Rasulullah sedang dikerumuni umatnya yang meminta syafaat.

Si kepala desa pun dengan berdesak-desakan ingin juga meminta syafaat kepada Rasulullah. Dan, akhirnya ia pun berhasil menjumpai Rasulullah.

“Ya Rasulullah, berikan aku syafaat. Aku umatmu,” ucapnya kepada Rasulullah.

Rasulullah menoleh ke arah si kepala desa. Rasulullah mengatakan, “Engkau umatku? Apa ada bukti?”

Si kepala desa terbangun dari mimpi. Tubuhnya merinding. Ia teringat pertemuannya dengan seorang wanita yang meminta pertolongan. Wanita itu mengaku zurriyah Nabi, sementara ia membalasnya dengan pertanyaan, “Apa ada bukti?

Ia pun menyadari kesalahannya. Dengan tergesa-gesa, si kepala desa mencari keberadaan wanita itu dan anak-anaknya. Akhirnya, ia mendapat kabar kalau mereka sudah ditampung oleh saudagar majusi.

“Permisi, apa benar Anda menampung seorang wanita dan anak-anaknya yang merupakan zurriyah Nabi?” tanya si kepala desa kepada saudagar majusi.

“Benar. Mereka sudah tidak kelaparan lagi. Mereka sudah hidup layak,” jawab si majusi.

“Bisakah mereka engkau kembalikan kepadaku?” tanya si kepala desa.

“Maaf, tidak bisa!” jawab si majusi.

“Baiklah, akan aku ganti uangmu dengan nilai seribu dinar (sekitar 7,5 milyar rupiah),” ucap si kepala desa.

“Ha, aku tahu. Pasti kamu mimpi bertemu Rasulullah. Aku juga mimpi bertemu Rasulullah. Aku sudah mendapatkan keberkahan berlimpah sejak mengurus mereka. Allah memberikanku hidayah hingga menjadi muslim dan melancarkan semua usahaku,” ungkap si mantan majusi. Ia menolak permintaan si kepala desa.

**

Menghormati dan memuliakan zurriyah Nabi berarti juga menghormati dan memuliakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Begitu pun sebaliknya. [Mh]

 

 

 

 

 

 

 

 

Tags: Muliakan Zurriyah Nabi
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Lima Rekomendasi Obat Panas Dalam Alami yang Ampuh

Next Post

Nina Zatulini Liburan di Eropa, Tampil Kece dengan Balutan Hijab dan Outfit Musim Dingin

Next Post
Nina Zatulini Liburan di Eropa, Tampil Kece dengan Balutan Hijab dan Outfit Musim Dingin

Nina Zatulini Liburan di Eropa, Tampil Kece dengan Balutan Hijab dan Outfit Musim Dingin

Sembilan Pintu Kebaikan untuk Perempuan dan Anak Palestina

Sembilan Pintu Kebaikan untuk Perempuan dan Anak Palestina

Ibu yang Tegas dan Disiplin Memiliki Anak-anak yang Lebih Sukses

Ibu yang Tegas dan Disiplin Memiliki Anak-anak yang Lebih Sukses

  • Persiapan Menghadapi Akhir Zaman, Kenali Keutamaan Surat Al-Kahfi

    Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4421 shares
    Share 1768 Tweet 1105
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8655 shares
    Share 3462 Tweet 2164
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11453 shares
    Share 4581 Tweet 2863
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    955 shares
    Share 382 Tweet 239
  • Mengenal Tiga Warna Favorit Nabi Muhammad

    286 shares
    Share 114 Tweet 72
  • Bacaan Doa saat Duduk Tasyahud Akhir Lengkap Beserta Latin dan Terjemahannya

    2231 shares
    Share 892 Tweet 558
  • Viral, Koin Uang 1000 Kelapa Sawit bisa Mencapai Rp120 Juta

    254 shares
    Share 102 Tweet 64
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2218 shares
    Share 887 Tweet 555
  • Kedudukan Hewan ketika Mati, Masuk Surga atau Neraka?

    247 shares
    Share 99 Tweet 62
  • Hukum Tahajud setelah Subuh karena Telat Bangun

    1399 shares
    Share 560 Tweet 350
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga