• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Jumat, 6 Maret, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Menjadi Ulama Pemberani

10/02/2026
in Nasihat
Negeri ‘Surga’ di Timteng itu Bernama Oman

Ilustrasi, foto: ThoughCo

67
SHARES
516
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ULAMA itu hanya takut kepada Allah subhanahu wata’ala. Saat itulah, ia menjadi sosok yang paling pemberani.

Di masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, ada seorang sahabat Nabi yang ulama dan begitu pemberani. Ia bernama Abu Said Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu.

Nama aslinya Saad bin Malik bin Sinan radhiyallahu ‘anhuma. Anak keempat beliau bernama Said, dan beliau pun lebih sering disebut Abu Said.

Di masa remaja, beliau sempat kecewa karena tidak diizinkan Nabi ikut dalam Perang Uhud pada tahun ke-3 hijriyah. Padahal, ia sudah berbaris untuk ikut seleksi.

Ayahnya adalah juga seorang sahabat Anshar dan juga seorang mujahid. Saat mendaftar menjadi calon pasukan Uhud, Abu Said diantar langsung oleh ayahnya.

Rasulullah mengamati tubuh Abu Said, dari ujung kepala sampai ujung kaki. Kemudian Rasulullah menanyakan usia anak itu kepada ayahnya: berapa usia anak ini?

Ayahnya menjawab: 13 tahun. Rasulullah menolak karena masih kecil. Ayahnya kemudian menggenggam lengan Abu Said. “Ya Rasulullah, perhatikanlah, tulang anak ini begitu kuat!” ucap ayahnya.

Kemudian Rasulullah menjawab, “Pulangkan anak ini!”

Ada beberapa anak yang seusia Abu Said yang juga tak bisa ikut menjadi prajurit Uhud. Di antaranya adalah Zaid bin Haritsah al-Anshari radhiyallahu ‘anhu.

Tapi, Abu Said merasa bahagia ketika ayahnya diizinkan Rasulullah untuk ikut Perang Uhud. Dan justru, di momen inilah sebagai perjumpaan terakhir Abu Said dengan ayahnya. Karena, ayahnya syahid dalam Perang Uhud saat melindungi Rasulullah dari serangan pasukan musuh.

Setelah Perang Uhud, Abu Said sudah diperbolehkan Rasulullah untuk ikut. Dan hampir semua perang yang dipimpin Rasulullah selalu diikuti Abu Said.

Meski orang asli Madinah dan punya rumah, Abu Said muda tinggal bersama Ahlus Suffah. Ia tinggal bersama dengan warga miskin pendatang di sebuah pondokan di samping Masjid Nabawi.

Karena itulah, ia banyak menghafal hadis dari Rasulullah. Lebih dari seribu seratus hadis ia hafal. Dan sekitar 84 di antaranya dicatat oleh Imam Bukhari dan Muslim.

Menariknya, meski lebih dari seribu hadis, tak satu pun yang ditulis oleh Abu Said. Semuanya ia hafal dengan sangat baik. Bahkan, ia melarang murid-muridnya untuk menulis hadis. Seperti itulah pelajaran yang ia dapat dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Jauh setelah Rasulullah wafat, di masa Dinasti Umayyah, ada seorang khalifahnya: Marwan bin al-Hakam yang ‘melenceng’ dalam shalat Id. Saat itu sang khalifah menjadi khatib.

Entah kenapa, khalifah melakukan khutbah dahulu baru kemudian shalat. Padahal, tuntunan sunnah tidak demikian: shalat dahulu, baru kemudian khutbah.

Saat itu, tak ada yang berani menegur. Tiba-tiba, Abu Said berdiri. Ia secara lantang meluruskan apa yang dilakukan khalifah. Tapi, yang diluruskan tetap saja tidak mau menerima.

Abu Said Al-Khudri wafat di usia lebih dari 70 tahun. Ia mengajak anaknya, Abdurrahman, ke pemakaman Baqi di Madinah. Ia duduk di sebuah tanam pemakaman yang belum ada ‘penghuninya’.

“Anakku, di sinilah nanti engkau kuburkan aku,” ucapnya sambil duduk di atasnya. “Tidak usah kau kabarkan tentang kematianku ke banyak orang,” tambahnya.

Beberapa waktu setelah kunjungan ke pemakaman Baqi itu, Abu Said wafat. Tepat di hari Jumat.

Awalnya, anaknya tidak memberikan perihal kematian ayahnya itu ke siapa pun, sesuai dengan wasiat ayahnya. Tapi, beberapa tetangga memergoki Abdurrahman sedang mengurus jenazah ayahnya.

Sontak saja, berita wafatnya sang guru Madinah itu pun tersebar ke seantero Madinah. Bahkan, pemakaman Baqi tak bisa menampung ‘jamaah’ yang hadir untuk perpisahan terakhir dengan Abu Said Al-Khudri.

**

Orang yang ingin menjadi ulama itu mungkin banyak. Tapi, yang ingin menjadi ulama yang berani meluruskan pemimpin yang bengkok, mungkin tak banyak.

Padahal, jika ulama diam dengan kesalahan pemimpin, maka sang pemimpin akan merasa bahwa yang dilakukannya benar. Dan hal itu menjadi musibah besar untuk umat. [Mh]

 

 

 

Tags: Abu Said Al-KhudriMenjadi Ulama Pemberani
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Masalah Pencernaan jadi Hal Utama Selama Bulan Ramadan

Next Post

Dijodohkan oleh Orang Tua

Next Post
Dijodohkan oleh Orang Tua

Dijodohkan oleh Orang Tua

Salah satu Penghapus Amal Shalih adalah Niat Dunia

Faedah Surat Yasin, Setiap Bekas Amalan Akan Dicatat

Tips Memakai Kebaya agar Terlihat Modern dan Kekinian

Tips Memakai Kebaya agar Terlihat Modern dan Kekinian

  • Perang Pemikiran, Louis IX, dan Alasan Kenapa Umat Hari Ini Diam Atas Palestina

    Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    1846 shares
    Share 738 Tweet 462
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8040 shares
    Share 3216 Tweet 2010
  • Potret Anak Ketiga Lesti Kejora Lakukan Photoshoot Bersama Kedua Kakaknya

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • 4 Golongan yang Dirindukan Surga

    411 shares
    Share 164 Tweet 103
  • IRRESSRAMADHAN 2026 Mengusung Konsep Eksklusif dan Bernuansa Reflektif

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Antara Mendukung Syiah dan Netral di Perang Iran Israel

    116 shares
    Share 46 Tweet 29
  • Kemenhaj RI Sikapi Kondisi Keamanan Timur Tengah yang Berdampak pada Perjalanan Umroh

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4162 shares
    Share 1665 Tweet 1041
  • Materi Kultum, Bersyukur Kepada Allah

    133 shares
    Share 53 Tweet 33
  • 6 Ustadz yang Ceramahnya Lucu dan Asyik, Bikin Nggak Ngantuk saat Belajar Islam

    1506 shares
    Share 602 Tweet 377
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga