• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 30 Agustus, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Menjadi Ulama Pemberani

10/02/2026
in Nasihat
Negeri ‘Surga’ di Timteng itu Bernama Oman

Ilustrasi, foto: ThoughCo

71
SHARES
544
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ULAMA itu hanya takut kepada Allah subhanahu wata’ala. Saat itulah, ia menjadi sosok yang paling pemberani.

Di masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, ada seorang sahabat Nabi yang ulama dan begitu pemberani. Ia bernama Abu Said Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu.

Nama aslinya Saad bin Malik bin Sinan radhiyallahu ‘anhuma. Anak keempat beliau bernama Said, dan beliau pun lebih sering disebut Abu Said.

Di masa remaja, beliau sempat kecewa karena tidak diizinkan Nabi ikut dalam Perang Uhud pada tahun ke-3 hijriyah. Padahal, ia sudah berbaris untuk ikut seleksi.

Ayahnya adalah juga seorang sahabat Anshar dan juga seorang mujahid. Saat mendaftar menjadi calon pasukan Uhud, Abu Said diantar langsung oleh ayahnya.

Rasulullah mengamati tubuh Abu Said, dari ujung kepala sampai ujung kaki. Kemudian Rasulullah menanyakan usia anak itu kepada ayahnya: berapa usia anak ini?

Ayahnya menjawab: 13 tahun. Rasulullah menolak karena masih kecil. Ayahnya kemudian menggenggam lengan Abu Said. “Ya Rasulullah, perhatikanlah, tulang anak ini begitu kuat!” ucap ayahnya.

Kemudian Rasulullah menjawab, “Pulangkan anak ini!”

Ada beberapa anak yang seusia Abu Said yang juga tak bisa ikut menjadi prajurit Uhud. Di antaranya adalah Zaid bin Haritsah al-Anshari radhiyallahu ‘anhu.

Tapi, Abu Said merasa bahagia ketika ayahnya diizinkan Rasulullah untuk ikut Perang Uhud. Dan justru, di momen inilah sebagai perjumpaan terakhir Abu Said dengan ayahnya. Karena, ayahnya syahid dalam Perang Uhud saat melindungi Rasulullah dari serangan pasukan musuh.

Setelah Perang Uhud, Abu Said sudah diperbolehkan Rasulullah untuk ikut. Dan hampir semua perang yang dipimpin Rasulullah selalu diikuti Abu Said.

Meski orang asli Madinah dan punya rumah, Abu Said muda tinggal bersama Ahlus Suffah. Ia tinggal bersama dengan warga miskin pendatang di sebuah pondokan di samping Masjid Nabawi.

Karena itulah, ia banyak menghafal hadis dari Rasulullah. Lebih dari seribu seratus hadis ia hafal. Dan sekitar 84 di antaranya dicatat oleh Imam Bukhari dan Muslim.

Menariknya, meski lebih dari seribu hadis, tak satu pun yang ditulis oleh Abu Said. Semuanya ia hafal dengan sangat baik. Bahkan, ia melarang murid-muridnya untuk menulis hadis. Seperti itulah pelajaran yang ia dapat dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Jauh setelah Rasulullah wafat, di masa Dinasti Umayyah, ada seorang khalifahnya: Marwan bin al-Hakam yang ‘melenceng’ dalam shalat Id. Saat itu sang khalifah menjadi khatib.

Entah kenapa, khalifah melakukan khutbah dahulu baru kemudian shalat. Padahal, tuntunan sunnah tidak demikian: shalat dahulu, baru kemudian khutbah.

Saat itu, tak ada yang berani menegur. Tiba-tiba, Abu Said berdiri. Ia secara lantang meluruskan apa yang dilakukan khalifah. Tapi, yang diluruskan tetap saja tidak mau menerima.

Abu Said Al-Khudri wafat di usia lebih dari 70 tahun. Ia mengajak anaknya, Abdurrahman, ke pemakaman Baqi di Madinah. Ia duduk di sebuah tanam pemakaman yang belum ada ‘penghuninya’.

“Anakku, di sinilah nanti engkau kuburkan aku,” ucapnya sambil duduk di atasnya. “Tidak usah kau kabarkan tentang kematianku ke banyak orang,” tambahnya.

Beberapa waktu setelah kunjungan ke pemakaman Baqi itu, Abu Said wafat. Tepat di hari Jumat.

Awalnya, anaknya tidak memberikan perihal kematian ayahnya itu ke siapa pun, sesuai dengan wasiat ayahnya. Tapi, beberapa tetangga memergoki Abdurrahman sedang mengurus jenazah ayahnya.

Sontak saja, berita wafatnya sang guru Madinah itu pun tersebar ke seantero Madinah. Bahkan, pemakaman Baqi tak bisa menampung ‘jamaah’ yang hadir untuk perpisahan terakhir dengan Abu Said Al-Khudri.

**

Orang yang ingin menjadi ulama itu mungkin banyak. Tapi, yang ingin menjadi ulama yang berani meluruskan pemimpin yang bengkok, mungkin tak banyak.

Padahal, jika ulama diam dengan kesalahan pemimpin, maka sang pemimpin akan merasa bahwa yang dilakukannya benar. Dan hal itu menjadi musibah besar untuk umat. [Mh]

 

 

 

Tags: Abu Said Al-KhudriMenjadi Ulama Pemberani
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Masalah Pencernaan jadi Hal Utama Selama Bulan Ramadan

Next Post

Dijodohkan oleh Orang Tua

Next Post
Dijodohkan oleh Orang Tua

Dijodohkan oleh Orang Tua

Salah satu Penghapus Amal Shalih adalah Niat Dunia

Faedah Surat Yasin, Setiap Bekas Amalan Akan Dicatat

Kesusahan dalam Pernikahan Jalan Menuju Berkah

Kesusahan dalam Pernikahan Jalan Menuju Berkah

  • Fenomena Danau dan Sungai Kering di Kalimantan

    Fenomena Danau dan Sungai Kering di Kalimantan

    310 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Ragam Manfaat Teh Rosella untuk Kesehatan Tubuh

    153 shares
    Share 61 Tweet 38
  • Cara Merawat Baju Velvet Agar Tetap Mewah dan Awet

    80 shares
    Share 32 Tweet 20
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9212 shares
    Share 3685 Tweet 2303
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    754 shares
    Share 302 Tweet 189
  • 5 Nama Potongan Rambut Pria agar Tidak Qaza`

    1970 shares
    Share 788 Tweet 493
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4168 shares
    Share 1667 Tweet 1042
  • Peran Penting Stasiun Cipendeuy di Jalur Selatan Pulau Jawa

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1251 shares
    Share 500 Tweet 313
  • Muslim LifeFest 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan Tren Halal Lifestyle dan Edukasi Syariah Terlengkap di ICE BSD

    70 shares
    Share 28 Tweet 18
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga