• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Selasa, 10 Maret, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Membalas Keburukan dengan Kebaikan

Keburukan akan memunculkan keburukan. Kebaikan akan melahirkan kebaikan. Tapi bagi orang tertentu, keburukan yang diterima akan dibalas dengan kebaikan.

17/05/2021
in Nasihat, Unggulan
Membalas keburukan dengan kebaikan

Membalas keburukan dengan kebaikan (Ilustrasi, foto: CodePink)

150
SHARES
1.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com- Perilaku buruk itu seperti virus. Ia bisa menularkan ke orang-orang di dekatnya. Mereka yang resisten dengan virus itu, tidak ikutan menyerap dan menularkannya ke orang lain. Dirinya mampu menetralisir itu, dan “mengembalikan” virus keburukan dengan kebaikan.

Ah, betapa idealnya mereka yang mampu seperti itu. Atau jangan-jangan hanya ada dalam kisah-kisah para Nabi dan orang-orang soleh sezamannya. Sementara yang hidup di akhir zaman seperti saat ini, sosok seperti itu nyaris punah.

Benarkah? Menyelami sikap mulia itu memang menarik. Menarik bukan karena sudah langka. Tapi sebagai koreksi diri kenapa hal luar biasa itu menjadi begitu imposibel untuk saat ini. Bukankah sikap baik buruk bukan ditujukan untuk awal dan akhir zaman. Tapi bisa terus terjadi di seluruh generasi.

Memori kita menyimpan begitu banyak desain keburukan yang harus dibalas dengan keburukan. Nafsu dan ego pun mendukungnya. Lihatlah semua cerita film yang mungkin sering kita cerna. Kisah diawali dengan berkuasanya keburukan. Dan kisah pun bergeser dengan lahirnya kebaikan. Kemudian, kebaikan akan menumpas keburukan. Dan, penonton pun puas.

Kisah ini berulang dan terus berulang. Tentu dengan langgam yang berbeda. Warna yang berganti. Dan tokoh pemeran yang berubah, tapi tetap dengan desain cerita yang sama. Bertahun-tahun kita mencerna itu sebagai hidangan lezat.

Cerita film dan memori kita boleh jadi terlalu sederhana untuk mengurai bahwa keburukan itu perilaku atau sifat. Bukan orangnya. Ia persis seperti virus yang bisa menempel pada siapa pun. Kemudian menggerogoti hal-hal baik dari dalam dan mendominasinya menjadi sifat utama.

Dengan kata lain, orang itu hanya wadah. Sementara perilaku buruk adalah isi wadah itu. Kenapa tidak ditumpahkan saja isinya, tanpa harus memecahkan wadahnya.

Bagaimana dengan hukuman mati? Islam tidak memaksudkan itu sebagai balas dendam. Melainkan, sebagai cara preventif agar virus keburukan itu tidak mudah menular ke orang lain. Dengan hukuman yang keras itu, dikorbankan satu orang demi menyelamatkan jutaan lainnya agar tidak ikut tertular penyakit yang sama. Dan itu pun dilakukan dengan proses hukum yang panjang dan teliti.

Sebenarnya, kisah nyata dalam keseharian kita sudah sangat cukup menerangkan pentingnya membalas keburukan dengan kebaikan. Sayangnya, hal itu seolah samar. Tak bisa terlihat jelas dengan mata biasa kita.

Perhatikan sosok mulia dari seorang ibu. Ia rela menelan “keburukan” anak-anaknya untuk digantikan dengan sebuah kepuasan sebagai sosok ibu. Siang malam ia diganggu. Bukan satu dua hari saja. Melainkan, dalam hitungan tahun.

Semua gangguan yang dirasakan ibu sama sekali tak terbersit untuk dibalas dengan gangguan yang sama ketika anak-anaknya dewasa. Ibu begitu puas karena telah berhasil menyuntikkan energi kebaikan untuk mengisi jiwa anak-anaknya walaupun keburukan telah menjadi hidangannya setiap saat.

Alquran mengajarkan, idfa’ billati hiya ahsan. Tangkallah keburukan itu dengan yang paling baik. Maka, permusuhan yang pernah merasuk akan berubah menjadi persahabatan penuh kasih sayang.

Jadi, bukan orangnya yang buruk. Tapi sifatnya. Karena semua orang terlahir dengan fitrah, kesucian. Lingkunganlah yang mencelupnya menjadi warna ini dan itu.

Sebarkanlah energi kebaikan maka kebaikan akan menjadi dominan. Jangan pernah takluk dengan pancingan keburukan. Karena membalas keburukan dengan keburukan hanya akan menyuburkan keburukan.

Mulailah dari diri kita. Mulailah dari hal kecil. Dan niatkan, dengan cara inilah kita membalas kebaikan Allah yang tak ada bilangan jumlahnya. (Mh)

 

 

Tags: membalas keburukan dengan kebaikanMuhasabahNasihat
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Bumbu-Bumbu Keharmonisan Keluarga

Next Post

Resep Lodeh Ikan Panggang

Next Post
Resep Lodeh Ikan Panggang

Resep Lodeh Ikan Panggang

Masa 4 Tahun Lalu, Sebelum Covid Melanda

Masa 4 Tahun Lalu, Sebelum Covid Melanda

Bercinta dalam Ikatan Pernikahan yang Sah

Bercinta dalam Ikatan Pernikahan yang Sah

  • Perang Pemikiran, Louis IX, dan Alasan Kenapa Umat Hari Ini Diam Atas Palestina

    Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    1886 shares
    Share 754 Tweet 472
  • Hadis tentang 10 Hari Terakhir Ramadan

    249 shares
    Share 100 Tweet 62
  • Link Koleksi Murottal Terbaik Sepanjang Masa

    544 shares
    Share 218 Tweet 136
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8057 shares
    Share 3223 Tweet 2014
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3560 shares
    Share 1424 Tweet 890
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11200 shares
    Share 4480 Tweet 2800
  • 4 Golongan yang Dirindukan Surga

    418 shares
    Share 167 Tweet 105
  • Dalil Membaca Allahumma Ajirni Minannaar

    1177 shares
    Share 471 Tweet 294
  • Berikut Daftar Minyak Goreng Bebas Afiliasi, Jangan Sampai Salah Pilih

    286 shares
    Share 114 Tweet 72
  • Untuk Pemula, Belajar Islam Mulai dari Mana?

    3123 shares
    Share 1249 Tweet 781
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga