• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 14 Juni, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Memaknai ‘Allahu Akbar’ Bung Tomo

10/11/2025
in Nasihat
Memaknai Nilai Kemerdekaan dan Kepahlawanan

Ilustrasi, foto: gambarmenarikhd.blogspot.com

75
SHARES
580
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

Namanya Sutomo. Lahir di Surabaya pada 3 Oktober 1920. Ia seorang pejuang, orator, jurnalis, aktivis, dan ayah untuk keluarganya.

Setelah lulus setara SD di zaman itu pada usia 12 tahun, Bung Tomo kecil tak bisa melanjutkan ke sekolah lanjutan setingkat SMP di zaman Belanda. Hal ini karena krisis dunia termasuk di Indonesia yang masih dikuasai Belanda.

Tak mau menyerah, Bung Tomo belajar secara korespondensi di Hoogere Burgerschool atau HBS. Ia lebih banyak menyerap pendidikan informal di Kepanduan Bangsa Indonesia atau KBI. Di sini Bung Tomo 17 tahun tergolong berprestasi dan menjadi orang kedua di Hindia Belanda yang mampu meraih peringkat Pandu Garuda.

Di usia 18 hingga 25 tahun, Bung Tomo terjun ke dunia jurnalistik. Hal ini karena bakat berbahasa yang dimilikinya. Ia bekerja di berbagai media, seperti Expres dan kantor berita Antara.

Bakatnya dalam berbahasa juga membuatnya menonjol dalam berpidato. Bisa dibilang, di masa itu, ada dua tokoh Indonesia yang jago pidato: Bung Karno dan Bung Tomo. Ia mengakui banyak belajar dari Bung Karno dalam gaya dan penampilan pidato. Bisa dibilang, ia mencontek persis Bung Karno.

Di masa-masa pergolakan bersenjata, Bung Tomo juga aktif di ketentaraan. Terutama di tahun-tahun 45 yang mengantarkan Indonesia merdeka.

Sepertinya, ada dua tugas utamanya selain di ketentaraan itu saat masa pergolakan kemerdekaan. Pertama, melakukan pendekatan dengan para ulama di Jawa Timur dan pidato itu.

Tugas pertamanya itu pula yang menjadikannya begitu dekat dengan KH Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdhatul Ulama. Dan dari kedekatan itu pula, ia selalu menambahkan kalimat takbir di setiap akhir pidatonya: Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!

Bahkan ada seorang aktivis non muslim yang merasa bingung dengan dirinya sendiri. Ia begitu mengagumi pidato Bung Tomo. Dan tanpa sadar, ia juga berteriak ‘Allahu Akbar!’. Persis seperti yang diteriakkan Bung Tomo.

Resolusi Jihad Oktober 45

Pada bulan Oktober, Presiden Sukarno mengirim telegram ke KH Hasyim Asy’ari. Isinya sebuah pertanyaan diplomatis: apa hukumnya mengangkat senjata bagi seorang muslim untuk mengusir penjajah.

Hal ini ditanyakan karena sekutu akan balik menjajah lagi setelah Jepang menyerah. Dan salah satu pintu masuk penyerbuan itu melalui Surabaya.

Di tanggal 21 dan 22 Oktober, Pak Kiyai mengumpulkan para ulama NU se-jawa dan Madura untuk membahas pertanyaan presiden itu. Akhirnya, terbitlah sebuah fatwa yang sekaligus menjadi Resolusi Jihad. Isinya, wajib setiap individu muslim untuk berperang mengusir penjajah.

Nahdhatul Ulama dan para ulama menggelorakan jihad terhadap para santri dan umat Islam. Sementara, Bung Tomo terus berpidato melalui siaran RRI untuk menggelorakan hal yang sama. Hingga bertemulah semua itu di titik 10 November 1945 yang kemudian ditetapkan sebagai Hari Pahlawan.

Para ahli sejarah menyebut bahwa hari-hari di bulan November itu merupakan peperangan yang paling dahsyat dalam sejarah Republik Indonesia. Hasilnya, sekutu menarik mundur kekuatannya dan menunda serangan pada dua tahun berikutnya: 1947.

Ada sejumlah hal yang menjadi rahasia kemenangan perjuangan melawan penjajah. Pertama, kesadaran yang dibangun melalui akidah dan syariah Islam oleh para ulama saat itu, semangat yang terus diteriakkan oleh Bung Tomo dengan kata kunci: Allahu Akbar!, dan keberanian rakyat di medan tempur.

“Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!” teriak Bung Tomo saat itu yang diikuti oleh pasukan meski dengan senjata seadanya.

Salah satu tokoh di balik Hari Pahlawan ini  wafat pada 7 Oktober 1981 di Padang Arafah saat menunaikan ibadah haji.

**

Kalimat Allahu Akbar merupakan ungkapan agung yang penuh keberkahan. Kalimat ini mampu mengusir setan-setan, baik yang ada di dalam diri maupun yang di luarnya.

Seperti itulah yang dilakukan para pejuang sejak masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam hingga di zaman saat ini. Bukan hanya di satu wilayah seperti Arab saja, melainkan juga di seluruh belahan dunia.

Jika kita merasa lemah, putus semangat dalam berjuang melawan tantangan hidup: teriakkan dalam hati kita, “Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!” Hanya Allah yang paling besar dan selainnya sangat kecil.

Insya Allah, kita akan mendapati rute jalan solusi yang diinginkan. [Mh]

 

 

Tags: Hari PahlawanMemaknai ‘Allahu Akbar’ Bung Tomo
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Kenapa Kemenangan Palestina Tidak Disegerakan Oleh Allah? (2)

Next Post

Dimensi Syukur dalam Kehidupan

Next Post
Dia yang Mengaku Mudah Tergoda Perempuan

Dimensi Syukur dalam Kehidupan

Lima Kategori Barang versi Marie Kondo

Lima Kategori Barang versi Marie Kondo

JMFW 2026 Catat Transaksi USD 19,51 Juta, Lampaui Target dan Buktikan Daya Saing Modest Fashion Indonesia

JMFW 2026 Catat Transaksi USD 19,51 Juta, Lampaui Target dan Buktikan Daya Saing Modest Fashion Indonesia

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8645 shares
    Share 3458 Tweet 2161
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11445 shares
    Share 4578 Tweet 2861
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    949 shares
    Share 380 Tweet 237
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4410 shares
    Share 1764 Tweet 1103
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3891 shares
    Share 1556 Tweet 973
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2214 shares
    Share 886 Tweet 554
  • Banjir Jakarta, Rumah Bunda Neno Warisman Ikut Tenggelam

    321 shares
    Share 128 Tweet 80
  • Hukum Tahajud setelah Subuh karena Telat Bangun

    1396 shares
    Share 558 Tweet 349
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3410 shares
    Share 1364 Tweet 853
  • Doa Ketika Selesai Sa’i

    178 shares
    Share 71 Tweet 45
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga