• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Senin, 10 Agustus, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Melatih Sabar dalam Hinaan

09/01/2025
in Nasihat
Ketika Rumah Tangga tanpa Cinta

Ilustrasi, foto: suburbantourist.ca

86
SHARES
658
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

HINAAN dan celaan bisa datang dari mana saja: dari atas, samping, dan bawah. Jangankan orang biasa saja, sosok mulia pun tak luput dari hinaan dan celaan.

Salah seorang cucu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam terkenal memiliki sifat sabar, bijak, dan arif menyikapi hinaan dan celaan. Beliau adalah Hasan bin Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhuma.

Beliau lahir pada tahun 625 masehi, atau sekitar 2 tahun setelah peristiwa hijrah dari Mekah ke Madinah. Beliau lahir ketika usia kakeknya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berusia 55 tahun. Ada kurang lebih 7 hingga 8 tahun, Hasan berinteraksi dengan kakek tercinta.

Masa-masa fitnah umat Islam marak terjadi di saat ayahnya, Ali bin Abi Thalib diangkat sebagai khalifah menggantikan Usman bin Affan radhiyallahu ‘anhu. Karena di saat yang sama ada tokoh lain yang juga mengklaim sebagai khalifah, yaitu Muawiyah bin Abu Sufyan.

Konflik terbuka pun tak terhindari. Bahkan, begitu banyak nyawa yang gugur karena adanya dualisme kekhalifahan ini. Termasuk yang juga menjadi korban adalah Hasan bin Ali. Begitu pun dengan Husain.

Termasuk yang ikut gugur sebagai syuhada adalah sang khalifah sendiri, yaitu Ali bin Abi Thalib. Beliau dibunuh saat menunaikan shalat.

Umat Islam saat itu sebagiannya bersepakat untuk mengangkat Hasan sebagai pengganti ayahnya. Ia pun resmi menjadi Khalifah di Bulan Januari tahun ke-41 Hijriyah.

Sayangnya, cucu Nabi ini hanya bersedia menjadi khalifah sekitar 6 bulan. Hal itu terjadi setelah pihak Muawiyah mengerahkan pasukan untuk meminta Hasan turun dari jabatan.

Akibatnya, begitu banyak orang yang menghinanya. Macam-macam hinaan, baik langsung maupun tidak langsung ia rasakan. Ia dituduh penakut, dituduh pengkhianat, dan lainnya.

Salah seorang sahabat Nabi bernama Jubair bin Nafir mengkomfirmasi langsung ke Hasan atas pengunduran dirinya.

Hasan mengatakan, “Aku bukan orang yang rela menghinakan kaum muslimin. Aku tidak mau kalian saling membunuh hanya karena berebut kekuasaan.”

Hinaan datang bukan hanya dari yang dahulunya mendukung Hasan, terlebih lagi dari yang sebelumnya memang memusuhi Hasan dan Ali bin Abi Thalib.

Ada seorang pejabat dari pihak di luar Hasan yang menghinanya sangat luar biasa. Ia bernama Marwan bin Hakam. Di setiap pidatonya, ia selalu menghina Hasan dan Ali.

Bahkan, ia mengutus orang secara khusus untuk disampaikan kepada Hasan bin Ali. Isi pesan itu berupa hinaan. Sebuah hinaan yang disampaikan secara resmi dari seorang pejabat kepada mantan pejabat.

Hasan menjawab hinaan itu, juga secara resmi, “Silakan kembali kepada atasanmu. Sampaikan bahwa aku tidak akan membalas pesannya. Biarlah Allah yang akan membalasnya.”

Beberapa tahun kemudian, Hasan bin Ali dikabarkan meninggal dunia secara ‘tidak wajar’. Ia diduga diracun oleh orang dekatnya atas suruhan penguasa yang tidak suka dengannya.

Cucu tersayang Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ini wafat di usia 45 tahun. Para sahabat Nabi menyaksikan bahwa Hasan tidak pernah marah, membalas hinaan, dan sebagainya. Bahkan, sejarah mencatat, ia rela mundur sebagai khalifah demi persatuan umat Islam.

Sebagian ulama dan ahli sejarah memasukkan kekhalifahan Hasan bin Ali yang hanya beberapa bulan ini sebagai Khulafaur Rasyidin, penerus kekhalifahan Abu Bakar, Umar, Usman, dan Ali radhiyallahu ‘anhum.

**

Jangan pernah menganggap bahwa menjadi orang baik akan terbebas dari hinaan dan cacian. Sebaliknya, semakin baik seseorang, semakin berat ujiannya. Dan ujian itu antara lain datangnya berbagai hinaan. Langsung maupun tidak.

Bahkan manusia paling mulia pun, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, tak luput dari hinaan dan cacian hingga saat ini. Dan Nabi telah meneladani kita bagaimana menyikapi semua hinaan itu.

Jangan pernah ‘kapok’ menjadi orang baik karena banyaknya hinaan. Bersabarlah, karena memang itulah ujiannya. [Mh]

 

 

 

Tags: Melatih Sabar dalam Hinaan
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Gempa Bumi 6.8 Skala Richter Mengguncang Wilayah Tibet Selatan

Next Post

Rajab Mubarak

Next Post
Rajab Mubarak

Rajab Mubarak

Dua Pelari Asal Oldham Meningkatkan Kesadaran terhadap Penderitaan di Gaza

Dua Pelari Asal Oldham Meningkatkan Kesadaran terhadap Penderitaan di Gaza

Transjakarta dan Kopassus Bekerja sama Meningkatkan Fasilitas Pendidikan di Jakarta

Transjakarta dan Kopassus Bekerja sama Meningkatkan Fasilitas Pendidikan di Jakarta

  • 5 Objek Wisata Terbaik di Cilacap

    5 Objek Wisata Terbaik di Cilacap

    234 shares
    Share 94 Tweet 59
  • 5 Ide Kreasi Camilan Simpel dengan Rice Paper yang Renyah dan Lezat

    502 shares
    Share 201 Tweet 126
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9070 shares
    Share 3628 Tweet 2268
  • Ashanty, Anang dan Azriel Rayakan Wisuda Bersama di Universitas Airlangga

    4381 shares
    Share 1752 Tweet 1095
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    644 shares
    Share 258 Tweet 161
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1178 shares
    Share 471 Tweet 295
  • KPIPA Luncurkan Al-Aqsa Memanggil Perempuan Jawa Barat (ALMA)

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Ragam Minuman yang Baik untuk Menjaga Kesehatan Ginjal, Bukan Sekadar “Membersihkan”

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4107 shares
    Share 1643 Tweet 1027
  • Inilah Kelebihan Bahan Jersey untuk Gamis tapi Ketahui Juga Kekurangannya

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga