• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 13 September, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Lebaran Anak Yatim

27/07/2023
in Nasihat
Takdir untuk Mukmin selalu Baik

Ilustrasi, foto: muslimmenjawab.com

103
SHARES
792
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

YATIM adalah anak yang belum balig yang ditinggal mati ayahnya. Mereka kehilangan sandaran, pelindung, sosok teladan, dan guru dalam awal kehidupannya.

Kata yatim sudah sangat memasyarakat di kalangan kita. Yaitu tentang anak-anak yang ditinggal mati ayahnya, semasa mereka masih sangat butuh sosok sang ayah.

Bukan sekadar tentang ekonomi. Tapi tentang keutuhan dua wajah yang pertama menjadi rujukan anak, yaitu ayah dan ibu.

Ayah adalah rangkaian nasab seorang anak. Ia juga sosok yang begitu berpengaruh tentang jatidirinya kelak.

Kehilangan sosok ayah saat masa anak-anak sama dengan kehilangan keseimbangan di saat seseorang sedang menapaki anak tangga kehidupan.

Tidak heran jika anak-anak ini begitu rentan dalam perkembangan psikologisnya. Bisa jadi agak emosional, agak susah diatur, dan seterusnya.

Sosok ibu memang bisa sebagai pendidik pertama dalam perkembangan anak. Tapi, sosok ayah memberikan kemapanan sikap, ketegasan, dan kemantapan bahwa ini baik dan itu tidak.

Jadi, soal anak yatim bukan sekadar tentang masalah santunan uang atau ekonomi. Lebih dari itu, adanya sebuah jaminan bahwa ia tidak sendiri. Ada sosok saudara-saudara ayahnya yang seiman yang siap membantu perjalanan hidup sang anak.

Itulah mungkin kenapa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menganjurkan untuk mengusap kepala anak yatim, baru kemudian memberikannya santunan.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ada seorang yang mengadu kepada Rasulullah tentang kerasnya hati yang dia rasakan. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Usaplah kepala anak yatim dan santunilah orang miskin.” (HR. Ahmad)

Mengusap kepala anak yatim adalah pertanda sebuah jaminan bahwa si anak tidak sendirian. Ada saudara-saudara ayahnya seiman yang siap membantu, mendidik, dan menjamin kehidupan mereka.

Ketika rasa ‘jaminan’ ini tidak diperoleh anak yatim, maka ia akan mengalami guncangan. Semacam ketidakadilan bahwa dirinya tidak hadir dalam kewajaran seperti umumnya anak-anak yang lain.

Para ulama telah meneladani untuk menjadikan hari asyuro atau sepuluh Muharram sebagai ‘Lebaran Anak Yatim’. Setidaknya sebagai pengingat bahwa ada anak-anak yatim yang butuh perhatian kita.

Hal ini tidak berarti bahwa menyantuni anak yatim hanya pada momen itu saja. Sekali lagi hanya sebagai pengingat untuk menjadi pembiasaan di hari-hari yang lain.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Saya dan orang yang memelihara anak yatim itu dalam surga seperti ini.” Beliau shallalahu ‘alaihi wasallam mengisyaratkan dengan jari telunjuk dan jari tengahnya serta merenggangkan keduanya. (HR. Bukhari)

Kadang kita begitu ingin bisa bersama Nabi di surga. Tapi, tidak begitu berupaya untuk bisa melakoni jalan yang telah ditunjuki Nabi. Salah satunya dengan menjadi ‘kaafil’ atau pemelihara anak yatim. [Mh]

Tags: Lebaran Anak Yatim
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Gelar Wisuda RGI, LAZ Al Azhar Lepas 397 Pemuda Produktif Siap Kerja

Next Post

Gamaphobia, Takut Berkomitmen dalam Pernikahan dan Cara Mengatasinya

Next Post
Gamaphobia, Takut Berkomitmen dalam Pernikahan dan Cara Mengatasinya

Gamaphobia, Takut Berkomitmen dalam Pernikahan dan Cara Mengatasinya

Allah SWT Tidak akan Menyia-nyiakan Ikhtiar Kita

Para Sahabat Juga Memiliki Rasa Cemburu

Nila Setitik, Haram Semuanya

Nila Setitik, Haram Semuanya

  • Cara Sederhana Mengurangi Pahit Buah dan Daun Mengkudu

    Cara Sederhana Mengurangi Pahit Buah dan Daun Mengkudu

    477 shares
    Share 191 Tweet 119
  • Aturan Baru Mendaki Gunung Merbabu bagi Pendaki

    166 shares
    Share 66 Tweet 42
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9307 shares
    Share 3723 Tweet 2327
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    824 shares
    Share 330 Tweet 206
  • Salimahpreneur Expo 2026, Tingkatkan Kapasitas Entrepreneur Perempuan

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • 5 Cara Hilangkan Noda Kunyit di Pakaian

    360 shares
    Share 144 Tweet 90
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4798 shares
    Share 1919 Tweet 1200
  • 25 Nama Bayi Laki-Laki Berawalan Huruf Z dalam Bahasa Arab

    1067 shares
    Share 427 Tweet 267
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11753 shares
    Share 4701 Tweet 2938
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1279 shares
    Share 512 Tweet 320
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga