• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 3 Oktober, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Lebaran Anak Yatim

27/07/2023
in Nasihat
Takdir untuk Mukmin selalu Baik

Ilustrasi, foto: muslimmenjawab.com

103
SHARES
795
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

YATIM adalah anak yang belum balig yang ditinggal mati ayahnya. Mereka kehilangan sandaran, pelindung, sosok teladan, dan guru dalam awal kehidupannya.

Kata yatim sudah sangat memasyarakat di kalangan kita. Yaitu tentang anak-anak yang ditinggal mati ayahnya, semasa mereka masih sangat butuh sosok sang ayah.

Bukan sekadar tentang ekonomi. Tapi tentang keutuhan dua wajah yang pertama menjadi rujukan anak, yaitu ayah dan ibu.

Ayah adalah rangkaian nasab seorang anak. Ia juga sosok yang begitu berpengaruh tentang jatidirinya kelak.

Kehilangan sosok ayah saat masa anak-anak sama dengan kehilangan keseimbangan di saat seseorang sedang menapaki anak tangga kehidupan.

Tidak heran jika anak-anak ini begitu rentan dalam perkembangan psikologisnya. Bisa jadi agak emosional, agak susah diatur, dan seterusnya.

Sosok ibu memang bisa sebagai pendidik pertama dalam perkembangan anak. Tapi, sosok ayah memberikan kemapanan sikap, ketegasan, dan kemantapan bahwa ini baik dan itu tidak.

Jadi, soal anak yatim bukan sekadar tentang masalah santunan uang atau ekonomi. Lebih dari itu, adanya sebuah jaminan bahwa ia tidak sendiri. Ada sosok saudara-saudara ayahnya yang seiman yang siap membantu perjalanan hidup sang anak.

Itulah mungkin kenapa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menganjurkan untuk mengusap kepala anak yatim, baru kemudian memberikannya santunan.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ada seorang yang mengadu kepada Rasulullah tentang kerasnya hati yang dia rasakan. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Usaplah kepala anak yatim dan santunilah orang miskin.” (HR. Ahmad)

Mengusap kepala anak yatim adalah pertanda sebuah jaminan bahwa si anak tidak sendirian. Ada saudara-saudara ayahnya seiman yang siap membantu, mendidik, dan menjamin kehidupan mereka.

Ketika rasa ‘jaminan’ ini tidak diperoleh anak yatim, maka ia akan mengalami guncangan. Semacam ketidakadilan bahwa dirinya tidak hadir dalam kewajaran seperti umumnya anak-anak yang lain.

Para ulama telah meneladani untuk menjadikan hari asyuro atau sepuluh Muharram sebagai ‘Lebaran Anak Yatim’. Setidaknya sebagai pengingat bahwa ada anak-anak yatim yang butuh perhatian kita.

Hal ini tidak berarti bahwa menyantuni anak yatim hanya pada momen itu saja. Sekali lagi hanya sebagai pengingat untuk menjadi pembiasaan di hari-hari yang lain.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Saya dan orang yang memelihara anak yatim itu dalam surga seperti ini.” Beliau shallalahu ‘alaihi wasallam mengisyaratkan dengan jari telunjuk dan jari tengahnya serta merenggangkan keduanya. (HR. Bukhari)

Kadang kita begitu ingin bisa bersama Nabi di surga. Tapi, tidak begitu berupaya untuk bisa melakoni jalan yang telah ditunjuki Nabi. Salah satunya dengan menjadi ‘kaafil’ atau pemelihara anak yatim. [Mh]

Tags: Lebaran Anak Yatim
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Gelar Wisuda RGI, LAZ Al Azhar Lepas 397 Pemuda Produktif Siap Kerja

Next Post

Gamaphobia, Takut Berkomitmen dalam Pernikahan dan Cara Mengatasinya

Next Post
Gamaphobia, Takut Berkomitmen dalam Pernikahan dan Cara Mengatasinya

Gamaphobia, Takut Berkomitmen dalam Pernikahan dan Cara Mengatasinya

Allah SWT Tidak akan Menyia-nyiakan Ikhtiar Kita

Para Sahabat Juga Memiliki Rasa Cemburu

Nila Setitik, Haram Semuanya

Nila Setitik, Haram Semuanya

  • Tips Membersihkan Lantai Toilet yang Menguning agar Kembali Kinclong

    Tips Membersihkan Lantai Toilet yang Menguning agar Kembali Kinclong

    469 shares
    Share 188 Tweet 117
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9456 shares
    Share 3782 Tweet 2364
  • Akal-akalan Pembajakan Pesawat Israel

    70 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1329 shares
    Share 532 Tweet 332
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11810 shares
    Share 4724 Tweet 2953
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2441 shares
    Share 976 Tweet 610
  • Menghina Allah dalam Hati

    646 shares
    Share 258 Tweet 162
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4276 shares
    Share 1710 Tweet 1069
  • Begini Cara Memilih Body Lotion yang Tepat untuk Kulit Sensitif

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Rekayasa AI Mengancam Tokoh-tokoh Seleb

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga