• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Selasa, 25 Agustus, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Keberkahan dari Dakwah Keluarga Besar

05/02/2026
in Nasihat
Warga Gaza Gelar Buka Puasa Bersama

Ilustrasi, foto: iddef.org

70
SHARES
537
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

KEBERKAHAN akan berlimpah dalam hidup yang Islami. Terlebih jika keluarga besar ikut bersama dalam kehidupan Islami.

Di masa Rasulullah, ada dua kepala suku Madinah yang hebat. Dan dua-duanya bernama Saad. Kepala suku Khazraj bernama Saad bin Ubadah. Dan, kepala suku Aus bernama Saad bin Muaz radhiyallahu ‘anhuma.

Saad bin Muaz lahir 20 tahun lebih muda dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, di Madinah. Ia masuk Islam satu tahun sebelum Rasulullah hijrah.

Saat itu, ada seorang dai yang diutus Rasulullah ke Madinah, sebelum peristiwa hijrah. Namanya, Mus’ab bin Umair radhiyallahu ‘anhu. Kedatangan Mus’ab di Madinah disambut baik oleh masyarakatnya.

Kecuali, ada seorang kepala suku muda. Ia bernama Saad bin Muaz, sebelum masuk Islam. Ia marah-marah kepada Mus’ab dan berusaha untuk mengusirnya.

Mus’ab berusaha merespon dengan tenang. “Cobalah dengarkan dahulu apa yang aku ucapkan. Kalau Anda suka, saya teruskan. Tapi jika Anda tidak suka, aku akan memperbaiki ucapanku,” ucap Mus’ab.

Saad berpikir sebentar, dan kemudian ia setuju. Ia pun duduk mendengarkan apa yang sedang diucapkan Mus’ab bersama dengan penduduk Madinah yang lain.

Saat itu, Mus’ab membacakan ayat-ayat Al-Qur’an. Sontak, wajah Saad berubah drastis. Dari rona marah menjadi berseri-seri karena kagum dengan isi Al-Qur’an.

Tiba-tiba ia bangkit dan mengatakan, “Bagaimana caranya agar aku bisa masuk ke agamamu?”

Itulah respon positif dari Saad. Mus’ab pun mengajarkan hal yang harus dilakukan Saad. Dan, Saad mengucapkan dua kalimat syahadat. Ia menyatakan diri masuk Islam.

Saad langsung menemui sukunya. Saad mengatakan, “Bagaimana menurut kalian tentang aku?”

Mereka menjawab, “Engkau orang yang paling cerdas di antara kami, paling melindungi kami, dan paling baik terhadap kami.”

Saad pun mengajak kaumnya untuk menerima Islam. Dan mereka menyambut seruan Saad dengan baik. Mereka semua menerima Islam. Termasuk ibu kesayangan Saad.

 

Sebelum Nabi hijrah, Saad bin Muaz adalah di antara orang Madinah yang menemui Nabi di Mekah. Mereka mengucapkan janji setia kepada Rasulullah dan menerima ajaran Islam.

Semua perang yang dipimpin Nabi, Saad selalu ikut. Ia bahkan selalu mengawal Nabi. Ketika dalam perang, Saad berdiri tegak di depan tenda Nabi.

Ada hal yang berbeda ketika Saad mengikuti perang pertama dalam Islam, yaitu Perang Badar. Banyak orang kafir Quraisy yang tewas, dan juga ditahan. Termasuk yang tewas adalah sahabat karibnya, seorang tokoh Quraisy bernama Umayyah bin Khalaf.

Saad dan Umayyah sudah seperti saudara jauh. Kalau Saad berkunjung ke Mekah, maka ia akan menginap di rumah Umayyah. Dan sebaliknya, ketika Umayyah berkunjung ke Madinah, ia bermalam di rumah Saad.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menangkap kegelisahan hati Saad itu. Nabi pun menghampiri Saad yang sejak tadi berdiri menjaga di depan tenda beliau. Nabi menegaskan kembali tentang hakikat perbedaan Islam dan kemusyrikan.

Saad pun akhirnya memahami itu. Saad akhirnya bersumpah, ia akan memerangi orang-orang kafir Quraisy yang telah menghina dan mengusir Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

Sepulangnya dari Perang Badar, ketika hampir tiba di Madinah, Saad tetap berada tak jauh dari Nabi. Ia menuntun tali kekang kuda yang dikendarai Nabi.

Tiba-tiba, ada seorang wanita tua berlari-lari menyambut kedatangan Rasulullah. Saat itu, wajah Saad berubah berseri-seri. Ia mengatakan, “Ya Rasulullah, itu adalah ibuku.”

Rasulullah langsung turun dari kudanya. Beliau menyambut kedatangan ibunya Saad. Ibu itu pun mengatakan, “Ya Rasulullah, kala aku menemukan Anda dalam keadaan selamat, musibah yang lain tak ada yang berarti!”

Ketika berlangsung Perang Khandaq di Madinah, Saad berjalan dengan baju perang yang sudah usang. Di bagian lengannya sudah bolong. Dan itu sebenarnya sangat berbahaya.

Sayyidah Aisyah radhiyallahu ‘anha yang sedang berada di sebuah benteng di Madinah melihat celah di lengan Saad itu. Ia mengabarkan hal itu kepada ibunya Saad. “Sekiranya aku bisa menjahit bagian lengan yang bolong itu, wahai ibu,” ucap Aisyah kepada ibunya Saad.

Ibunya Saad hanya tersenyum. Ia merespon singkat, “Sekiranya Saad sudah berjihad seperti ini sejak lama!”

Artinya, kalau pun putranya itu tewas dalam jihad, hal itu merupakan anugerah Allah yang begitu mahal.

Benar saja. Apa yang dikhawatirkan Sayyidah Aisyah terjadi. Ada seorang ahli panah dari kafir Quraisy yang melihat celah itu. Dan, ia pun berhasil memanah tepat di celah bolong di lengan Saad. Anak panah itu masuk menerobos lewat celah itu dan merobek punggung Saad. Ia pun terhempas dalam keadaan luka parah.

Rasulullah memerintahkan para sahabat untuk memindahkan Saad ke tempat pengobatan di masjid. Hal itu agar beliau lebih mudah menjenguk Saad.

Dalam keadaan sekujur tubuh penuh darah, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, Abu Bakar, dan Umar menemui Saad. Abu Bakar begitu khawatir.

Dalam keadaan luka itu Saad berdoa, “Ya Allah, sekiranya aku bisa hidup hingga si pengkhianat Yahudi Quraiza dihukum. Dan sekiranya Engkau menghentikan peperangan dengan Quraisy, anugerahkanlah aku syahid.”

Salah satu sebab terjadinya Perang Khandaq adalah adanya pengkhianatan dari dalam Madinah sendiri. Yaitu, berkhianatnya Yahudi suku Quraiza yang menyerang umat Islam dari belakang.

Allah mengabulkan apa yang dimohonkan Saad. Umat Islam menang dalam Perang Khandaq. Banu Quraiza akhirnya takluk setelah tiga pekan dikepung pasukan Islam.

Ketika akan dilakukan hukuman terhadap Suku Yahudi Quraiza itu, seorang sahabat dari suku Aus mengatakan, “Ya Rasulullah, izinkan perwakilan dari kami yang akan menentukan hukuman apa untuk sekutu lama kami itu.”

Rasulullah mengabulkan permintaan itu. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam meminta agar Saad bin Muaz yang masih dalam keadaan sakit akibat luka parah dalam peperangan diberikan kesempatan untuk memutuskan.

Saad pun akhirnya memutuskan: laki-laki dewasa dari suku Quraiza harus dihukum mati (karena pengkhianatan mereka yang terus berulang), dan untuk wanita serta anak-anak dijadikan tawanan.

Rasulullah menyetujui putusan Saad yang terakhir kali itu. Tak lama setelah itu, Allah mengabulkan permohonan Saad yang terakhir. Yaitu, Saad diwafatkan dalam keadaan syahid sebelum peristiwa penaklukan Kota Mekah. Usia Saad waktu itu: 37 tahun.

**

Indahnya jika gerak dakwah tidak dilakukan sendirian. Ada ayah ibu, suami atau istri, anak-anak, dan sanak kerabat yang ikut serta dalam gerak bersama nan penuh berkah.

“Ya Allah, anugerahkanlah pasangan kami dan anak-anak keturunan kami sebagai penyejuk hati. Dan jadikanlah kami sebagai pemimpin orang-orang yang bertakwa.” [Mh]

 

 

 

Tags: Keberkahan dari Dakwah Keluarga BesarSaad bin Muaz
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Tips Mencegah Timbulnya Maskne Pada Wajah

Next Post

Ketika Peralatan Dapur Lebih Cling daripada Pemiliknya

Next Post
Ketika Peralatan Dapur Lebih Cling daripada Pemiliknya

Ketika Peralatan Dapur Lebih Cling daripada Pemiliknya

Cara Agar Tidak Diperbudak oleh Uang

Cara Agar Tidak Diperbudak oleh Uang

Tips Merawat Kulit Wajah yang Terlalu Lama Berada Di Ruangan Ber-AC

Tips Merawat Kulit Wajah yang Terlalu Lama Berada Di Ruangan Ber-AC

  • Nama potongan rambut pria agar tidak qaza

    5 Nama Potongan Rambut Pria agar Tidak Qaza`

    1948 shares
    Share 779 Tweet 487
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9176 shares
    Share 3670 Tweet 2294
  • Kisah Hasan bin Tsabit Dibayar Mahal untuk Menjelekkan Rasulullah, Tapi ini yang Terjadi

    631 shares
    Share 252 Tweet 158
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    719 shares
    Share 288 Tweet 180
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1234 shares
    Share 494 Tweet 309
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11711 shares
    Share 4684 Tweet 2928
  • Cetak Rekor, Wahdah Islamiyah Jadi Ormas Pertama yang Gelar Sertifikasi Dai Massal Bersama MUI Pusat

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • 3 Kreasi Olahan Sagu Tinggi Protein untuk Segala Usia

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Makam Rasulullah Terletak Sebelah Timur Masjid Nabawi

    395 shares
    Share 158 Tweet 99
  • Mengenal Tiga Warna Favorit Nabi Muhammad

    378 shares
    Share 151 Tweet 95
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga