JANGAN pernah sombong. Siapa pun kita, selalu dikelilingi kelemahan.
Firaun merupakan penguasa adikuasa di zamannya, sekitar abad ke-15 sebelum masehi. Wilayah kekuasaannya mencapai jutaan kilometer per segi, membentang dari wilayah Sudan, Mesir, Suriah, hingga wilayah utara Mesopotamia.
Hingga kini, berbagai peninggalan peradabannya masih bisa ditemui di Mesir.
Suatu hari, Firaun bermimpi. Ia melihat api besar datang dari Palestina dan membakar hingga ke wilayah Mesir, lokasi di mana istana megahnya tegak.
Firaun merasa gusar. Apa arti dari mimpi itu? Ia pun bertanya kepada para penasihatnya. Jawabannya, diramalkan bahwa Firaun akan ditumbangkan oleh laki-laki dari Bani Israil. Tapi, laki-laki itu belum lahir.
Keluarlah sebuah perintah tegas Firaun: bunuh setiap bayi laki-laki dari Bani Israil yang lahir.
Perintah kejam ini menghasilkan tindakan sadis yang dialami begitu banyak bayi laki-laki Bani Israil di seluruh wilayah kekuasaan Firaun. Bertahun-tahun, perintah ini bergulir.
Sebegitu banyaknya bayi laki-laki Bani Israil yang dibunuh, penasihatnya mengkhawatirkan akan hilangnya tenaga budak laki-laki. Selama ini, budak-budak pekerja kasar berasal dari Bani Israil.
“Kalau tidak ada lagi budak laki-laki, maka kita akan kesulitan,” ucap sang penasihat.
Akhirnya, diputuskan untuk diseling. Ada satu tahun, bayi laki-laki dibunuh, tahun berikutnya tidak. Begitu seterusnya.
Dikisahkan, ketika di tahun tidak dibunuh, bayi Nabi Musa alaihissalam lahir. Bayi ini diperintahkan Allah pada ibunya untuk dilarung dengan peti ke sungai Nil. Tapi, aliran sungai justru membawa peti Nabi Musa masuk ke istana Firaun.
Di sisi lain, Firaun yang begitu gencar dan kejam memburu bayi laki-laki Bani Israil di seluruh wilayah kekuasaannya, justru kikuk dengan datangnya bayi laki-laki ke istananya.
“Jangan kau bunuh bayi ini. Kita angkat saja dia sebagai anak. Boleh jadi, ia akan sangat berguna untuk kita,” begitu ucapan istri Firaun: Asiah yang sudah sekian lama tidak kunjung dikaruniai anak.
Ibu kandung Nabi Musa juga bisa kembali dekat dengan bayinya. Karena istana Firaun mengangkatnya sebagai pengasuh bayi istana: mendapat gaji dan fasilitas yang layak.
Bayi Nabi Musa yang selama ini diburu seluruh pasukan Firaun, justru tumbuh dan berkembang maksimal di dalam istana Firaun. Ia selamat karena diangkat sebagai anak Firaun.
**
Jangan pernah sombong, siapa pun kita, apa pun jabatan kita, seberapa banyak pun harta yang kita miliki. Karena di sisi Allah, kita bukan apa-apa.
Jika tetap sombong, Allah akan jatuhkan kita oleh sesuatu yang paling kecil dan remeh menurut kita. Dan hal itu di luar dugaan kita.
Siapa yang merasa agung di hadapan Allah, maka Allah akan hinakan. Dan siapa yang merasa hina di hadapan Allah, maka Allah akan muliakan. [Mh]





