• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 28 Januari, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Hisablah Diri sebelum Dihisab

16/04/2021
in Nasihat, Unggulan
Hisablah Diri sebelum Dihisab

Ilustrasi, foto: Dreamstime.com

114
SHARES
877
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com- Hisablah dirimu sebelum Allah menghisabmu. Periksa amal baik dan burukmu sebelum Allah memperlihatkannya di akhirat.

Sebuah kalimat bijak pernah disampaikan Amirul Mukminin, Umar bin Khaththab, radhiyallahu ‘anhu. Ayah dari salah seorang istri Rasulullah itu menyampaikan, hasibu qabla an tuhasabu. Yang artinya kira-kira, hisablah dirimu sebelum Allah menghisabmu.

Kalimat bijak itu terasa sederhana. Tapi, memiliki makna yang luar biasa. Memiliki dua dimensi alam yang saling mengaitkan satu sama lain: alam dunia dan akhirat.

Dua alam yang dipisah dengan kematian itu menjadi hubungan sebab akibat. Dunia sebagai sebab, dan akhirat akan memberikan akibat. Seperti apa yang diperbuat di dunia, seperti itulah yang akan diterima di akhirat esok.

Kata hisab bisa bermakna menghitung, mengevaluasi, memeriksa, dan seterusnya. Ini berarti memeriksa dengan objektif, atau sesuai dengan fakta. Bukan subjektif, atau menurut persepsi enaknya kita.

Pada sisi ini, setan sepertinya bekerja keras untuk menampilkan kesimpulan subjektif yang melenakan kita. Seolah-olah kita telah begitu banyak berprestasi dalam amal kita. Seolah-olah tidak ada sekat lagi antara kita dengan surga yang sudah di depan mata.

Orang-orang kafir tidak sedikit yang juga memiliki persepsi subjektif ini. Al-Qur’an di antaranya menyebutnya dengan kalimat ‘tilka amaniyyuhum’, hal itu hanya angan-angan mereka. Atau, di kalimat lain juga disebut ‘wayahsabuuna annahum yuhsinuuna sun’a’, mereka mengira telah melakukan amal yang terbaik.

Penyakit orang kafir ini boleh jadi bisa menghinggapi perilaku kita. Yaitu, merasa diri telah melakukan amal yang terbaik. Padahal, masih sangat jauh dari takaran yang baik di sisi Allah subhanahu wata’ala.

Dampak yang mungkin muncul dari persepsi subjektif ini bisa dirasakan. Antara lain, merasa yakin bahwa pasti masuk surga. Padahal, tidak ada jerih payah dan kesungguhan untuk meraihnya. Tidak ada kesungguhan untuk memperbanyak istigfar. Doa dijauhkan dari neraka pun terucapkan sekadarnya.

Ia begitu yakin bahwa matinya akan husnul khatimah. Dan setelah itu, masuk surga tanpa hisab.

Padahal, Rasulullah pernah menyampaikan bahwa akhir seseorang itu telah Allah tentukan saat masih dalam perut ibu. Ada orang yang seperti tidak ada jarak lagi antara dirinya dengan suasana surga yang akan diraihnya. Tapi karena takdir Allah menentukan lain, ia pun masuk neraka. Na’udzu billah.

Kalimat Nabi ini tidak bermaksud untuk melemahkan kita. Tidak bermaksud memunculkan kesimpulan picik: buat apa susah payah ibadah, kalau takdirnya masuk neraka ya masuk neraka juga. Bukan seperti itu.

Kalimat Nabi ini tentunya ingin mengingatkan kita pentingnya kesungguhan amal dan doa. Bahwa bersungguh-sungguh saja belum cukup. Harus disempurnakan dengan doa yang penuh harapan. Doa yang sungguh-sungguh. Karena hanya dengan doalah takdir itu bisa berubah menurut kehendak Allah.

Lihatlah bagaimana para nabi, sahabat, orang-orang saleh terdahulu sebelum generasi kita. Apa kurangnya mereka. Nyaris, tak ada lagi jarak antara mereka dengan surga. Kalau kita beramal untuk meraih surga, mereka beramal untuk mengajak seluruh manusia masuk surga bersama mereka. Jauh lebih berat.

Namun, mereka tak meluputkan hari-hari mereka untuk bermuhasab lagi dan lagi. Mereka memohon ampun kepada Allah atas dosa-dosa. Mereka juga meminta dengan sungguh-sungguh diberikan hidayah, diwafatkan dalam akhir yang baik, dan dimasukkan ke dalam surga.

Padahal, hari-hari mereka tak pernah jauh dari pergulatan memperjuangkan dakwah, jihad fi sabilillah. Tapi, hal itu tidak menjadikan diri mereka aman dari dosa dan takdir buruk yang bisa menimpa siapa saja.

Bahkan, mereka memintanya bukan sekadar dengan sungguh-sungguh. Mereka menangis di hampir semua momen malam yang hening dan khyusuk. Mereka takut kalau takdir buruk mendahului akhir baik yang mereka idamkan.

“Hasibuu, qabla an tuhasabuu…”

Mumpung masih ada kesempatan hidup, periksalah diri kita. Periksa lagi dengan rinci. Adakah dosa-dosa sekecil apa pun yang mungkin masih menyelinap dalam kekhilafan kita. Periksalah, sebelum Allah yang akan memeriksa di akhirat esok. [Mh]

 

Tags: hasibu qabla an tuhasabuhisablah diri sebelum dihisabmeraih husnul khatimah
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Durasi Puasa Terpanjang dan Terpendek di Dunia

Next Post

Ramadan, Masjid Istiqlal Gelar Sholat Tarawih

Next Post
Ramadan, Masjid Istiqlal Gelar Sholat Tarawih

Ramadan, Masjid Istiqlal Gelar Sholat Tarawih

Semarak Ramadan di Rumah Kita

Semarak Ramadan di Rumah Kita

5 Ide Frozen Food untuk Stok Ramadan

5 Ide Frozen Food untuk Stok Ramadan

  • Ngargoyoso Waterfall jadi Salah Satu Destinasi Wisata Terfavorit di Kota Solo, Jawa Tengah

    Ngargoyoso Waterfall jadi Salah Satu Destinasi Wisata Terfavorit di Kota Solo, Jawa Tengah

    75 shares
    Share 30 Tweet 19
  • Leshia Tivana Billar Rayakan Ulang Tahun Pertamanya dengan Outfit Serba Putih

    72 shares
    Share 29 Tweet 18
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    7897 shares
    Share 3159 Tweet 1974
  • Hadis tentang Lima Malam saat Doa Tidak Tertolak

    477 shares
    Share 191 Tweet 119
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4093 shares
    Share 1637 Tweet 1023
  • Victory Waterpark Soreang, Referensi Liburan Keluarga di Bandung

    280 shares
    Share 112 Tweet 70
  • Ayo Less Waste Bersama PNH Menyalurkan Bibit Pohon di Yogyakarta dalam Upaya Cegah Bencana Ekologis Berulang

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3430 shares
    Share 1372 Tweet 858
  • Terjemahan Hadits Arbain Pertama Lengkap dengan Huruf Latin

    5266 shares
    Share 2106 Tweet 1317
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    1678 shares
    Share 671 Tweet 420
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga