• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 8 Januari, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Hisablah Diri sebelum Dihisab

16/04/2021
in Nasihat, Unggulan
Hisablah Diri sebelum Dihisab

Ilustrasi, foto: Dreamstime.com

113
SHARES
872
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com- Hisablah dirimu sebelum Allah menghisabmu. Periksa amal baik dan burukmu sebelum Allah memperlihatkannya di akhirat.

Sebuah kalimat bijak pernah disampaikan Amirul Mukminin, Umar bin Khaththab, radhiyallahu ‘anhu. Ayah dari salah seorang istri Rasulullah itu menyampaikan, hasibu qabla an tuhasabu. Yang artinya kira-kira, hisablah dirimu sebelum Allah menghisabmu.

Kalimat bijak itu terasa sederhana. Tapi, memiliki makna yang luar biasa. Memiliki dua dimensi alam yang saling mengaitkan satu sama lain: alam dunia dan akhirat.

Dua alam yang dipisah dengan kematian itu menjadi hubungan sebab akibat. Dunia sebagai sebab, dan akhirat akan memberikan akibat. Seperti apa yang diperbuat di dunia, seperti itulah yang akan diterima di akhirat esok.

Kata hisab bisa bermakna menghitung, mengevaluasi, memeriksa, dan seterusnya. Ini berarti memeriksa dengan objektif, atau sesuai dengan fakta. Bukan subjektif, atau menurut persepsi enaknya kita.

Pada sisi ini, setan sepertinya bekerja keras untuk menampilkan kesimpulan subjektif yang melenakan kita. Seolah-olah kita telah begitu banyak berprestasi dalam amal kita. Seolah-olah tidak ada sekat lagi antara kita dengan surga yang sudah di depan mata.

Orang-orang kafir tidak sedikit yang juga memiliki persepsi subjektif ini. Al-Qur’an di antaranya menyebutnya dengan kalimat ‘tilka amaniyyuhum’, hal itu hanya angan-angan mereka. Atau, di kalimat lain juga disebut ‘wayahsabuuna annahum yuhsinuuna sun’a’, mereka mengira telah melakukan amal yang terbaik.

Penyakit orang kafir ini boleh jadi bisa menghinggapi perilaku kita. Yaitu, merasa diri telah melakukan amal yang terbaik. Padahal, masih sangat jauh dari takaran yang baik di sisi Allah subhanahu wata’ala.

Dampak yang mungkin muncul dari persepsi subjektif ini bisa dirasakan. Antara lain, merasa yakin bahwa pasti masuk surga. Padahal, tidak ada jerih payah dan kesungguhan untuk meraihnya. Tidak ada kesungguhan untuk memperbanyak istigfar. Doa dijauhkan dari neraka pun terucapkan sekadarnya.

Ia begitu yakin bahwa matinya akan husnul khatimah. Dan setelah itu, masuk surga tanpa hisab.

Padahal, Rasulullah pernah menyampaikan bahwa akhir seseorang itu telah Allah tentukan saat masih dalam perut ibu. Ada orang yang seperti tidak ada jarak lagi antara dirinya dengan suasana surga yang akan diraihnya. Tapi karena takdir Allah menentukan lain, ia pun masuk neraka. Na’udzu billah.

Kalimat Nabi ini tidak bermaksud untuk melemahkan kita. Tidak bermaksud memunculkan kesimpulan picik: buat apa susah payah ibadah, kalau takdirnya masuk neraka ya masuk neraka juga. Bukan seperti itu.

Kalimat Nabi ini tentunya ingin mengingatkan kita pentingnya kesungguhan amal dan doa. Bahwa bersungguh-sungguh saja belum cukup. Harus disempurnakan dengan doa yang penuh harapan. Doa yang sungguh-sungguh. Karena hanya dengan doalah takdir itu bisa berubah menurut kehendak Allah.

Lihatlah bagaimana para nabi, sahabat, orang-orang saleh terdahulu sebelum generasi kita. Apa kurangnya mereka. Nyaris, tak ada lagi jarak antara mereka dengan surga. Kalau kita beramal untuk meraih surga, mereka beramal untuk mengajak seluruh manusia masuk surga bersama mereka. Jauh lebih berat.

Namun, mereka tak meluputkan hari-hari mereka untuk bermuhasab lagi dan lagi. Mereka memohon ampun kepada Allah atas dosa-dosa. Mereka juga meminta dengan sungguh-sungguh diberikan hidayah, diwafatkan dalam akhir yang baik, dan dimasukkan ke dalam surga.

Padahal, hari-hari mereka tak pernah jauh dari pergulatan memperjuangkan dakwah, jihad fi sabilillah. Tapi, hal itu tidak menjadikan diri mereka aman dari dosa dan takdir buruk yang bisa menimpa siapa saja.

Bahkan, mereka memintanya bukan sekadar dengan sungguh-sungguh. Mereka menangis di hampir semua momen malam yang hening dan khyusuk. Mereka takut kalau takdir buruk mendahului akhir baik yang mereka idamkan.

“Hasibuu, qabla an tuhasabuu…”

Mumpung masih ada kesempatan hidup, periksalah diri kita. Periksa lagi dengan rinci. Adakah dosa-dosa sekecil apa pun yang mungkin masih menyelinap dalam kekhilafan kita. Periksalah, sebelum Allah yang akan memeriksa di akhirat esok. [Mh]

 

Tags: hasibu qabla an tuhasabuhisablah diri sebelum dihisabmeraih husnul khatimah
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Durasi Puasa Terpanjang dan Terpendek di Dunia

Next Post

Ramadan, Masjid Istiqlal Gelar Sholat Tarawih

Next Post
Ramadan, Masjid Istiqlal Gelar Sholat Tarawih

Ramadan, Masjid Istiqlal Gelar Sholat Tarawih

Semarak Ramadan di Rumah Kita

Semarak Ramadan di Rumah Kita

5 Ide Frozen Food untuk Stok Ramadan

5 Ide Frozen Food untuk Stok Ramadan

  • Delapan Tips Menebalkan Rambut dengan Efektif

    Delapan Tips Menebalkan Rambut dengan Efektif

    128 shares
    Share 51 Tweet 32
  • Waspada terhadap Bahaya Syaitan, Dapat Membuat Manusia Lupa dan Panjang Angan-angan

    129 shares
    Share 52 Tweet 32
  • PT Donggi Senoro LNG dan Rumah Zakat Salurkan 100 Paket Hygienekit untuk Korban Gempa di Poso

    85 shares
    Share 34 Tweet 21
  • Jangan Terbawa Arus

    118 shares
    Share 47 Tweet 30
  • Batik Danar Hadi Tampilkan Fashion Show Bertema Kembang Parang

    189 shares
    Share 76 Tweet 47
  • Teluk Manado Sulawesi Utara jadi Lokasi Menyelam Terbaik di Bumi

    71 shares
    Share 28 Tweet 18
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    7807 shares
    Share 3123 Tweet 1952
  • Resep Singkong Keju Goreng

    112 shares
    Share 45 Tweet 28
  • Cara Mendapatkan Syafaat di Hari Kiamat

    150 shares
    Share 60 Tweet 38
  • 7 Akun Instagram Influencer Dakwah yang Bikin Kita Nggak Ketinggalan Berita Terkini

    741 shares
    Share 296 Tweet 185
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga