• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 15 Juli, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Hanya Islam yang Pantas Pimpin Palestina

23/06/2026
in Nasihat
Al-Aqsha Dinistakan Berulang Kali, Masihkah Umat Islam Diam?
69
SHARES
529
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

PALESTINA terdapat tempat suci ketiga umat Islam: Masjid Al-Haram, Masjid Nabawi, dan Masjid Al-Aqsha. Hanya Islam yang pantas memimpin semua wilayah itu.

Pertama kali, Palestina dibebaskan dari Bizantium oleh Khalifah Umar bin Khaththab pada tahun 638 masehi. Atau, sekitar 3 tahun setelah Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu menjadi khalifah.

Penaklukan ini menjadi solusi damai antara tiga agama yang ada di Palestina: Islam, Nasrani, dan Yahudi. Ketiganya hidup berdampingan dengan damai. Begitu banyak pembangunan semasa kepemimpinan Islam selama 4 setengah abad.

Namun, pada tahun 1099 masehi, Palestina kembali dikuasai pasukan Salib. Mereka datang dari wilayah Eropa. Saat itulah, ada enam raja Salib yang berkuasa: Baldwin 1 hingga 5, dan Guy dari Lusigna.

Mereka berkuasa hingga Oktober 1187 masehi. Kurang lebih selama 88 tahun, Palestina dalam genggaman mereka.

Siapa yang membebaskan Palestina di masa itu? Dia adalah Sultan Shalahuddin Al-Ayyubi. Penaklukan itu terjadi setelah terjadi Perang Hittin yang menumbangkan raja terakhir Salib di Palestina.

Seorang komandan perang pasukan Salib bernama Balian merencanakan bumi hangus terhadap Palestina. Ia dan pasukan yang tersisa mengira kalau Shalahuddin akan membantai seluruh warga jika Palestina berhasil ditaklukkan.

Setelah benteng pasukan Balian hampir tumbang, Shalahuddin menawarkan perundingan damai. Tentu saja, hal ini mengejutkan mereka.

Dalam perundingan itu, Shalahuddin menjelaskan kalau seluruh warga Salib akan selamat jika menyerah kalah. Tidak ada penjarahan dan pembantaian. Bahkan, mereka akan dikawal hingga ke pantai untuk kemudian kembali ke Eropa.

Shalahuddin juga menjelaskan, persis seperti yang disampaikan Khalifah Umar bin Khaththab saat penaklukan pertama Palestina. Bahwa, Palestina khususnya Yerusalem tetap menjadi kota suci tiga agama. Semua agama diperbolehkan untuk melakukan ziarah.

Saat itulah, Balian mengatakan, “Aku mengira kalian akan melakukan hal yang sama ketika Palestina ditaklukkan pasukan Salib: pembantaian dan penjarahan tanpa sisa.”

Pada abad ke-19, Palestina kembali lepas dari tangan umat Islam, seiring kejatuhan Kekhalifahan Usmani di Turki. Inggris pun menguasai wilayah itu.

Namun, pada tahun 1948, Inggris memberikan kekuasaan Palestina kepada Israel. Hingga saat ini, Palestina menunggu pembebasan pasukan Islam untuk yang berikutnya.

**

Ketika umat Islam menguasai wilayah, penduduknya akan bahagia dan damai. Meskipun mereka bukan muslim. Tapi, tidak begitu sebaliknya ketika negeri muslim mereka kuasai.

Karena itu, menjadi kewajiban seluruh umat Islam untuk kembali membebaskan negeri Palestina. Musuh yang harus diusir dari negeri Palestina saat ini begitu jelas.

Bukan waktunya lagi kita disibukkan dengan perseteruan sesama umat Islam. Marilah kita berpikir jernih: mana musuh dan mana saudara. Hanya Islam yang pantas memimpin Palestina. [Mh]

Tags: Hanya Islam yang Pantas Pimpin Palestina
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Mengenal Khasiat Teh Chamomile, Minuman yang Menenangkan Tubuh dan Pikiran

Next Post

Hukum Bleaching untuk Menyenangkan Suami

Next Post
Hukum bleaching untuk menyenangkan suami

Hukum Bleaching untuk Menyenangkan Suami

Gang Viral Pasaraya Blok M Masih Jadi Daya Tarik Berbagai Kelompok Usia

Gang Viral Pasaraya Blok M Masih Jadi Daya Tarik Berbagai Kelompok Usia

bersyukur sebagai seorang muslim

Bersyukur sebagai Seorang Muslim

  • 7 Tempat Wisata Kuliner Viral di Bandung yang Wajib Dicoba Saat Liburan

    7 Tempat Wisata Kuliner Viral di Bandung yang Wajib Dicoba Saat Liburan

    226 shares
    Share 90 Tweet 57
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8877 shares
    Share 3551 Tweet 2219
  • Memotong Akar Kemiskinan

    71 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3468 shares
    Share 1387 Tweet 867
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11579 shares
    Share 4632 Tweet 2895
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1089 shares
    Share 436 Tweet 272
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3998 shares
    Share 1599 Tweet 1000
  • Yang Berhak Memandikan Jenazah Ibu

    3078 shares
    Share 1231 Tweet 770
  • Mengenal Tiga Warna Favorit Nabi Muhammad

    327 shares
    Share 131 Tweet 82
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2280 shares
    Share 912 Tweet 570
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga