• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 12 Juli, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Filosofi Catur

11/03/2022
in Nasihat, Unggulan
Filosofi Catur

Ilustrasi, foto: mpl.live

187
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com- Seorang anak memperhatikan permainan catur. Ia tertarik dengan berbagai sosok dan peran dalam permainan.

“Ini disebut raja. Ini ratu. Ini kuda. Ini peluncur. Ini benteng. Dan yang banyak ini pion,” ungkap sang ayah yang memperhatikan keseriusan anaknya dengan catur.

Sang anak mengangguk. Ia pun mendapatkan penjelasan fungsi masing-masing sosok itu dari ayahnya.

“Awas jangan sampai raja termakan. Karena itu tandanya kamu kalah bermain,” jelas sang ayah lagi.

Sekali lagi ia memperhatikan dua orang yang tengah bermain catur di hadapannya. Benar apa yang disampaikan ayahnya tentang masing-masing peran itu.

“Skak mat,” ucap salah seorang dari mereka. Dan permainan pun usai.

Semua bidak catur itu dikumpulkan, baik yang warna putih maupun hitam. Semua menjadi satu dalam satu wadah: raja, ratu, kuda, dan lainnya.

Saat semua bidak catur itu berkumpul dalam kotak, ia pun tiba-tiba mengangguk.

“Ah, kalau permainan usai; baik raja, ratu, kuda, peluncur, dan pion tak lagi memiliki peran apapun,” ucap sang anak mulai memahami sesuatu.

**

Hidup ini tak ubahnya seperti permainan catur. Ada peran masing-masing orang. Ada yang sebagai raja, ratu, kuda, peluncur, benteng, dan pion.

Mereka saling berhadapan satu sama lain. Mereka pun saling memakan jika strategi memungkinkan. Ada juga yang saling berlomba untuk menduduki kekuasaan lawan.

Tapi, manakala permainan usai, semua berkumpul dalam satu wadah yang sama. Tak ada lagi sosok dan peran. Yang ada sekumpulan benda dalam permainan.

Pahami sosok dan peran kita. Berperanlah sesuai jati diri kita.

Tapi sadarilah, jika “permainan” usai, tak ada lagi sosok dan peran. Tak ada lagi musuh dan kawan. Semuanya hanya sekumpulan benda dalam permainan. [Mh]

Tags: Filosofi Catur
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Hadits Larangan Duduk di Pinggir Jalan

Next Post

ASAR Humanity Kirimkan Lima Ton Bantuan Kemanusiaan ke Pasaman Barat

Next Post
ASAR Humanity Kirimkan Lima Ton Bantuan Kemanusiaan ke Pasaman Barat

ASAR Humanity Kirimkan Lima Ton Bantuan Kemanusiaan ke Pasaman Barat

Doa Saat Tidak Percaya Diri

Doa Saat Tidak Percaya Diri atau Lagi Insecure

Cara agar Hati Tenang

Cara agar Hati Tenang

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8855 shares
    Share 3542 Tweet 2214
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1080 shares
    Share 432 Tweet 270
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3989 shares
    Share 1596 Tweet 997
  • Inilah Para Pemain Muslim Tim Swiss di Piala Eropa 2020

    105 shares
    Share 42 Tweet 26
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11569 shares
    Share 4628 Tweet 2892
  • Bacaan Doa saat Duduk Tasyahud Akhir Lengkap Beserta Latin dan Terjemahannya

    2266 shares
    Share 906 Tweet 567
  • Menyambut Hari Pertama Sekolah, Ini Persiapan yang Perlu Dilakukan Orang Tua

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Ini Kandungan Anggur Hijau yang Baik untuk Menjaga Kesehatan Otak

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Berbagai Jenis Kacang dan Manfaatnya

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Hukum Tahajud setelah Subuh karena Telat Bangun

    1431 shares
    Share 572 Tweet 358
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga