CINTA Allah menjadikan makhluk-Nya saling berkasih sayang. Begitu pun dengan cinta ibu pada anak-anaknya.
Di masa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, ada seorang wanita yang datang ke rumah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Wanita itu datang untuk meminta-minta.
Bersama wanita itu dua anak kecil yang merupakan anak-anaknya. Sayyidah Aisyah radhiyallahu ‘anha menemui ibu itu.
Sayyidah Aisyah mencari apa yang ada di rumah. Ternyata hanya ada tiga butir kurma. Ketiga kurma itu pun diberikannya kepada si ibu.
Betapa gembiranya hati ibu itu. Dua butir kurma ia berikan kepada masing-masing anaknya. Dan sisanya, ia simpan untuk dirinya.
Dua anak ibu itu pun menikmati kurma dengan begitu lahap. Satu kurma di masing-masing anak habis dalam waktu sekejap.
Keduanya pun menatap ibunya dengan pandangan memelas. Ibu itu mengeluarkan sisa satu butir kurma yang semula ia simpan. Kurma itu ia bagi dua dan ia berikan kepada dua anaknya. Masing-masing dapat setengah bagian.
Sayyidah Aisyah begitu berkesan dengan pemandangan di hadapannya itu. Ia pun menceritakan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berujar, “Sungguh Allah telah merahmati ibu itu karena kasih sayangnya pada anaknya.” (HR. Bukhari)
**
Begitulah cinta ibu. Ia rela kehilangan kenikmatannya demi kenikmatan anak-anaknya.
Pertanyaannya, seperti itu jugakah cinta anak-anak pada ibunya? [Mh]





