• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Selasa, 2 Juni, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Bunga-bunga Cinta dan Dakwah

21/04/2025
in Nasihat
Hati-hati saat Jatuh Cinta

Ilustrasi, foto: wallpaperacces.com

74
SHARES
569
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

CINTA bersemi tanpa mengenal musim. Dan musim dakwah adalah yang paling menguji.

Ada kisah menarik tentang putri sulung Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Ia adalah Zainab radhiyallahu ‘anha.

Zainab dijodohkan oleh ibunya, Khadijah radhiyallahu ‘anha atas restu Rasulullah. Kenapa ibunya yang menjodohkan? Karena calonnya masih keponakan Khadijah. Sama-sama keluarga pebisnis. Namanya, Abul Ash bin Rabi’.

Zainab pun menikah di saat ayahnya belum menjadi Nabi. Suaminya begitu mencintai Zainab. Ia pernah mengungkapkan, tak ada wanita Quraisy yang bisa menawan hatinya selain Zainab.

Islam Menguji Orang Quraisy

Ketika Islam datang bersama dengan diangkatnya Rasulullah sebagai Nabi dan Rasul, warga Quraisy terpecah dua. Ada yang mengikuti Rasulullah, ada pula yang tidak.

Zainab tanpa ragu langsung mengikuti ayahandanya memeluk Islam. Sementara suaminya menolak. Tapi, suaminya tetap setia mencintai Zainab. Saat itu, memang belum ada wahyu tentang dilarangnya pernikahan beda agama.

Bahkan ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabat hijrah ke Madinah, Zainab tetap berada di Mekah bersama suami tercinta.

Repotnya ketika terjadi Perang Badar di tahun kedua hijriyah. Abul Ash ikut dalam rombongan kafir Quraisy. Dan lebih repot lagi ketika menantu Rasulullah ini ikut menjadi tawanan kaum muslimin setelah pasukan Quraisy kalah dan kembali ke Mekah.

Saat itu dibuat kesepakatan. Semua tawanan kafir Quraisy bisa ditebus melalui keluarganya di Mekah. Ada yang menebusnya dengan emas, dan lainnya.

Termasuk, menantu Rasulullah yang masih kafir ini. Ia ditebuskan melalui istrinya, Zainab, dengan sebuah kalung emas. Kalung ini ternyata begitu spesial buat Rasulullah. Inilah kalung hadiah khusus pernikahan Zainab dari ibunya yang juga mendiang istri Rasulullah.

Entah seperti apa perasaan Rasulullah saat itu. Beliau menerima tebusan itu. Tapi ada syaratnya, Zainab harus tinggal di Madinah. Quraisy setuju dengan syarat itu.

Jadilah Zainab terpisah dari suaminya. Zainab diberangkatkan untuk tinggal di Madinah, sementara suaminya diberangkatkan untuk kembali ke Mekah.

Abul Ash Masuk Islam

Berlalulah perpisahan suami istri yang saling mencintai itu untuk beberapa waktu. Abul Ash pun melakoni rutinitasnya seperti biasa, berdagang ke seantero negeri.

Empat tahun setelah itu, turun firman Allah tentang larangan wanita muslimah menikah dengan pria non muslim. Dengan begitu, secara hukum, Zainab sudah bercerai dengan Abul Ash. Namun, rasa cinta keduanya tak pernah pudar.

Dua tahun kemudian, ada insiden yang mengubah nasib Abul Ash dan Zainab. Rombongan dagang Quraisy ditangkap pasukan Islam di dekat Madinah saat melewati rute menuju utara.

Semua barang dagangan disita, orang-orangnya ditahan. Termasuk yang ditahan adalah Abul Ash. Tapi, ia berhasil kabur.

Ternyata Abul Ash tidak kabur jauh. Ia masih memikirkan barang dagangan miliknya yang ditahan. Pasalnya, barang-barang itu merupakan titipan dari orang-orang Quraisy.

Dengan berbagai cara, Abul Ash berhasil menyelinap ke tempat penyimpanan barang dagangan yang ditahan. Barang-barang itu pun berhasil ia bawa kabur ke Mekah.

Setibanya di Mekah, ia mengembalikan semua titipan ke orang-orang Quraisy. Di luar dugaan, ia mengucap dua kalimat syahadat di hadapan orang-orang Quraisy.

“Aku sengaja mengucapkan syahadah ini di hadapan kalian, karena kalau aku ucapkan di Madinah, kalian akan curiga itu caraku untuk mengambil semua titipan kalian,” ungkap Abul Ash.

Abul Ash pun kembali ke Madinah untuk bergabung dengan umat Islam di sana. Setibanya di Madinah, ia disambut baik. Rasulullah pun menikahkan kembali Abul Ash dengan wanita yang sangat ia cintai, yaitu mantan istrinya yang terpisah selama enam tahun: Zainab.

Dari pernikahan keduanya, lahir dua anak: Umamah dan Ali. Sayangnya, Ali meninggal dunia di saat masih kecil.

Kisah kembalinya sepasang suami istri yang terpisah enam tahun ini pun tak berlangsung lama. Setahun setelah itu, pada tahun sembilan hijriyah, Zainab binti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam meninggal dunia.

Zainab dan Abul Ash akhirnya berpisah lagi. Kali ini, perpisahan yang sangat lama, hingga Allah akan mempertemukan keduanya di surga-Nya, aamiin.

**

Romantika cinta dan dakwah bisa dialami siapa saja di antara hamba-hamba-Nya. Seribu satu rasa kerap mengharu biru hati mereka.

Tapi ketika harus memilih di antara dakwah dan cinta, bersabarlah untuk memilih dakwah. Insya Allah, Allah akan mengganti dengan cinta yang jauh lebih baik: dia yang sama atau yang lainnya. [Mh]

 

 

 

 

Tags: Bunga-bunga Cinta dan Dakwah
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Kecepatan Langkah kaki bisa Pengaruhi Irama Jantung

Next Post

Haramnya Praktik Pengebirian

Next Post
Haramnya Praktik Pengebirian

Haramnya Praktik Pengebirian

Penjualan Ginjal Internasional Terungkap, Ketahui Sejarah Cangkok Ginjal

Transplantasi Ginjal Babi, Kata Ilmuwan Hingga Fatwa Halal

Perbedaan Kusta Basah dan Kusta Kering

Perbedaan Kusta Basah dan Kusta Kering

  • Resep Telur Dadar Tahu Enak ala Chef Renatta

    Resep Telur Dadar Tahu Enak ala Chef Renatta

    288 shares
    Share 115 Tweet 72
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8558 shares
    Share 3423 Tweet 2140
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4385 shares
    Share 1754 Tweet 1096
  • Makna 4 Sumpah Allah Pada Surah At-Tiin

    343 shares
    Share 137 Tweet 86
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11394 shares
    Share 4558 Tweet 2849
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    908 shares
    Share 363 Tweet 227
  • Resep Siomay Gluten Free ala Chef Devina Hermawan

    72 shares
    Share 29 Tweet 18
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2187 shares
    Share 875 Tweet 547
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3851 shares
    Share 1540 Tweet 963
  • Mengenal Tiga Warna Favorit Nabi Muhammad

    267 shares
    Share 107 Tweet 67
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga